English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Monday, September 16, 2019

Pelemahan Rupiah Masih Dipengaruhi Sentimen Eksternal

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:53 PM No comments
PT KONTAK PERKASA :  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Selasa pekan ini. Sebagian besar sentimen berasal dari eksternal.
Mengutip Bloomberg, Selasa (17/9/2019), rupiah dibuka di angka 14.070 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.042 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 14.100 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.070 per dolar AS hingga 14.106 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 2,02 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.100 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.020 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah diprediksi masih lanjut melemah seiring pelemahan mata uang regional Asia.
"Dolar Hong Kong dan dolar Singapura dibuka melemah terhadap dolar AS, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini," kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih dikutip dari Antara.
Awal pekan, rupiah melemah dipicu dua kilang minyak Arab Saudi di propinsi Abqaiq dan Khurais yang mendapat serangan dari pesawat nirawak.
Kilang Abqaiq beberapa kali menjadi sasaran serangan mengingat kilang di propinsi Abqaiq ini mampu menghasilkan 7 juta barel minyak setiap hari.
"Serangan tersebut menambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sedang memanas dengan adanya sanksi AS terhadap Iran," ujar Lana.
Dari eksternal lainnya, beberapa data ekonomi China menunjukkan perlambatan. Data pertumbuhan produksi sektor industri turun 4,4 persen (yoy), terendah sejak Februari 2002, diikuti perlambatan ekspor sektor industri, dan penjualan ritel.
Kemungkinan bank sentral China (PBoC) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan minggu ini.
Dari domestik, neraca perdagangan Agustus 2019 tercatat surplus sebesar 85,1 juta dolar AS, karena turunnya impor yang lebih besar daripada turunnya ekspor.
Kinerja neraca perdagangan dalam dua bulan pertama di kuartal III 2019 tercatat membaik, yang bisa membantu menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal ini.
Lana memprediksi nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak melemah di kisaran 14.050 per dolar AS hingga 14.100 per dolar AS.

Serangan Terhadap Aramco Bikin Rupiah Melemah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:55 AM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES -   Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan di awal pekan ini. Nilai tukar rupiah melemah dibayangi sentimen negatif dari eksternal. 
Mengutip Bloomberg, Senin (16/9/2019), rupiah dibuka di angka 13.996 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.966 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 14.042 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.990 per dolar AS hingga 14.054 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 2,43 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.020 per dolar AS. melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 13.950 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah melemah dibayangi sentimen negatif dari eksternal. "Pelemahan rupiah karena ada faktor geopolitik, terkait dengan serangan terhadap Aramco," kata analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto dikutip dari Antara.
Kelompok gerilyawan Yaman yang bersekutu dengan Iran, Al-Houthi, pada Sabtu (14/9) menyerang dua instalasi minyak Arab Saudi, Aramco, termasuk instalasi terbesar pemrosesan minyak di dunia, sehingga menyulut kebakaran.
Peristiwa tersebut terjadi setelah serangan lintas-perbatasan terhadap instalasi minyak Arab Saudi dan tanker minyak di perairan Teluk.
"Selain itu, rupiah juga dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter, baik di negara maju maupun di negara-negara berkembang," ujar Rully.
Sementara itu, dari dalam negeri, neraca perdagangan Agustus yang diprediksi surplus dapat menjadi sentimen positif bagi nilai tukar.
"Kami prediksi surplus tapi relatif kecil, sekitar 80-90 juta dolar. Pasar ekspektasinya di atas USD 100 juta," kata Rully.
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan melemah pada tahun depan. Hal tersebut terjadi karena adanya gejolak ekonomi dunia.
Dalam pidato Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa target ekonomi masih akan tinggi, tetapi untuk nilai tukar rupiah akan melemah.
Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 adalah 5,3 persen. Sumber pertumbuhan ekonomi tahun depan ditekankan pada sektor konsumsi. 
"Pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya. Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat," ujar dia.
Jokowi menyebut nilai tukar rupiah akan melemah menuju 14.400 per dolar AS. Ia menyebut hal itu diakibatkan kondisi ekonomi global yang volatile alias penuh ketidakpastian.
Meski sedang ada disrupsi dagang, Jokowi yakin Indonesia akan tetap menjadi primadona investasi. Pasalnya, Indonesia memiliki telah mendapatkan citra positif dan iklim investasi akan terus dijaga.
"Pemerintah yakin investasi terus mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan perbaikan iklim investasi," ujar Jokowi. 

PT KONTAK PERKASA FUTURES http://kontak-perkasaf.com

Thursday, September 12, 2019

Ini Proyek Besar BJ Habibie di Bidang Infrastruktur

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:59 PM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES -  Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie selama ini dikenal sebagai sosok yang giat mempelopori perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia, termasuk cita-cita membangun pesawat R80. Tak hanya pesawat, mantan Presiden RI ketiga ini rupanya juga peduli terhadap pembangunan infrastruktur.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan, BJ Habibie sempat melontarkan penilaian bahwa konsep membangun dari pinggiran yang dilakukan pemerintah saat ini perlu dilakukan agar tidak hanya fokus pada wilayah tertentu saja.

"Beliau bercerita bagaimana arah pembangunan Indonesia ke depan, dan menurutnya pembangunan dengan konsep Indonesiasentris sudah tepat. Semangat Beliau untuk membangun Indonesia itu yang harus kita contoh," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/9/2019).

Kiprah BJ Habibie tidak hanya dalam bidang teknologi pesawat terbang, tapi juga di bidang infrastruktur. Salah satunya Jembatan Barelang di Provinsi Kepulauan Riau, yang dibangun di era kepemimpinan BJ Habibie menjabat sebagai Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Batam pada dekade 1990-an.

Adapun jembatan yang saat ini menjadi ikon pariwisata Kota Batam tersebut merupakan proyek besar yang melibatkan ratusan insinyur. Selaku pemrakarsa, BJ Habibie sama sekali tak mempekerjakan tenaga ahli asing pada saat itu, sehingga menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Jembatan Barelang terdiri dari enam buah jembatan dengan nama yang berbeda yang menghubungkan Batam dengan enam pulau lainnya, yakni Pulau Tonton, Nipah, Setokok, Rempang, Galang dan Galang Baru. Diketahui, satu yang terbesar dan terpanjang adalah Jembatan Tengku Fisabilillah atau yang dikenal juga sebagai Jembatan I, yang pada 2017 telah dilakukan pemeliharaan berkala oleh Kementerian PUPR.

Lebih lanjut, Menteri Basuki mengatakan, dia sebenarnya berencana menemui BJ Habibie untuk melaporkan peresmian jembatan yang dibangun di Timor Leste dengan nama Jembatan BJ Habibie pada akhir Agustus lalu. Proyek tersebut merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Timor Leste terhadap sosok Presiden ketiga Indonesia itu.

"Namun karena mendengar kabar bahwa kondisi Beliau kian menurun, rencana tersebut diurungkan menunggu kondisi kesehatan Beliau membaik. Namun takdir berkata lain," ujar dia.

Wednesday, September 11, 2019

Skenario Global Positif, IHSG Bakal Bertengger Hijau

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:16 PM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES  - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan melanjutkan tren penguatanya pada perdagangan saham Kamis (12/9/2019).
Dalam riset Artha Sekuritas, sentimen global yang masih positif cukup mendorong pergerakan indeks pada perdagangan hari ini.
Menurutnya, indeks pada hari ini akan diperdagangkan pada zona hijau di rentang support 6.311-6.347 dan resistance 6.400-6.417 di pasar saham.
"Kami melihat skenario kenaikan akan terjadi lagi di perdagangan hari ini. Mungkin di kisaran 6.311-6.417," papar risetnya hari ini.
Hal senada juga diungkapkan dari Riset Indosurya Bersinar Sekuritas. Pihaknya memproyeksi IHSG masih akan ditransaksikan positif pada kisaran 6.350-6.425.
"Mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend, demikian juga dengan capital inflow yang masih tercatat secara year-to-date, menunjukkan bahwa minat investor asing masih cukup besar ke pasar modal Indonesia," tulis risetnya.
Dalam tren positif, Indosurya Sekuritas menganjurkan sejumlah saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Sementara itu, Artha Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), serta saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search