English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, September 19, 2019

Premium Dijual Melebihi Harga Eceran, Ini Penjelasan Pertamina

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 1:18 AM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES - PT Pertamina (Persero) angkat bicara mengenai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), mengenai kelebihan harga jual eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) Premium di wilayah Jawa Madura Bali (Jamali).
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, ‎kelebihan harga jual tersebut disebabkan penetapan formula harga BBM baru oleh pemerintah pada awal 2019.
Untuk diketahui, formula baru tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 K/10/MEM/2019, tentang Formula Harga Dasar Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan. Aturan ini ditetapkan pada 2 April 2019.
"Ini terjadi karena formula baru yang tetapkan pemerintah pada awal tahun,"kata Fajriyah, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Kamis (19/9/2019).
Menurut Fajriyah, ‎berdasarkan acuan formula harga Premium yang baru, harga Premium pada bulan tertentu lebih rendah dibanding yang dijual Pertamina‎.
‎"S‎ehingga ada bulan-bulan tertentu yang nilai formulanya lebih kecil dari harga jual eceran," ‎tuturnya.
Adapun formula baru tersebut sebagai berikut, Formula harga dasar untuk jenis BBM khusus penugasan jenis Bensin (Gasoline) RON minimum 88 ditetapkan dengan formula 96,46 persen HIP Bensin RON minimum 88 + Rp 821,00 per liter.
Dikutip dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2019, di Jakarta, Rabu (18/9/2019). Pertamina memperoleh kelebihan penerimaan sebesar Rp234,82 miliar, ‎‎ atas penjualan Premium di wilayah Jamali melebihi harga jual yang ditetapkan pemerintah.
Akibat dari kelebihan harga jual, maka konsumen di wilayah Jamali membeli JBKP Premium lebih tinggi Rp100 per liter dari harga jual eceran yang ditetapkan pemerintah.
Atas temuan tersebut, BPK telah merekomendasikan Direksi PT Pertamina (Persero) agar menyetorkan kelebihan penerimaan atas penjualan JBKP Premium di wilayah Jamali sebesar Rp234,82 miliar ke kas negara.

Tuesday, September 17, 2019

Harga Emas Antam Naik jadi Rp 757 Ribu per Gram

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:34 PM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam naik Rp 4.000 menjadi Rp 757 ribu per gram, pada perdagangan Rabu (18/9/2019). Pada perdagangan Selasa kemarin, harga emas Antam dipatok Rp 753 ribu per gram.
Sedangkan untuk harga buyback emas Antam pada hari ini juga naik Rp 5.000 per gram menjadi Rp 680 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 680 ribu per gram.
Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.16 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.
Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.
Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.810.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp 15.070.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen). 
* Pecahan 0,5 gram Rp 403.000
* Pecahan 1 gram Rp 757.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.463.000
* Pecahan 3 gram Rp 2.173.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.605.000
* Pecahan 10 gram Rp 7.145.000
* Pecahan 25 gram Rp 17.755.000
* Pecahan 50 gram Rp 35.435.000
* Pecahan 100 gram Rp 70.800.000
* Pecahan 250 gram Rp 176.750.000
* Pecahan 500 gram Rp 353.300.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 706.600.000.

Monday, September 16, 2019

Pelemahan Rupiah Masih Dipengaruhi Sentimen Eksternal

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:58 PM No comments
PT KONTAK PERKASA -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Selasa pekan ini. Sebagian besar sentimen berasal dari eksternal.
Mengutip Bloomberg, Selasa (17/9/2019), rupiah dibuka di angka 14.070 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.042 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 14.100 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.070 per dolar AS hingga 14.106 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 2,02 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.100 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.020 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah diprediksi masih lanjut melemah seiring pelemahan mata uang regional Asia.
"Dolar Hong Kong dan dolar Singapura dibuka melemah terhadap dolar AS, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini," kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih dikutip dari Antara.
Awal pekan, rupiah melemah dipicu dua kilang minyak Arab Saudi di propinsi Abqaiq dan Khurais yang mendapat serangan dari pesawat nirawak.
Kilang Abqaiq beberapa kali menjadi sasaran serangan mengingat kilang di propinsi Abqaiq ini mampu menghasilkan 7 juta barel minyak setiap hari.
"Serangan tersebut menambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sedang memanas dengan adanya sanksi AS terhadap Iran," ujar Lana.
Dari eksternal lainnya, beberapa data ekonomi China menunjukkan perlambatan. Data pertumbuhan produksi sektor industri turun 4,4 persen (yoy), terendah sejak Februari 2002, diikuti perlambatan ekspor sektor industri, dan penjualan ritel.
Kemungkinan bank sentral China (PBoC) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan minggu ini.
Dari domestik, neraca perdagangan Agustus 2019 tercatat surplus sebesar 85,1 juta dolar AS, karena turunnya impor yang lebih besar daripada turunnya ekspor.
Kinerja neraca perdagangan dalam dua bulan pertama di kuartal III 2019 tercatat membaik, yang bisa membantu menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal ini.
Lana memprediksi nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak melemah di kisaran 14.050 per dolar AS hingga 14.100 per dolar AS.
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan melemah pada tahun depan. Hal tersebut terjadi karena adanya gejolak ekonomi dunia.
Dalam pidato Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa target ekonomi masih akan tinggi, tetapi untuk nilai tukar rupiah akan melemah.
Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 adalah 5,3 persen. Sumber pertumbuhan ekonomi tahun depan ditekankan pada sektor konsumsi. 
"Pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya. Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat," ujar dia.
Jokowi menyebut nilai tukar rupiah akan melemah menuju 14.400 per dolar AS. Ia menyebut hal itu diakibatkan kondisi ekonomi global yang volatile alias penuh ketidakpastian.
Meski sedang ada disrupsi dagang, Jokowi yakin Indonesia akan tetap menjadi primadona investasi. Pasalnya, Indonesia memiliki telah mendapatkan citra positif dan iklim investasi akan terus dijaga.
"Pemerintah yakin investasi terus mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan perbaikan iklim investasi," ujar Jokowi.

Pelemahan Rupiah Masih Dipengaruhi Sentimen Eksternal

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:53 PM No comments
PT KONTAK PERKASA :  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Selasa pekan ini. Sebagian besar sentimen berasal dari eksternal.
Mengutip Bloomberg, Selasa (17/9/2019), rupiah dibuka di angka 14.070 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.042 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 14.100 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.070 per dolar AS hingga 14.106 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 2,02 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.100 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.020 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah diprediksi masih lanjut melemah seiring pelemahan mata uang regional Asia.
"Dolar Hong Kong dan dolar Singapura dibuka melemah terhadap dolar AS, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini," kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih dikutip dari Antara.
Awal pekan, rupiah melemah dipicu dua kilang minyak Arab Saudi di propinsi Abqaiq dan Khurais yang mendapat serangan dari pesawat nirawak.
Kilang Abqaiq beberapa kali menjadi sasaran serangan mengingat kilang di propinsi Abqaiq ini mampu menghasilkan 7 juta barel minyak setiap hari.
"Serangan tersebut menambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sedang memanas dengan adanya sanksi AS terhadap Iran," ujar Lana.
Dari eksternal lainnya, beberapa data ekonomi China menunjukkan perlambatan. Data pertumbuhan produksi sektor industri turun 4,4 persen (yoy), terendah sejak Februari 2002, diikuti perlambatan ekspor sektor industri, dan penjualan ritel.
Kemungkinan bank sentral China (PBoC) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan minggu ini.
Dari domestik, neraca perdagangan Agustus 2019 tercatat surplus sebesar 85,1 juta dolar AS, karena turunnya impor yang lebih besar daripada turunnya ekspor.
Kinerja neraca perdagangan dalam dua bulan pertama di kuartal III 2019 tercatat membaik, yang bisa membantu menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal ini.
Lana memprediksi nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak melemah di kisaran 14.050 per dolar AS hingga 14.100 per dolar AS.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search