English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, October 9, 2019

7 Sektor Saham ke Zona Merah, IHSG Dibuka Melamah di 6.030,45

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 1:09 AM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada pembukaan saham Rabu pagi ini. Posisi rupiah di angka 14.178 per dolar AS.
Pada pra pembukaan perdagangan, Rabu (9/10/2019), IHSG turun 9,14 poin atau 0,15 persen ke level 6.030,45. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,21 persen ke posisi 935,98. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona merah.
Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG level tertinggi berada di 6.030,72 dan terendah di 6.021,35.
Sebanyak 84 saham menguat dan 79 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 122 saham diam di tempat.
Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 12.510 kali dengan volume perdagangan 137,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 124,3 miliar.
Investor asing beli saham Rp 10,66 miliar di total pasar dan posisi rupiah di angka 14.178 per dolar AS.
Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tujuh sektor berada di zona merah. Sektor aneka industri melemah paling tajam yaitu 0,58 persen. Disusul sektor industri dasar yang melemah 0,48 persen dan sektor manufaktur turun 0,46 persen.
Sementara sektor saham yang mengalami penguatan yaitu sektor perkebunan yang naik 0,62 persen, infrastruktur menguat 0,10 persen dan perdagangan naik 0,08 persen.
Saham-saham yang menguat antara lain PURE melonjak 50 persen ke Rp 450 per saham, SLIS naik 24,43 persen ke Rp 326 per saham, dan MYTX naik 16,95 persen ke Rp 69 per saham.
Sementara saham-saham yang melemah sehingga membawah IHSG ke zona merah antara lain ALTO yang turun 6,91 persen ke Rp 350 per saham, GDST turun 5,05 persen ke level Rp 94 per saham dan BTPS turun 4,36 persen ke Rp 3.730 per saham.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan kembali bergerak menghijau di pasar saham hari ini.
Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan bilang IHSG masih minim sentimen pada perdagangan hari ini. Tetapi, menurutnya secara teknikal indeks tersokong ke zona hijau.
Dia melanjutkan, indikasi teknikal rebound setelah IHSG dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi yang cukup dalam. Sehingga, investor kini mulai kembali berspekulasi masuk ke pasar saham.
"Potensi rebound dalam jangka pendek. Kemungkinan IHSG diperdagangkan di support 5.995-6.017 dan resistance 6.054-6.069," tutur dia dalam risetnya di Jakarta, Rabu (9/10/2019).
Hari ini, pihaknya merekomendasikan agar investor beli saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan target harga 1.080-1.020 per saham.
Kemudian PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan target harga 7.100-7.200 per saham. Serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan target harga 2.300-2.350 per saham.
Seirama, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menyebutkan indeks berpeluang menguat di rentang 5.990 - 6.123.
Kata dia, pergerakan IHSG ditopang kondisi fundamental perekonomian RI yang masih cukup stabil. Adapun investor dapat melakukan akumulasi beli jika terjadi koreksi wajar.
Sejumlah saham BUMN menurutnya dapat dipertimbangkan investor, antara lain saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), hingga saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Tuesday, October 8, 2019

Indonesia Bakal Punya 1 Unicorn Baru, Siapa?

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 1:08 AM No comments
PT KONTAK PERKASA  - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berharap akan ada satu unicorn lagi dari dalam negeri sebelum akhir tahun.
Sinyal tersebut ia sampaikan di kantor Bukalapak saat menghadiri kerja sama antara Google Bisnisku dengan Bukalapak siang ini.
"Target kita 5 (unicorn) alhamdulilah sudah tercapai. Saya berharap sebelum akhir tahun ada lagi yang jadi unicorn. Saya belum bisa sebut di sektor apa," tuturnya di Kantor Bukalapak, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).
Seperti diketahui, 5 unicorn anak negeri di Indonesia ialah Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak hingga yang baru-baru ini ialah OVO dengan valuasi sebesar USD 2,9 miliar atau sekitad Rp 40,6 triliun.
Pria yang akrab dengan panggilan 'chief' ini masih enggan membeberkan petunjuk terkait startup mana yang kelak akan mengikuti langkah Bukalapak sebagai unicorn baru.
"Belumlah, saya belum bisa sebut di sektor apa," kata dia.
Sementara itu, Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid menuturkan, lahirnya startup baru bukanlah diukur dari semutakhir apa teknologi yang ditawarkan.
Melainkan, kandidat unicorn-unicorn baru harus berhasil dan menjawab permasalahan ekonomi yang kini tengah terjadi di tengah masyarakat.
"Bukan tentang teknologi yang paling canggih, bukan berdasarkan teknologinya. Tetapi siapa yang bisa memecahkan masalah yang ada," paparnya.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aryo Dharma Pala mengatakan, cepat atau lambat startup lokal yang valuasinya mencapai di atas USD 1 miliar atau unicorn Indonesia akan dikuasai asing.
Fenomena perkembangan startup di Indonesia tidak direspons tepat oleh pemerintah. Akibatnya, banyak platform e-commerce didominasi oleh barang impor.
"Ironisnya, startup lokal yang dibanggakan oleh pemerintah, nyatanya mayoritas sahamnya sudah dimiliki asing. Sekalipun masih ada yang didominasi oleh investor dalam negeri, namun saya yakin cepat atau lambat akan dikuasai oleh investor asing," tuturnya Minggu (4/8/2019).
Aryo menilai, ada sejumlah alasan mengapa pada akhirnya saham startup lokal didominasi oleh asing.
"Mengapa saham startup lokal banyak dimiliki oleh asing? Selain aspek market-size yang besar, juga disebabkan oleh sumber pembiayaan investasi pada startup berasal dari venture capital (bukan sumber pembiayaan konvensional, seperti bank). Sedangkan venture capital belum berkembang pesat di Indonesia. Sehingga banyak startup lokal mendapatkan pembiayaan dari asing," paparnya.
Oleh karena itu, dalam merespons kepemilikan asing di startup, Pemerintah dan otoritas menurutnya perlu mendorong perusahaan venture capital dalam negeri agar berkembang sehingga dapat mendukung investasi startup lokal.
Di sisi lain, menurutnya pemerintah juga perlu memberikan insentif kepada startup yang melakukan aktivitas pengumpulan data untuk melakukan riset dengan lembaga riset nasional/perguruan tinggi dengan menggunakan data yang mereka ambil.
"Hal ini yang terjadi di negara maju seperti di Inggris. Sehingga data yang dikumpulkan oleh startup tidak disalahgunakan dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama dunia riset dan inovasi," kata dia.2 dari 3 halaman
Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong meralat pernyataannya mengenai investasi ke empat startup unicorn yang ada di Indonesia lari ke Singapura. Dalam klarifikasi tersebut, Thomas menyebutkan bahwa aliran dana investasi ke unicorn sepenuhnya masuk ke PT PMA yang berbasis di Indonesia.
"Maaf & ralat: tokopedia dan bukalapak sudah klarifikasi ke saya, gojekindonesia sudah klarifikasi ke publik: mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura, tapi sepenuhnya PT PMA di Indonesia. Saya bicara terlalu jauh, mengomentari bahan Google-Temasek ini," tulis Thomas Lembong dalam akun twitter resminya, Selasa (30/7/2019).
Sebelumnya, Thomas menyebutkan bahwa investasi ke empat perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi di atas USD 1 miliar atau sering disebut unicorn yang ada di Indonesia tidak pernah tercatat sebagai arus modal langsung ke Indonesia.
Menurutnya, induk usaha dari empat unicorn Indonesia berada di Singapura. Dengan demikian, pencatatan aliran modal tersebut masuk ke Singapura.
"Jadi, sedikit membingungkan, kan ada pengumuman Grab akan investasi sekian, Gojek baru fund raising baru dapet lagi berapa miliar dolar. Kok enggak nongol-nongol lagi dalam bentuk arus modal masuk berbentuk investasi. Jawabannya masuk berbentuk investasi ke Singapura, ke induknya," ucap dia dalam pernyataan sebelumnya. 

Monday, October 7, 2019

Cadangan Devisa September 2019 Turun karena Pembayaran Utang Pemerintah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:11 AM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES  - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2019 sebesar USD 124,3 miliar, cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2019 yang sebesar USD 126,4 miliar.
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan menjelaskan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.
"Selain itu juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (7/10/2019).
Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Penurunan cadangan devisa pada September 2019 tersebut terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.
Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan membuka peluang untuk menerbitkan obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN) yang berdenominasi renminbi China atau Panda Bond. Dalam prosesnya, Kemenkeu masih terus melakukan kajian dan persiapan bersama Bank Indonesia (BI).
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penerbitan obligasi pemerintah atau SBN berdenominasi mata uang asing dapat menambah devisa negara. Adapun SBN asing tersebut diantaranya adalah dolar AS (Global Bond), euro (Euro Bond), yen (Samurai Bond), maupun renminbi (Panda Bond).
"Bond itu kan akan menambah penerimaan pemerintah dalam bentuk valuta asing. Kalau penerimaan dalam bentuk valuta asing kan nanti akan masuk ke rekening pemerintah di BI, akan meningkatkan cadangan devisa, dan itu akan juga memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah," kata dia, di mesjid kompleks gedung BI, Jakarta, pada Jumat 26 Juli 2019. 
Perry mengungkapkan hingga saat ini tak ada persiapan khusus mengenai penerbitan Panda Bond tersebut. Prosesnya sama seperti persiapan dalam penerbitan obligasiyang lain.
Dia menegaskan Pemerintah, BI, dan OJK akan selalu berkoordinasi untuk setiap penerbitan instrumen investasi negara tersebut.
"Persiapan itu terus-terusan, enggak ada sesuatu yang persiapan khusus. Ini sudah pelaksanaannya secara reguler, apakah bentuknya dolar AS, euro, sukuk, Samurai, Panda dan segala macam itu adalah sesuatu yang reguler. Bedanya ini karena Panda baru pertama kali, itu saja," tutupnya.

Friday, October 4, 2019

Harga Emas Antam Naik Rp 9.000 per Gram dalam 2 Hari

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:13 AM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam naik Rp 2.000 per gram ke level Rp 764 ribu per gram, pada perdagangan Jumat (4/10/2019). Kemarin, harga emas Antam di posisi Rp 762 ribu per gram.
Namun untuk harga buyback emas Antam pada hari ini meningkat Rp 3.000 di harga Rp 688 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 688 ribu per gram.
Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 07.31 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.
Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam V, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.
Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.800.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp Rp 15.170.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
* Pecahan 0,5 gram Rp 406.500
* Pecahan 1 gram Rp 764.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.477.000
* Pecahan 3 gram Rp 2.194.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.640.000
* Pecahan 10 gram Rp 7.215.000
* Pecahan 25 gram Rp 17.930.000
* Pecahan 50 gram Rp 35.785.000
* Pecahan 100 gram Rp 71.500.000
* Pecahan 250 gram Rp 178.500.000
* Pecahan 500 gram Rp 356.800.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 713.600.000.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search