English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, November 20, 2019


PT KONTAK PERKASA : Komentar Trump Bikin Rupiah Keok ke Rp14.104 per Dolar AS PT KONTAK PERKASA - Nilai tukar rupiah melemah ke Rp14.104 per dolar AS atau sebesar 0,06 persen pada perdagangan pasar spot, Kamis (21/11) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp14.094 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (20/11).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau won Korea melemah 0,51 persen, ringgit Malaysia 0,25 persen, dolar Turki 0,05 persen serta dolar Singapura 0,03 persen.

Selanjutnya, peso Filipina terpantau melemah 0,10 persen, baht Thailand dan dolar Hong Kong juga melemah dengan 0,01 persen. Hanya yen Jepang yang terpantau menguat 0,2 persen.


Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan Euro terpantau menguat dengan nilai masing-masing 0,03 persen, sementara dolar Australia dan dolar Kanada melemah dengan masing-masing nilai sebesar 0,11 dan 0,19 persen terhadap dolar AS.

Baca: PT KONTAK PERKASA : Saham Hong Kong anjlok lebih dari satu persen di pembukaan bursa Kamis

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah masih disebabkan kemunduran dalam negosiasi dagang antara AS dan China.PT EQUITY WORLD

"Semalam Trump  (Presiden AS Donald Trump) memberikan komentar negatif bahwa China tidak selaras dengannya dalam negosiasi," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (21/11).

Menurut Ariston, kemungkinan China akan merespon dengan menginginkan penghapusan tarif impor yang lebih besar. Selain itu, lanjut Ariston, lolosnya RUU Hong Kong di Senat dan DPR AS juga meningkatkan sentimen negatif dan menambah ketegangan AS dan China.

"Pasar masih menunggu Presiden Trump, apakah RUU ini akan ditandatangani atau ditolak," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat kemungkinan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.120 per dolar AS pada hari ini.

PT KONTAK PERKASA

Tuesday, November 19, 2019

Naik Lagi, Emas Antam Kini Dibandrol Rp 751 Ribu per Gram

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:30 PM No comments
PT KONTAK PERKASA - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam kembali naik. Kali ini harga emas naik Rp 2.000 ke level Rp 751 ribu per gram, pada perdagangan Rabu (20/11/2019). Kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 749 ribu per gram.
Sementara harga buyback emas Antam naik Rp 2.000 menjadi Rp 667.000 per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 667.000 per gram.
Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.13 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.
Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.
Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.730.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp 14.910.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
* Pecahan 0,5 gram Rp 400.000
* Pecahan 1 gram Rp 751.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.451.000
* Pecahan 3 gram Rp 2.155.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.575.000
* Pecahan 10 gram Rp 7.085.000
* Pecahan 25 gram Rp 17.605.000
* Pecahan 50 gram Rp 35.135.000
* Pecahan 100 gram Rp 70.200.000
* Pecahan 250 gram Rp 175.250.000
* Pecahan 500 gram Rp 350.300.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 700.600.000.

Monday, November 18, 2019

Pemerintah Pastikan Sawit Masuk Dalam Perjanjian Dagang IUE-CEPA

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:01 PM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES - Pemerintah Pastikan Sawit Masuk Dalam Perjanjian Dagang IUE-CEPA
"Kami hanya memastikan bahwa negosiasi dengan uni eropa sawit akan menjadi salah satu elemen yang dinegosiasikan," katanya dalam acara Rakornas Kadin, di Jakarta, Selasa (19/11).

Menteri Retno ingin perjanjian dagang ini bisa menjadi jembatan bagi hubungan kerja sama yang lebih baik antar kedua pihak, khususnya di sektor industri sawit.

Hal ini tak lepas dari riwayat panjang ketegangan Indonesia dengan Uni Eropa terkait industri sawit. Uni Eropa kerap menilai industri sawit memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta W Kamdani, menambahkan perjanjian dagang IUE-CEPA memang berjalan alot dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Dia menilai masalah ini menjadi suatu isu yang pelik diantara kedu pihak.

"Palm oil ini masalah yang masih sangat pelik dan itu ada satu chapter khusus terkait sustainable devlompementnya. Prinsipnya perjanjian ini punya kepentingan akan bermanfaat pada sektor-sokto yang padat karya," jelasnya

"Dari sisi yang lian, kita harus berhati-hati karena palm oil kita sekarang didiskriminasikan oleh EU.Oleh karena itu kita mencari solusinya juga melalui perjanjian ini," katanya.

Shinta mengatakan, ada dua sisi yang bisa dilihat dari permasalahan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa. Namun, bagaimanapun melihatnya kata dia, negosiasi harus tetap berjalan. "Karena ini makan waktu dan kalau kita hentikan semuanya kita akan tentu saja kalah dengan negara seperti vietnam yang sudah mendahului Indonesia," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Rupiah Menguat Seiring Sinyal Positif dari AS

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 1:59 AM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ii.
Mengutip Bloomberg, Senin (18/11/2019), rupiah dibuka di angka 14.070 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.077 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.070 per dolar AS hingga 14.076 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 2,22 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.075 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.069 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi menguat seiring harapan meredanya perang dagang.
"Investor kembali dalam mood positif setelah pejabat Gedung Putih memberi sinyal membaiknya pembicaraan dagang AS-China," kata Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih dikutip dari Antara.
Dari domestik, neraca perdagangan Oktober 2019 tercatat surplus 161,3 juta dolar AS dengan nilai ekspor sebesar 14,9 miliar dolar AS dan nilai impor sebesar 14,8 miliar dolar AS.
Secara bulanan, ekspor naik 5,9 persen dan impor naik 3,57 persen. Kenaikan ekspor karena naiknya volume permintaan tetapi harga ekspor turun, sedangkan kenaikan impor karena naiknya volume dan harga.
"Pertumbuhan impor membaik dalam dua bulan terakhir ini menjadi indikasi membaiknya permintaan dalam negeri, walaupun PMI sektor manufaktur masih turun ke 47,4 pada Oktober," ujar Lana.
Impor bahan baku dan konsumsi sendiri naik sebagai persiapan Natal dan Tahun Baru 2020.
Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran 14.030 per dolar AS hingga 14.070 per dolar AS.


economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search