English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Sunday, May 18, 2014

Yen Holds Near Two-Month High Versus Dollar Amid Risk Aversion

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:51 PM No comments


Japan��s currency was near a two-month high versus the dollar as fighting in Ukraine and anti-China violence in Vietnam prompted demand for safety.


The yen held a three-day gain as the yield premium 10-year U.S. Treasuries offer over similar-maturity Japanese government bonds was near a seven-month low. Federal Reserve Chair Janet Yellen speaks this week and a Labor Department report on May 22 is forecast to show the number of Americans applying for jobless benefits increased. The euro traded near more-than-two-month lows versus the yen and the greenback as speculators turned bearish on the 18-nation currency.


The yen traded at 101.58 per dollar at 11:53 a.m. in Tokyo from 101.50 at the end of last week, having gained 0.7 percent in the previous three sessions. It touched 101.32 on May 15, the strongest since March 19. Japan��s currency fetched 139.23 per euro from 139 on May 16, when it reached 138.78, the strongest since Feb. 12. The euro was little changed at $1.3707 after touching $1.3648 on May 15, the least since Feb. 27.


Source : Bloomberg

Gold Holds Below $1,300 as U.S. Economy Weighed Against Ukraine

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:50 PM No comments


Gold held below $1,300 an ounce as investors assessed the health of the U.S. economy and the impact on monetary stimulus against tension in Ukraine.

Bullion for immediate delivery traded at $1,294.06 an ounce at 9:42 a.m. in Singapore from $1,293.52 on May 16, according to Bloomberg generic pricing. Last week, the metal completed the first weekly gain in three as separatists fought government forces in Ukraine.

Gold tumbled 28 percent in 2013 to end a 12-year rally on expectations the Federal Reserve would cut asset purchases as the economy recovers. The Fed has announced reductions at each of the past four meetings. Data this week may show more Americans applied for jobless benefits after last week��s report showed unemployment claims fell to the lowest in seven years.

Gold has advanced 7.7 percent this year in part as increasing tension in Ukraine fueled haven demand. In Vietnam, China is evacuating its citizens as Vietnamese authorities thwarted anti-China protests after violent demonstrations resulted in two deaths and damage at factories. The violence was spurred by anger over a Chinese oil rig in disputed waters.

Gold for June delivery traded at $1,292.20 an ounce on the Comex in New York from $1,293.40 on May 16. Assets in the SPDR Gold Trust, the largest bullion-backed exchange-traded product, were at 781.98 metric tons on May 16 after dropping to 780.46 tons on May 12, the lowest since January 2009.

Silver for immediate delivery fell 0.3 percent to $19.323 an ounce. Platinum was at $1,463.25 an ounce from $1,464.94, after climbing to $1,486 on May 14, the highest price since March 7. Palladium traded at $815.35 an ounce from $815.44, after reaching $829.25 on May 14, the highest level since August 2011.

Source : Bloomberg

Gold Caps Biggest Weekly Gain This Month as U.S. Confidence Sags

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:49 PM No comments


Gold futures posted the biggest weekly gain this month as an unexpected decline in consumer confidence rekindled U.S. growth concerns, boosting demand for haven assets.
The Thomson Reuters/University of Michigan preliminary sentiment index decreased to 81.8 in May from 84.1 in April, data released showed today. The median projection in a Bloomberg survey of economists called for a gain to 84.5. The Standard & Poor��s 500 Index of stocks fell as much as 0.3 percent. Gold jumped 7.8 percent in the first four months of 2014 amid tension in Ukraine and concern that the U.S. economy was slowing.
Gold futures for June delivery fell less than 0.1 percent to settle at $1,293.40 an ounce at 1:41 p.m. on the Comex in New York. The metal rose 0.5 percent this week, the most since April 25.
The top U.S. and U.K. diplomats vowed to punish Russia with industrywide sanctions if this month��s Ukrainian presidential election is undermined, as the Kiev government��s forces moved to flush out separatists in the east.
Source : Bloomberg

Friday, May 16, 2014

Kelompok Separatis Bertekad Ganggu Pilpres di Ukraina

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 3:54 AM No comments


Kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina timur berencana untuk mengganggu pemilu presiden di Ukraina yang dijadwalkan berlangsung tanggal 25 Mei mendatang.
DONETSK, UKRAINA TIMUR — Bagi para separatis, mengganggu pelaksanaan pemilu merupakan pekerjaan mudah. Mereka cukup mengerahkan sembilan laki-laki bersenjata menuju ke kantor utama Komisi Pemilu di Donetsk Rabu (14/5) lalu dan mengumumkan bahwa kantor itu diduduki. Kecuali barak-barak militer Ukraina, para pejuang separatis telah menduduki hampir semua gedung yang mereka inginkan di Donetsk.
Polisi Donetsk tidak akan menghentikan mereka. Banyak polisi yang tampaknya mendukung kelompok separatis itu. Lainnya menanti apakah kelompok separatis atau pemerintah Ukraina yang akan menang dalam adu kekuatan di Donetsk dan Luhansk. Militer Ukraina cukup sedikit.
Pada malam menjelang referendum pemisahan diri dari Ukraina, pemimpin kelompok separatis Luhansk – Valery Bolotov mengatakan warga di Ukraina Timur tidak ingin ikut dalam pemilu presiden Ukraina.
Pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat telah mengecam referendum pemisahan diri Donetsk dan Luhansk.
Pemimpin-pemimpin kelompok separatis berkeras mereka akan menghentikan proses pemungutan suara agar tidak berlangsung di bagian timur negara itu. Sementara bagi Ukraina, pemilu presiden merupakan hal penting. Ini adalah pemilu pertama Ukraina sejak demonstran pro-Barat menggulingkan pemerintahan pro-Rusia pimpinan Viktor Yanukovych – yang berasal dari Donetsk – dan pemilu ini merupakan kesempatan untuk menghentikan perpecahan di Ukraina.
Beberapa jajak pendapat memperlihatkan bahwa pemerintah sementara tidak populer di seluruh Ukraina. Dalam sebuah survei, lebih dari separuh responden di seluruh Ukraina Timur mengatakan mereka menilai pemerintah sementara Ukraina tidak sah. Kelompok bersenjata yang masuk ke kantor komisi pemilihan umum memerintahkan seluruh staf untuk keluar dengan mengatakan pemilu itu tidak sah.
Serhiy Taruta – gubernur resmi daerah itu – mengatakan Ukraina tidak kehilangan kontrol atas Donetsk, propinsi yang berpenduduk 4,3 juta jiwa atau 10% dari jumlah penduduk Ukraina, dan industri-industri berat yang ada di daerah itu.
Serhiy Taruta mengatakan sebagian besar institusi, kantor dan pabrik di seluruh Donetsk berfungsi normal dan rencana untuk mendesentralisasi kekuasan akan memperlemah pemberontakan separatis.
Pejabat-pejabat Ukraina berkeras pemilu akan tetap dilangsungkan, kecuali di kota Slovyanks yang sedang bergejolak, yang terletak ratusan kilometer di utara Donetsk. Kota itu secara keseluruhan telah dikuasai oleh kelompok separatis dan ada rencana agar warga kota Slovyansk mengikuti pemilu di kota lain yang lebih besar seperti Kramatorsk.
Tetapi hari Rabu, kelompok separatis menculik kepala komisi pemilu di sana, pejabat pemilu ketiga dari kota itu yang diculik bulan ini.
Pemerintah Ukraina tampaknya akan menghadapi masalah keamanan pemilu yang besar. Penasehat-penasehat asing pemilu menunjukkan kekhawatiran beberapa pekan lalu bahwa pemerintah tidak mengantisipasi masalah ini dan belum menetapkan rencana pengamanan di TPS-TPS atau bagi pejabat-pejabat lokal yang mengawasi jalannya pemilu itu.
Survey terbaru menunjukkan 85% warga Ukraina akan memberikan suara dalam pemilu tanggal 25 Mei, yang digambarkan Duta Besar Amerika Untuk Ukraina sebagai “pemilu terpenting dalam sejarah kemerdekaan Ukraina”.
Tetapi jika pemilu di Ukraina Timur gagal, hal itu hanya akan memperburuk krisis di Ukraina.
Sumber : VOA
Kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina timur berencana untuk mengganggu pemilu presiden di Ukraina yang dijadwalkan berlangsung tanggal 25 Mei mendatang.
DONETSK, UKRAINA TIMUR — Bagi para separatis, mengganggu pelaksanaan pemilu merupakan pekerjaan mudah. Mereka cukup mengerahkan sembilan laki-laki bersenjata menuju ke kantor utama Komisi Pemilu di Donetsk Rabu (14/5) lalu dan mengumumkan bahwa kantor itu diduduki. Kecuali barak-barak militer Ukraina, para pejuang separatis telah menduduki hampir semua gedung yang mereka inginkan di Donetsk.
Polisi Donetsk tidak akan menghentikan mereka. Banyak polisi yang tampaknya mendukung kelompok separatis itu. Lainnya menanti apakah kelompok separatis atau pemerintah Ukraina yang akan menang dalam adu kekuatan di Donetsk dan Luhansk. Militer Ukraina cukup sedikit.
Pada malam menjelang referendum pemisahan diri dari Ukraina, pemimpin kelompok separatis Luhansk – Valery Bolotov mengatakan warga di Ukraina Timur tidak ingin ikut dalam pemilu presiden Ukraina.
Pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat telah mengecam referendum pemisahan diri Donetsk dan Luhansk.
Pemimpin-pemimpin kelompok separatis berkeras mereka akan menghentikan proses pemungutan suara agar tidak berlangsung di bagian timur negara itu. Sementara bagi Ukraina, pemilu presiden merupakan hal penting. Ini adalah pemilu pertama Ukraina sejak demonstran pro-Barat menggulingkan pemerintahan pro-Rusia pimpinan Viktor Yanukovych – yang berasal dari Donetsk – dan pemilu ini merupakan kesempatan untuk menghentikan perpecahan di Ukraina.
Beberapa jajak pendapat memperlihatkan bahwa pemerintah sementara tidak populer di seluruh Ukraina. Dalam sebuah survei, lebih dari separuh responden di seluruh Ukraina Timur mengatakan mereka menilai pemerintah sementara Ukraina tidak sah. Kelompok bersenjata yang masuk ke kantor komisi pemilihan umum memerintahkan seluruh staf untuk keluar dengan mengatakan pemilu itu tidak sah.
Serhiy Taruta – gubernur resmi daerah itu – mengatakan Ukraina tidak kehilangan kontrol atas Donetsk, propinsi yang berpenduduk 4,3 juta jiwa atau 10% dari jumlah penduduk Ukraina, dan industri-industri berat yang ada di daerah itu.
Serhiy Taruta mengatakan sebagian besar institusi, kantor dan pabrik di seluruh Donetsk berfungsi normal dan rencana untuk mendesentralisasi kekuasan akan memperlemah pemberontakan separatis.
Pejabat-pejabat Ukraina berkeras pemilu akan tetap dilangsungkan, kecuali di kota Slovyanks yang sedang bergejolak, yang terletak ratusan kilometer di utara Donetsk. Kota itu secara keseluruhan telah dikuasai oleh kelompok separatis dan ada rencana agar warga kota Slovyansk mengikuti pemilu di kota lain yang lebih besar seperti Kramatorsk.
Tetapi hari Rabu, kelompok separatis menculik kepala komisi pemilu di sana, pejabat pemilu ketiga dari kota itu yang diculik bulan ini.
Pemerintah Ukraina tampaknya akan menghadapi masalah keamanan pemilu yang besar. Penasehat-penasehat asing pemilu menunjukkan kekhawatiran beberapa pekan lalu bahwa pemerintah tidak mengantisipasi masalah ini dan belum menetapkan rencana pengamanan di TPS-TPS atau bagi pejabat-pejabat lokal yang mengawasi jalannya pemilu itu.
Survey terbaru menunjukkan 85% warga Ukraina akan memberikan suara dalam pemilu tanggal 25 Mei, yang digambarkan Duta Besar Amerika Untuk Ukraina sebagai “pemilu terpenting dalam sejarah kemerdekaan Ukraina”.
Tetapi jika pemilu di Ukraina Timur gagal, hal itu hanya akan memperburuk krisis di Ukraina.
Sumber : VOA

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search