English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, April 29, 2015

Dollar Amerika Turun Menjelang Keputusan Kebijakan The Fed

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:07 AM No comments


Dolar melunak di perdagangan Asia Rabu pagi pada ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menunda kenaikan suku bunga mengikuti data-data ekonomi terbaru yang menunjuk kepada perlambatan pertumbuhan di ekonomi terbesar dunia tersebut, kata para analis.
Greenback jatuh ke ¥ 118,83 pada perdagangan pertengahan pagi dari level ¥ 118,88 di New York kemarin dan tajam lebih rendah dari posisi ¥ 119,10 yang tercatat di Asia Selasa kemarin.
Dan sementara euro naik tipis ke $ 1,0969 dari $ 1,0880 pada Selasa sebelumnya.
Komite kebijakan moneter AS, Fed akan mengakhiri pertemuan yang dilangsungkan selama dua hari pada Rabu ini dan para pedagang bertaruh pada penundaan kenaikan suku bunga sambil juga mencari beberapa petunjuk tentang niat dari kebijakan moneternya di akhir tahun.
Bank sentral AS sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa kenaikan kemungkinan akan dilaksanakan pada bulan Juni, tetapi analis sekarang berspekulasi pada awal bulan September menyusul serentetan hasil angka ekonomi yang ringan.
Yang terbaru muncul di hari Selasa ketika Conference Board melaporkan indeks kepercayaan konsumen mengalami kejatuhan pada bulan Maret, bukan naik seperti yang diharapkan. Juga dilaporkan adanya pertumbuhan pesimisme tentang kondisi ekonomi Amerika jangka pendek saat ini.
'Harapan untuk malam ini ... keputusan bisa berubah secara signifikan, dengan harapan dimundurkannya jadual kenaikan dari semula Juni menjadi setidaknya Septembermendatang, mengirimkan dolar AS untuk bergerak mundur,' kata Nicholas Teo, analis pasar dari CMC Markets di Singapura.
Juga dalam fokus adalah estimasi pertama dari pemerintah AS terkait pertumbuhan ekonomi untuk kuartal pertama, dengan analis memprediksi di rata-rata 1,0 persen, turun dari 2,2 persen pada tiga bulan sebelumnya. (brc)
Sumber : Bloomberg
Dolar melunak di perdagangan Asia Rabu pagi pada ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menunda kenaikan suku bunga mengikuti data-data ekonomi terbaru yang menunjuk kepada perlambatan pertumbuhan di ekonomi terbesar dunia tersebut, kata para analis.
Greenback jatuh ke ¥ 118,83 pada perdagangan pertengahan pagi dari level ¥ 118,88 di New York kemarin dan tajam lebih rendah dari posisi ¥ 119,10 yang tercatat di Asia Selasa kemarin.
Dan sementara euro naik tipis ke $ 1,0969 dari $ 1,0880 pada Selasa sebelumnya.
Komite kebijakan moneter AS, Fed akan mengakhiri pertemuan yang dilangsungkan selama dua hari pada Rabu ini dan para pedagang bertaruh pada penundaan kenaikan suku bunga sambil juga mencari beberapa petunjuk tentang niat dari kebijakan moneternya di akhir tahun.
Bank sentral AS sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa kenaikan kemungkinan akan dilaksanakan pada bulan Juni, tetapi analis sekarang berspekulasi pada awal bulan September menyusul serentetan hasil angka ekonomi yang ringan.
Yang terbaru muncul di hari Selasa ketika Conference Board melaporkan indeks kepercayaan konsumen mengalami kejatuhan pada bulan Maret, bukan naik seperti yang diharapkan. Juga dilaporkan adanya pertumbuhan pesimisme tentang kondisi ekonomi Amerika jangka pendek saat ini.
'Harapan untuk malam ini ... keputusan bisa berubah secara signifikan, dengan harapan dimundurkannya jadual kenaikan dari semula Juni menjadi setidaknya Septembermendatang, mengirimkan dolar AS untuk bergerak mundur,' kata Nicholas Teo, analis pasar dari CMC Markets di Singapura.
Juga dalam fokus adalah estimasi pertama dari pemerintah AS terkait pertumbuhan ekonomi untuk kuartal pertama, dengan analis memprediksi di rata-rata 1,0 persen, turun dari 2,2 persen pada tiga bulan sebelumnya. (brc)
Sumber : Bloomberg

Gold Holds Near Three-Week High as Investors Await Fed’s Outlook

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:06 AM No comments


Gold held near a three-week high as investors awaited guidance from the Federal Reserve on when interest rates may rise amid speculation that policy makers may push back the start of higher borrowing costs.
Bullion for immediate delivery traded at $1,210.52 an ounce at 11 a.m. in Singapore from $1,212.17 on Tuesday, according to Bloomberg generic pricing. The metal climbed for a second day on April 28, gaining to $1,215.16, the highest since April 7. Gold in Shanghai rose to a two-week high.
The Federal Open Market Committee will issue a policy statement at the end of a two-day meeting on Wednesday as recent signs of uneven U.S. economic growth damped expectations that rates will rise soon. Economists surveyed by Bloomberg News expect that the Fed’s long-awaited liftoff on the benchmark rate won’t happen until September. The dollar dropped for a fifth day on Tuesday to cap the longest losing run since July.
“Focus will be on the FOMC meeting and weakness in the U.S. dollar, which should support commodities, particularly gold,” Australia & New Zealand Banking Group Ltd. wrote in a note. “Greater volatility is expected for gold.”
Gold for June delivery declined 0.3 percent to $1,210 an ounce on the Comex. Bullion of 99.99 percent purity climbed as much as 0.6 percent to 242 yuan a gram ($1,213.08 an ounce) on the Shanghai Gold Exchange, the highest level since April 13.
Silver for immediate delivery fell 0.4 percent to $16.5726 an ounce after two days of gains. Platinum was 0.1 percent lower at $1,156.38 an ounce, while palladium lost 0.1 percent to $776.85 an ounce.
Source : Bloomberg
Gold held near a three-week high as investors awaited guidance from the Federal Reserve on when interest rates may rise amid speculation that policy makers may push back the start of higher borrowing costs.
Bullion for immediate delivery traded at $1,210.52 an ounce at 11 a.m. in Singapore from $1,212.17 on Tuesday, according to Bloomberg generic pricing. The metal climbed for a second day on April 28, gaining to $1,215.16, the highest since April 7. Gold in Shanghai rose to a two-week high.
The Federal Open Market Committee will issue a policy statement at the end of a two-day meeting on Wednesday as recent signs of uneven U.S. economic growth damped expectations that rates will rise soon. Economists surveyed by Bloomberg News expect that the Fed’s long-awaited liftoff on the benchmark rate won’t happen until September. The dollar dropped for a fifth day on Tuesday to cap the longest losing run since July.
“Focus will be on the FOMC meeting and weakness in the U.S. dollar, which should support commodities, particularly gold,” Australia & New Zealand Banking Group Ltd. wrote in a note. “Greater volatility is expected for gold.”
Gold for June delivery declined 0.3 percent to $1,210 an ounce on the Comex. Bullion of 99.99 percent purity climbed as much as 0.6 percent to 242 yuan a gram ($1,213.08 an ounce) on the Shanghai Gold Exchange, the highest level since April 13.
Silver for immediate delivery fell 0.4 percent to $16.5726 an ounce after two days of gains. Platinum was 0.1 percent lower at $1,156.38 an ounce, while palladium lost 0.1 percent to $776.85 an ounce.
Source : Bloomberg

Tunggu Outlook Suku Bunga The Fed, Emas Bertahan di Tiga Pekan Tertinggi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:01 AM No comments


Emas bertahan di dekat tiga minggu tingginya karena para investor masih menunggu petunjuk dari Federal Reserve terkait kapan mulai dinaikannya tingkat suku bunga di tengah spekulasi bahwa para pembuat kebijakan moneter Amerika tersebut dapat kembali memundurkan jadual kenaikan suku bunganya itu.
Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada $ 1,210.52 per ounce pukul 11 pagi di Singapura dari posisi $ 1,212.17 pada hari Selasa kemarin, menurut harga generic dari Bloomberg. Logam kuning itu naik untuk hari kedua pada tanggal 28 April, gain ke $ 1,215.16, level tertinggi sejak 7 April. Emas di Shanghai naik ke level tertinggi dua minggu.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan mengeluarkan pernyataan kebijakan pada akhir pertemuan dua hari, Rabu waktu setempat ditengah tanda-tanda terbaru dari pertumbuhan ekonomi AS yang tidak merata meredam ekspektasi kenaikan suku bunga secepatnya. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg News berharap bahwa aksi untuk kenaikan suku bunga yang lama ditunggu-tunggu tidak akan terjadi sampai September mendatang. Dolar turun untuk hari kelima pada hari Selas, menandai penurunan terpanjangnya sejak Juli.
'Fokus akan berada pada pertemuan FOMC dan melemahnya dolar AS, yang seharusnya bisa mendukung harga komoditas, terutama emas,' Australia & New Zealand Banking Group Ltd menulis dalam sebuah catatan. 'Volatilitas yang lebih besar diharapkan terjadi di harga emas.'
Emas untuk pengiriman Juni turun 0,3 persen menjadi $ 1.210 per ounce di Comex. Bullion dari kemurnian 99,99 persen itu naik sebanyak 0,6 persen menjadi 242 yuan per gram ($ 1,213.08 per ounce) pada Shanghai Gold Exchange, level tertinggi sejak 13 April. (brc)
Sumber : Bloomberg
Emas bertahan di dekat tiga minggu tingginya karena para investor masih menunggu petunjuk dari Federal Reserve terkait kapan mulai dinaikannya tingkat suku bunga di tengah spekulasi bahwa para pembuat kebijakan moneter Amerika tersebut dapat kembali memundurkan jadual kenaikan suku bunganya itu.
Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada $ 1,210.52 per ounce pukul 11 pagi di Singapura dari posisi $ 1,212.17 pada hari Selasa kemarin, menurut harga generic dari Bloomberg. Logam kuning itu naik untuk hari kedua pada tanggal 28 April, gain ke $ 1,215.16, level tertinggi sejak 7 April. Emas di Shanghai naik ke level tertinggi dua minggu.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan mengeluarkan pernyataan kebijakan pada akhir pertemuan dua hari, Rabu waktu setempat ditengah tanda-tanda terbaru dari pertumbuhan ekonomi AS yang tidak merata meredam ekspektasi kenaikan suku bunga secepatnya. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg News berharap bahwa aksi untuk kenaikan suku bunga yang lama ditunggu-tunggu tidak akan terjadi sampai September mendatang. Dolar turun untuk hari kelima pada hari Selas, menandai penurunan terpanjangnya sejak Juli.
'Fokus akan berada pada pertemuan FOMC dan melemahnya dolar AS, yang seharusnya bisa mendukung harga komoditas, terutama emas,' Australia & New Zealand Banking Group Ltd menulis dalam sebuah catatan. 'Volatilitas yang lebih besar diharapkan terjadi di harga emas.'
Emas untuk pengiriman Juni turun 0,3 persen menjadi $ 1.210 per ounce di Comex. Bullion dari kemurnian 99,99 persen itu naik sebanyak 0,6 persen menjadi 242 yuan per gram ($ 1,213.08 per ounce) pada Shanghai Gold Exchange, level tertinggi sejak 13 April. (brc)
Sumber : Bloomberg

Tuesday, April 28, 2015

Indonesia Executions Spur Australia to Recall Ambassador

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:59 PM No comments


Indonesia executed seven foreigners including two Australians for drug smuggling, prompting Australia to recall its ambassador and warn the deaths had damaged relations.
Myuran Sukumaran and Andrew Chan, who were arrested for attempting to smuggle heroin out of Bali in 2005, were killed by firing squad along with three Nigerians, one Brazilian, a Ghanaian and an Indonesian. A Filipino due to be executed was given a reprieve.
Prime Minister Tony Abbott said Australia would take the “unprecedented” step of withdrawing its ambassador for consultations and called the executions cruel and unnecessary. Australia made more than 50 appeals for clemency and Abbott told reporters on Wednesday the men’s deaths mark “a dark moment in the relationship” with Indonesia.
The two countries have had prior episodes of friction that threatened to overshadow economic and strategic ties. Australia has been seeking to finalize a free-trade pact with Indonesia and the two cooperate on anti-terrorism measures and efforts to prevent people smugglers bringing asylum seekers to Australia by boat.
“Australia’s making a point but it can’t afford to escalate this further, because it doesn’t have any leverage over Indonesia and the relationship is already brittle,” said John Blaxland, a senior fellow at the Australian National University’s Strategic and Defence Studies Centre in Canberra. “Abbott can’t afford to let this moment become a defining one” with the nation’s northern neighbor, he said.
Source : Bloomberg
Indonesia executed seven foreigners including two Australians for drug smuggling, prompting Australia to recall its ambassador and warn the deaths had damaged relations.
Myuran Sukumaran and Andrew Chan, who were arrested for attempting to smuggle heroin out of Bali in 2005, were killed by firing squad along with three Nigerians, one Brazilian, a Ghanaian and an Indonesian. A Filipino due to be executed was given a reprieve.
Prime Minister Tony Abbott said Australia would take the “unprecedented” step of withdrawing its ambassador for consultations and called the executions cruel and unnecessary. Australia made more than 50 appeals for clemency and Abbott told reporters on Wednesday the men’s deaths mark “a dark moment in the relationship” with Indonesia.
The two countries have had prior episodes of friction that threatened to overshadow economic and strategic ties. Australia has been seeking to finalize a free-trade pact with Indonesia and the two cooperate on anti-terrorism measures and efforts to prevent people smugglers bringing asylum seekers to Australia by boat.
“Australia’s making a point but it can’t afford to escalate this further, because it doesn’t have any leverage over Indonesia and the relationship is already brittle,” said John Blaxland, a senior fellow at the Australian National University’s Strategic and Defence Studies Centre in Canberra. “Abbott can’t afford to let this moment become a defining one” with the nation’s northern neighbor, he said.
Source : Bloomberg
 

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search