English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Sunday, July 9, 2017


PT Kontak Perkasa Berjangka - Emas bertahan di level terendah dalam hampir empat bulan setelah kenaikan melebihi perkiraan data pekerjaan AS memperkuat kepercayaan terhadap pertumbuhan global.

Bullion untuk pengiriman segera melemah 0,1% ke level $ 1,211.31 / oz pada pukul 9:19 pagi waktu Singapura; pasca turun 1% ke level $ 1,212.46 pada hari Jumat, yang merupakan penutupan terendah sejak 14 Maret: harga publik Bloomberg menunjukkan. Bloomberg Dollar Spot Index sedikit berubah setelah naik 0,4% minggu lalu.

"Angka payroll AS yang kuat memicu aksi jual di sektor logam mulia seiring melonjaknya obligasi treasury AS," analis ANZ menulis dalam sebuah catatan hari ini.

Di logam mulia lainnya, perak turun 0,8% ke level $ 154865 / oz, setelah ditutup pada $ 15.6150 pada hari Jumat, yang terendah sejak April 2016. Sementara itu, baik platinum maupun paladium diperdagangkan 0,1% lebih rendah pada $ 906.10 / oz dan $ 840.24 / oz masing-masing.

news edited by pt kontak perkasa berjangka balikpapan

Thursday, July 6, 2017

Kontak Perkasa Futures | Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Hamburg, Jerman, Jumat dini hari WIB untuk menghadiri KTT G20 yang akan berlangsung di kota itu 7-8 Juli 2017.


Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Bandara Internasional Helmut-Schmidt Hamburg, Jerman pada Kamis (6/7) pukul 21.10 Waktu Setempat (WS) atau Jumat pukul 02.10 WIB.



Sebelumnya Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan Ibu Iriana beserta rombongan lepas landas dari Bandara Internasional Esenboga Havalimani Ankara, Turki, menuju Bandara Internasional Helmut-Schmidt Hamburg, Jerman, pada Kamis (6/7), pukul 18.50 Waktu Setempat (WS) atau pukul 22.50 WIB.



Usai menempuh penerbangan selama 3 jam 20 menit, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 tiba di Bandara Internasional Helmut-Schmidt Hamburg pada Jumat dini hari.



Kepala Protokol Jerman Jurgen Christian Mertens beserta Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo, menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Iriana di pintu pesawat sambil mempersilakan keduanya untuk ke luar dari pesawat.



Selanjutnya Kepala Negara beserta rombongan langsung menuju hotel tempat menginap selama di Hamburg.



Setibanya di hotel, dua anak perwakilan putra dan putri masyarakat Indonesia di Hamburg berpakaian adat turut menyambut Presiden dan Ibu Iriana sambil memberikan bunga tangan sebagai ucapan selamat datang.


Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Konsul Jenderal RI Hamburg Sylvia Arifin, Konsul Jenderal RI Frankfurt Wahyu Hersetiati dan Wakil Kepala Perwakilan KBRI Berlin Perry Pada, menyambut Presiden dan Ibu Iriana di depan pintu hotel.



Dalam lawatannya kali ini, Kepala Negara akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan diselenggarakan pada tanggal 7 hingga 8 Juli 2017.



Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala BKPM Thomas Lembong


Wednesday, July 5, 2017


Survei PBB: Singapura, Terbaik untuk Keamanan Siber di Dunia
PT kontak Perkasa Futures |  Hasil survei PBB tentang keamanan siber menyebutkan hanya Singapura dari 195 negara di dunia yang mendekati sempurna untuk keamanan siber.


Urutan kedua hingga 10 ditempati masing-masing Amerika Serikat, diikuti Malaysia, Oman, Estonia, Mauritius, Australia, Georgia, Prancis dan Kanada.  Adapun Rusia berada di urutan 11, India di urutan 25, Jerman di urutan 26 dan Cina berada di ranking 34. 



Menariknya, sistem keamanan siber Korea Utara berada di ranking 57, ranking ini jauh lebih baik dibandingkan dengan pembangunan ekonomi negara itu. 



Sementara PBB mencatat sistem keamanan siber yang dianggap buruk bahkan terburuk antara lain Andorra, Liechtenstein, Monako, San Marino. Vatikan berada di urutan 186. Sementara Guinea Equatorial terburuk dengan skor nol. 



Survei yang diadakan badan PBB, International Telecomunication Union atau ITU menemukan sejumlah kelemahan dalam sistem keamanan siber, baik di negara-negara kaya maupun berkembang. 



"Masih ditemukan jurang di antara negara-negara dalam artian kesadaran, pemahaman, pengetahuan, dan terakhir kapasitas untuk menerapkan strategi, kapabilitas dan program yang layak," kata PBB dalam surveinya seperti dikutip dari Reuters, 5 Mei 2017.






Survei PBB ini didasarkan pada hukum yang berlaku di masing-masing negara, lembaga atau organisasi teknis, pendidikan mereka, kapabilitas riset serta jaringan kerja sama dalam membagikan informasi.



"Keamanan siber merupakan penerapan secara harmonis ekosistem  hukum, organisasi, keterampilan, kerja sama, dan penerapan teknis secara sangat efektif," ujar survei PBB. 



Adapun langkah awal yang penting adalah melaksanakan strategi keamanan nasional. Hanya saja 50 persen dari negara-negara yang disurvei tidak memilikinya. 


Tak heran hasil survei PBB tentang keamanan survei di 195 negara menunjukkan negara-negara kaya pun belum tentu memiliki keamanan siber yang baik. 

Tuesday, July 4, 2017

PT Kontak Perkasa | Uji Coba Rudal Korea Utara

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:50 PM No comments
Uji Coba Rudal Korea Utara, Analis: Bisa Menjangkau Alaska

PT Kontak Perkasa | Washington - Korea Utara kembali melakukan uji coba yang diduga sebagai rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missile (ICBM) pada Selasa, 4 Juli 2017. Dari pengamatan dua analis, rudal ini diprediksi bisa menjangkau wilayah Alaska, Amerika Serikat.

Pada awalnya, Amerika menduga Korea Utara menguji coba rudal KN-17 dengan jarak jangkauan menengah. Namun seperti dilansir dari CNN, analis menilai bahwa rudal yang diujicoba adalah ICBM. Misil yang diujicobakan itu terbang sejauh 885 kilometer dan jatuh di perairan barat Jepang.

Ahli taktik militer Amerika dikabarkan sedang mendalami data dan informasi intelijen yang didapatkan dari satelit, pesawat, dan sistem lain untuk memastikan informasi ini. "Klaim itu diterima secara serius," ujar pejabat senior.


silahkan baca :

 Polisi Telusuri Pemasang Bendera ISIS

Klaim jangkauan misil ini mendapat perhatian serius dari Gedung Putih. Pertemuan darurat diadakan antara militer, diplomat, dan kemanan nasional Amerika Serikat. Mereka membahas opsi yang disiapkan jika klaim itu terbukti benar.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump lewat twitter pribadinya menyayangkan langkah uji coba ini. "Korea Utara baru saja meluncurkan misil lain. Apakah pria ini (Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un) memiliki hal lain yang lebih baik dalam hidupnya?" kata Trump.

Trump pun berharap Cina dapat memberikan dukungan untuk menghentikan langkah Korea Utara selanjutnya. "Mungkin Cina akan membuat gerakan besar pada Korea Utara dan mengakhiri omong kosong ini sekarang dan untuk selamanya," cuit Trump.

Sebelumnya, Korea Utara melakukan uji coba rudal yang sama. Uji coba itu dilakukan sehari setelah Amerika Serikat meminta Cina untuk lebih menekan Korea Utara lewat bidang ekonomi dan diplomasi. Tujuannya, agar Korea Utara mengendalikan program rudal dan nuklirnya selama pertemuan tingkat tinggi di Washington tentang ketegangan di Semenanjung Korea.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search