English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, November 15, 2017

Minyak Mentah Melemah, Batu Bara Rebound | PT Kontak Perkasa

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:50 PM No comments


PT Kontak PerkasaHarga batu bara mengakhiri reli pelemahan dua harinya pada perdagangan kemarin, Rabu (15/11/2017), meski pada saat yang sama harga minyak mentah melemah.
Pada perdagangan Rabu (15/11), harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup rebound 0,39% atau 0,35 poin di US$90,10/metrik ton.
Harga batu bara mengakhiri pelemahannya setelah pada perdagangan Selasa (14/11), harga batu bara ditutup anjlok 2,34% atau 2,15 poin ke level US$89,75/metrik ton.
Berbanding terbalik dengan harga batu bara, harga minyak mentah melemah setelah Rusia dikabarkan ragu bahwa OPEC harus memperpanjang upaya pembatasan produksi dalam pertemuan yang akan digelar bulan ini.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember berakhir turun 37 sen di US$55,33 per barel di New York Mercantile Exchange, level terendah sejak 2 November. Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 11% di bawah rata-rata 100 hari.
Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Januari ditutup melemah 34 sen di US$61,87 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.
Seperti dilansir Bloomberg, Rusia dilaporkan percaya bahwa masih terlalu dini untuk mengumumkan kemungkinan perpanjangan upaya pembatasan produksi dalam pertemuan OPEC pada akhir bulan ini.
“Kedengarannya seperti ada beberapa wacana antara OPEC dan negara non-OPEC dalam hal tidak melakukan sesuatu pada akhir bulan ini,” kata Nick Holmes, seorang analis di Tortoise Capital Advisors LLC., seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (16/11/2017).
OPEC belum terlihat telah meyakinkan Rusia, salah satu mitranya dalam kesepakatan tersebut, bahwa sebuah keputusan untuk memperpanjang upaya pengurangan produksi diperlukan saat kelompok tersebut bertemu di Wina akhir bulan ini.
Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam
Tanggal                                    
US$/MT
15 November
90,10
(+0,39%)
14 November
89,75
(-2,34%)
13 November
91,90
(-0,05%)
10 November
91,95
(+1,04%)
9 November
91,00
(-0,22%)

Tuesday, November 14, 2017

Kontak Perkasa Futures  | Oso Securities memproyeksikan IHSG masih akan bergerak melemah di kisaran 5,969 - 6,011.
Tim analis Oso Securities menyebutkan IHSG ditutup turun dan break down support trendline dengan volume turun. Stochastic, RSI bergerak bearish dan MACD histogram negatif sedangkan line dead cross.
IHSG berpeluang menuju support harmonic fibonacci rasio 61,8%.
"IHSG kami perkirakan masih akan bergerak melemah di kisaran 5,969 - 6,011," tulis riset mereka.
Berikut beberapa saham memiliki potensi kenaikan yaitu :
APLN, ASRI, BKSL, BRPT, BSDE, DOID, ISAT, LPPF, MEDC, MIKA dan SCMA.
Pada perdagangan kemarin (14/11), IHSG ditutup turun 0.55% ke level 5,988.29. Sembilan dari sepuluh indeks sektoral
berakhir dalam zona merah, dimana sektor barang konsumsi dan keuangan memimpin penurunan sebesar 1.01% dan 0.86%.

Berikut beberapa saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya : BBRI, BMRI, LPKR,SMRA, dan INDY.
Pelaku pasar mengantisipasi rilisnya data neraca perdagangan bulan Oktober pada pekan ini, dimana neraca Perdagangan
diperkirakan suplus sebesar USD 1.1 miliar atau lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang surplus USD 1.76 miliar.
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp 721.85 miliar.

Monday, November 13, 2017

Minyak Sentuh Level Tertinggi 2,5 Tahun, Batu Bara Berbalik Tertekan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:43 PM No comments
PT Kontak Perkasa Futures  | Harga batu bara berbalik melemah pada akhir perdagangan kemarin, Senin (13/11/2017), meski pada saat yang sama harga minyak mentah berhasil menguat.
Pada perdagangan Senin (13/11), harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 0,05% atau 0,05 poin di US$91,90/metrik ton.
Harga batu bara kembali ditutup melemah setelah pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (10/11), harga batu bara ditutup rebound 1,04% atau 0,95 poin ke level US$91,95/metrik ton.
Di sisi lain, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) berakhir di level tertingginya dalam dua setengah tahun pada akhir perdagangan Senin setelah OPEC mendorong proyeksi permintaan untuk tahun depan.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember ditutup 2 sen lebih tinggi di US$56,76 per barel di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Januari ditutup melemah 36 sen di US$63,16 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.
Menurut laporan bulanan OPEC, organisasi negara-negara pengekspor minyak tersebut meningkatkan perkiraannya untuk jumlah yang akan perlu dipompa untuk memenuhi permintaan tahun depan sebesar 400.000 barel per hari menjadi 33,4 juta per hari.
“Dengan OPEC menaikkan perkiraannya, ada ekspektasi bahwa pasar menjadi lebih ketat. Kita telah bergerak dari kelebihan suplai menjadi lebih seimbang,” ujar Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group Inc., seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (14/11/2017).
Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam
Tanggal                                    
US$/MT
13 November
91,90
(-0,05%)
10 November
91,95
(+1,04%)
9 November
91,00
(-0,22%)
8 November
91,20
(-0,60%)
7 November
91,75
(-0,49%)



Sunday, November 12, 2017

Kurs Rupiah Pekan Depan Diperkirakan Melemah Hingga 13.548

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:02 PM No comments
Kurs Rupiah Pekan Depan Diperkirakan Melemah Hingga 13.548
PT Kontak PerkasaKurs rupiah terhadap dolar AS pada pekan depan diprediksi bakal melemah. Menurut analis Binaartha Securitas Reza Priyambada adanya pelemahan di akhir pekan yang dapat membuka peluang penurunan lanjutan.
"Rupiah pekan depan diperkirakan di level 13.548 sampai 13.482," kata Reza Priyambada, Ahad, 12 November 2017.
Reza menilai bila rupiah tidak mampu menyerap sentimen positif, pelemahan nilai tukar akan berlanjut. "Untuk itu, diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas agar rupiah dapat kembali menemukan momentum pembalikan arah naik," kata Reza Priyambada.
Reza mengingatkan untuk tetap perlu mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menghalangi potensi penguatan lanjutan pada rupiah, terutama dari imbas rilis data-data ekonomi di pekan depan.
Situs resmi Bank Indonesia mencatat kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebesar Rp 13.514 pada 10 November 2017. Pergerakan nilai tukar rupiah di pekan kemarin kembali mengalami pelemahan seiring minimnya sentimen positif dari dalam negeri yang mampu mengangkat rupiah.
Terdepresiasinya dolar AS menurut Reza belum cukup kuat mengangkat rupiah. Adapun nilai tukar rupiah melemah -0,26 persen atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang menguat sebesar 0,26 persen.
Pada pekan kemarin, laju rupiah sempat melemah ke level 13.538 atau lebih baik dari sebelumnya di 13.640. Sementara level tertinggi yang dicapai di angka 13.493 di bawah level high sebelumnya di 13.475. Laju rupiah di pekan kemarin bergerak di atas target support 13.620 di bawah resisten 13.470.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search