English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, December 7, 2017

Sentimen Negatif Berlalu, WTI Rebound | Kontak Perkasa Futures

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:51 PM No comments
Kontak perkasa Futures | Minyak berada di jalur untuk penguatan tahunan yang kedua kalinya setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain termasuk Rusia setuju untuk memperpanjang kesepakatan pemangkasan pasokan hingga akhir tahun depan.
Sementara itu, Arab Saudi akan tetap "proaktif" mengenai pengelolaan pasokan minyak mentah global jika minyak mentah Brent turun di bawah US$60 per barel, kata Amrita Sen, kepala analis pasar minyak Energy Aspects.
Harga minyak rebound setelah pada sesi sebelumnya tertekan oleh data Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan persediaan bensin AS meningkat sebesar 6,78 juta barel pekan lalu, kenaikan terbesar sejak Januari.
Sementara itu, produksi minyak meningkat menjadi 9,71 juta barel per hari, level tertinggi dalam data mingguan yang disusun oleh EIA sejak 1983.
"Risiko pertumbuhan produksi shale lebih lanjut dan pertumbuhan produksi dalam negeri, yang kami lihat pada hari Rabu, adalah faktor negatif yang lebih besar yang akan terjadi dalam beberapa minggu mendatang," kata Haworth.
"Tapi untuk saat ini, pasar benar-benar menunggu untuk melihat data dan sebaliknya tenor bullish masih bertahan," lanjutnya.

SIMAK : 

Pantau Pergerakan Rupiah dari Pembukaan Hingga Penutupan


Wednesday, December 6, 2017

Saham Teknologi Pulih, Indeks Wall Street Masih Melemah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:25 PM No comments

PT Kontak Perkasa Futures | Mayoritas bursa saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (6/12/2017), dengan saham teknologi yang menguat, namun tidak dapat mengimbangi pelemahan sektor energi karena harga minyak turun lebih dari 2%.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 0,16% ke level 24.140,91 sementara indeks Standard & Poor’s 500 melemah 0,01% ke 2.629,27. Adapun indeks Nasdaq Composite menguat 0,21% ke 6.776,38.

Indeks S&P 500 melemah dalam empat sesi berturut-turut, menandakan adanya ketidakpastian investor saat Partai Republik di Senat AS berusaha untuk merekonsiliasi versi RUU pajak mereka dengan versi Dewan Perwakilan Rakyat.

"Sulit untuk berspekulasi mengenai apa yang isi dari undang-undang pajak versi akhir," kata Sean O'Hara, direktur Pacer Financial Inc, seperti dikutip Reuters.

RUU yang disahkan pada hari Sabtu oleh senator partai Republik mempertahankan pajak minimum alternatif korporat, atau AMT, yang semula telah dihapus. AMT dapat meniadakan bagian dari RUU yang dipandang bermanfaat bagi perusahaan teknologi dan perusahaan lainnya.

Saham Microsoft, Facebook dan Alphabet naik lebih dari 1% karena sektor teknologi pulih dari aksi jual baru-baru ini.

Sementara itu, saham-saham emiten perminyakan seperti Schlumberger, Exxon dan Chevron turun antara 0,6% dan 2,17% setelah harga minyak mencapai posisi terendah dalam dua tahun terakhir setelah menyusul mengejutkan persediaan produk olahan AS.

"Energi telah mengalami gejolak kecil selama sekitar satu bulan terakhir ini, jadi saya pikir peningkatan persediaan ini sebagai kesempatan untuk melakukan profit taking," kata Mike Baele, managing director US Bank Private Client Wealth Management.




Tuesday, December 5, 2017

Stok Bensin Melonjak Tak Terduga, WTI Melemah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:33 PM No comments
PT Kontak Perkasa | Harga minyak mentah melemah pada perdagangan Selasa, (5/12/2017) menyusul sebuah laporan industri yang menunjukkan lonjakan pada persediaan bensin AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari diperdagangkan pada US$57,46 per barel pada pukul 16.43 waktu AS. setelah menetap di level US$57,62 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan sekitar 31% di bawah volume rata-rata 100 hari terakhir.

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Februari menguat 41 sen ke level US$ 62,86 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

WTI menghapus kenaikan setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan stok bensin di AS melonjak 9,2 juta barel pekan lalu. Angka ini akan menjadi kenaikan terbesar sejak Januari 2016 jika data pemerintah yang dirilis Rabu menunjukkan kenaikan yang sama. Besarnya kenaikan membayangi ekspektasi terhadap penyusutan persediaan minyak mentah AS.

"Ini adalah jumlah yang cukup bearish pada bensin. Saya tidak berpikir permintaan bensin akan menurut tiba-tiba," kata Kyle Cooper, direktur penelitian IAF Advisors, seperti dikutip Bloomberg.

Minyak menguat dalam tiga bulan terakhir dan diperdagangkan menguat pada sesi sebelumnya karena OPEC dan negara produsen lainnya berjanji untuk memperpanjang pembatasan pasokan hingga akhir tahun 2018 untuk mengurangi tingkat persediaan global.

Output OPEC turun bulan lalu ke level terendah dalam setengah tahun terakhir. Goldman Sachs Group Inc memperkirakan bahwa harga minyak akan mempertahankan penguatan setidaknya sampai tahun depan. Sementara itu, Bank of America Merrill Lynch memperkirakan harga minyak Brent akan naik menjadi US$70 per barel pada pertengahan 2018.

Goldman juga meningkatkan estimasi Brent di 2018 menjadi US$62 per barel dari US$58, dan perkiraan WTI menjadi US$57,50 dari US$55.

Laporan API juga menunjukkan persediaan minyak mentah turun 5,48 juta barel pekan lalu dan pasokan dari pusat jaringan minyak di Cushing, Oklahoma, turun sebesar 1,95 juta barel.


Monday, December 4, 2017

LIVE HARGA EMAS 5 DESEMBER: Pukul 07.51 WIB: Spot Comex Naik 1,30 Poin

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:39 PM No comments
Kontak Perkasa Futures | Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), tertekan penguatan dolar dan ekuitas AS setelah rancangan undang-undang reformasi pajak AS disetujui Senat.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, turun 4,60 dolar AS atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 1.277,70 dolar AS per ounce.
Senat AS selama akhir pekan meloloskan sebuah proposal reformasi pajak, yang membantu memperkuat dolar AS dan mendorong reli di sebagian besar indeks saham-saham AS.
Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,16 persen menjadi 93,25 pada pukul 18.23 GMT.
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 203,76 poin atau 0,84 persen menjadi 24.435,35 poin pada pukul 18.34 GMT.
Ketika dolar AS dan ekuitas menguat, harga emas biasanya turun, karena dolar yang lebih kuat membuat emas kurang menarik bagi investor asing yang menggunakan mata uang lainnya, sementara reli saham menarik para investor ke pasar saham.
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 1,5 sen atau 0,09 persen, menjadi ditutup pada 16,373 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya kehilangan 14,6 dolar AS atau 1,55 persen, menjadi menetap di 926,00 dolar AS per ounce.
08:10 WIB

Pukul 07.51 WIB: Spot Comex Naik 1,30 Poin ke 1.279

Pergerakan harga emas Comex kontrak Februari 2018 naik 1,30 poin atau 0,10% ke US$1.279 per troy ounce pada perdagangan pagi ini, Selasa (5/12/2017).

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search