English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Sunday, March 11, 2018

BINAARTHA SEKURITAS: Awal Pekan, IHSG Berpeluang Berbalik Menguat

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:34 PM No comments
PT KONTAK PERKASA - Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG akan berpeluang menguat dalam perdagangan awal pekan ini, Senin (12/03).
Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah 0.16% di level 6433.322 pada 9 Maret 2018. 
Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan penguatan indeks karena berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 6.391,133 dan 6.348,944.
Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 6.467,271 dan 6.501,220. Berdasarkan indikator daily, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif.
Namun, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan oversold atau jenuh jual. Sebelumnya, terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan indeks saham. "Dengan demikian, IHSG akan menuju ke area resistance pada level 6.467 hingga 6.501," tulis risetnya.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
*KRAS, Daily (480) (RoE: -5.50%; PER: -6.86x; PBV: 0.38x; Beta: 0.79):* Sebelumnya, terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 472 – 482, dengan target harga secara bertahap di level 500, 545, 595, 625, 650 dan 755. Support: 464.
*LPKR, Daily (496) (RoE: 3.16%; PER: 13.76x; PBV: 0.43x; Beta: 1.19):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.“Akumulasi Beli” pada level 490 – 500, dengan target harga secara bertahap di 520, 540, 550, 570 dan 590. Support: 476.
*SRIL, Daily (326) (RoE: 16.38%; PER: 7.14x; PBV: 1.17x; Beta: -0.24):* Saat ini, terlihat pola bullish matching low candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 320 – 328, dengan target harga secara bertahap di level 338, 348, 362, 396 dan 428. Support: 320 & 310.
*SSMS, Daily (1435) (RoE: 20.62%; PER: 16.28x; PBV: 3.36x; Beta: 1.56):* Saat ini, terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Selain itu, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger. “Akumulasi Beli” pada area level 1420 – 1440, dengan target harga secara bertahap di level 1455, 1485, 1505, 1560 dan 1610. Support: 1400.
*WIKA, Daily (1815) (RoE: 6.82%; PER: 17.95x; PBV: 1.22x; Beta: 1.67):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1800 – 1820, dengan target harga secara bertahap di level 1850, 1950, 2070, 2360 dan 2650. Support: 1780.
*WSKT, Daily (2680) (RoE: 17.06%; PER: 9.39x; PBV: 1.60x; Beta: 2):* Saat ini, terlihat beberapa pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2620 - 2690, dengan target harga secara bertahap di level 2890, 3030, 3130 dan 3590. Support: 2490.

Thursday, March 8, 2018

PT Kontak Perkasa Futures - Indeks Stoxx Europe 600 Menguat Lebih dari 1%

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:01 PM No comments
PT Kontak Perkasa Futures  - Pergerakan indeks saham acuan kawasan Eropa berakhir menguat pada perdagangan Kamis (8/3/2018), seiring dengan pelemahan kinerja mata uang euro.
Pelemahan euro itu menyusul komentar bernada hati-hati dari Gubernur European Central Bank (ECB) Mario Draghi mengenai inflasi.
Indeks Stoxx 600 ditutup menguat 1,1%, sedangkan saham-saham zona Eropa juga menguat 1,1%.
Dilansir Reuters, komentar Draghi bahwa kebijakan ECB akan tetap reaktif dan bahwa langkah-langkah inflasi yang mendasarinya masih lemah telah membebani euro. Ini pada akhirnya menguntungkan saham-saham eksportir Eropa.
“Tergantung pada berapa lama ECB terus berwacana di sekitar langkah keluar dari kebijakan moneternya tanpa benar-benar keluar, euro mungkin akan melemah lebih lanjut,” ujar Ken Odeluga, analis pasar di City Index, seperti dikutip Reuters.
“Pada gilirannya, hal itu bisa membuka ruang bergerak lebih jauh untuk saham-saham Eropa,” lanjut Odeluga.
Sementara itu, berita merger dan akuisisi kembali menggerakkan pergerakan saham-saham besar.
Saham perusahaan konstruksi Spanyol ACS naik 8,7% setelah melaporkan bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Atlantia asal Italia untuk memisahkan Abertis dalam upaya untuk menghindari perang penawaran untuk perusahaan konsesi jalan raya.
Saham Atlantia, yang mengonfirmasikan perundingan awal dengan ACS seputar Abertis, naik 5,1% sedangkan saham Abertis turun 4%. Adapun saham Hochtief, yang juga mengajukan penawaran untuk Abertis, naik 7,3%.
“Ini berita positif karena alih-alih perang penawaran akan ada pembagian aset dan kita akan mendapatkan harga yang lebih adil dan mungkin sinergi yang lebih baik,” kata Stefano Fabiani, fund manager di Zenit Italia.
Di sisi lain saham Boskalis Westminster merosot 10,8%, performa terburuk pada Stoxx 600, setelah perusahaan konstruksi dan teknik ini melaporkan pendapatan setahun penuh serta mengatakan akan menjadi tantangan agar sesuai dengan laporan 2017.
Sementara itu, saham Axel Springer melemah 10% setelah laporan keuangannya memicu profit taking.

Wednesday, March 7, 2018

Harga DMO Batu Bara Diatur, Sentimen Negatif Saham Pertambangan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:14 PM No comments
PT KONTAK PERKASA BALIKPAPAN - Kebijakan pemerintah menetapkan pengaturan harga domestic market obligation (DMO) batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik memicu penurunan saham-saham sektor pertambangan.
Mengutip Bloomberg pada Rabu (7/3/2018), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin penurunan di antara emiten-emiten batu bara. Menjelang penutupan, pukul 15.17 WIB, saham BUMI terkoreksi 5.1%.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 3,6%, PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun 5,2%, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun 5,6%.
Harga DMO batu bara segera ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dirjen Mineral dan Batubara Bambang Gatot Ariyono mengatakan pemerintah tengah mencari skema harga batu bara untuk mencegah kerugian PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) di tengah melambungnya harga komoditas tersebut dan tidak adanya kenaikan tarif listrik hingga 2019.
Menurut Moody’s Investors Service, kebijakan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM tidak akan berdampak langsung terhadap posisi fiskal pemerintah, sementara tidak adanya kenaikan tarif listrik dinilai dapat memengaruhi neraca keuangan.
BACA JUGA : 

Tekanan di Pasar Obligasi Akan Berlangsung Lama? | PT KONTAK PERKASA BALIKPAPAN

Tuesday, March 6, 2018

PT KONTAK PERKASA  - Bursa saham Amerika Serikat menguat tipis pada Selasa (6/3/2018) setelah berfluktuasi karena investor khawatir terhadap prospek perang dagang AS karena sinyal beragam dari Washington mengenai apakah Presiden AS Donald Trump akan menindaklanjuti usulan tarif impor.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 9,36 poin atau 0,04% ke level 24.884,12, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 menguat 7,18 poin atau 0,26% ke 2.728,12 dan Nasdaq Composite naik 41,30 poin atau 0,56 persen menjadi 7.372,01.
Sebagian besar sektor pada indeks S&P naik, dipimpin sektor sektor bahan baku dengan penguatan 1,1%. Di sisi lain, sektor utilitas paling melemah, dengan penurunan 1,4%.
Trump mengulangi rencananya untuk mengenakan tarif impor yang tinggi pada baja dan aluminium dan mengatakan bahwa "perang dagang tidak begitu buruk" bahkan saat anggota parlemen seperti Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell meningkatkan tekanan untuk membatalkan usulan tersebut.

Kecenderungan Jual Jenuh Dorong IHSG Menguat | PT KONTAK PERKASA

Sebelumnya, para analis mengatakan sejumlah investor mulai berspekulasi bahwa Trump tidak akan menindaklanjuti usulan tersebut, yang mereka lihat sebagai taktik negosiasi dalam perundingan perdagangan. Namun penguatan dibatasi oleh ketidakpastian sepanjang hari.
"Pasar tidak ingin mendengar ketidakpastian, pasar ingin mendengar salah satu dari kedua kemungkinan tersebut," kata Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer di Independent Advisor Alliance, seperti dikuitip Reuters.
"Jika ketakutan terburuk dikonfirmasi, pasar seharusnya melemah lebih besar daripada yang kita lihat minggu lalu. Demikian juga jika perang dagang tak terjadi, pasar akan naik lebih tinggi," lanjutnya.
Jonathan Mackay, analis investasi di Schroders Investment Management di New York, mengatakan tidak ada pemenang dalam perang dagang.
"Pasar pada dasarnya mengemati apa yang akan terjadi dengan kebijakan (tarif). Berdasarkan tindakan yang kita lihat hari ini, pasar berharap perang dagang tidak terjadi," katanya.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search