English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, May 10, 2018

Logam Mulia Sabet Kesempatan Saat Indeks Dolar AS Tertekan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:36 PM No comments
PT KONTAK PERKASA  –  Emas seperti mengambil kesempatan untuk melambungkan harganya di saat indeks dolar AS melemah cukup signifikan pada penutupan perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB.
Indeks dolar AS melemah setelah rilis kenaikan yang wajar dari harga konsumen pada April, hal ini meredakan kekhawatiran bank sentral AS ( Federal Reserve)  terkait kemungkinan menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan tahun ini.
Emas pun menguat cukup signifikan pada penutupan perdagangan Kamis, yaitu emas Comex untuk kontrak Juni mengalami peningkatan harga 0,71% ke US$1.322,3 per ounce,
Sementara pada pagi ini atau di awal perdagangan Jumat (11/5/2018), harga emas Comex  melemah tipis sebesar 0,08% ke US$1.321,3 per ounce.
Emas tmelesat setelah pasar menilai tekanan inflasi tidak terlalu mengkhawatirkan, mengingat rilis data harga konsumen AS April yang angkanya berada di bawah ekspektasi.
Logam mulia sebelumnya tertekan karena posisi dolar AS yang menguat dibayangi kemungkinan kenaikan suku bunga Fed. Dolar yang menguat mengurangi daya tarik emas.
"Fed bergantung pada data,” kata Naeem Aslam, kepala analis pasar TF Global Markets di London seperti dikutip Bloomberg, Jumat (11/5/2018).
Seperti diketahui, indeks dolar AS yang menunjukkan kekuatan mata uang tersebut terhadap sejumlah mata uang utama lainnya cukup signifikan pelemahannya yaitu sebesar 0,42% ke level 92,65. Pada Kamis, indeks dolar AS meninggalkan level 93.
Indeks dolar AS melemah, setelah rilis kenaikan harga konsumen yang meredakan kekhawatiran bank sentral AS Federal Reserve kemungkinan mungkin menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan tahun ini.
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan indeks harga konsumen naik 0,2% pada April di bawah perkiraan yang sebesar 0,3%.
"Inflasi akan naik tetapi peningatannya dalam level yang wajar," kata Eric Winograd, ekonom senior AllianceBernstein LP seperti dikutip Reuters, Jumat (11/5/2018).

Tuesday, May 8, 2018

Italia Terbebani Ancaman Pemilu Dini, Indeks Stoxx Mampu Naik Tipis

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:31 PM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES  Pergerakan bursa Eropa mampu kembali berakhir positif pada perdagangan Selasa (8/5/2018), di tengah pelemahan bursa saham Italia akibat terbebani tumbuhnya ancaman pemilu lebih awal (snap election).
Indeks saham acuan kawasan Eropa Stoxx Europe 600 ditutup naik 0,1% setelah bergerak di wilayah negatif hampir sepanjang sesi perdagangan.
Adapun indeks FTSE MIB Italia berakhir turun 1,6% seiring kekhawatiran tentang gejolak politik pada negara berkekuatan ekonomi terbesar ketiga di zona Eropa tersebut. Bank-bank Italia menjadi penekan terbesar terhadap indeks, dengan pelemahan 2,1%.
“Ini bukan hari yang baik untuk aset-aset Italia. Pasar mulai merasakan tekanan Pemilu,” kata Carlo Franchini, head of institutional clients di Banca Ifigest Italia, seperti dilansir dari Reuters.
Presiden Italia Sergio Mattarella pada Senin (7/5) menyerukan partai-partai yang bertikai untuk bersatu di belakang pemerintahan yang netral. Dua partai terbesar Italia, League dan 5-Star Movement, menentang gagasan itu, sehingga meningkatkan kemungkinan adanya Pemilu.
Pasar saham Italia telah mengungguli pasar saham lainnya di Eropa tahun ini, tapi sejumlah analis memperingatkan risiko politik. Pada Senin (7/5), pergerakan indeks FTSE MIB berakhir pada level tertingginya sejak Oktober 2009.
Di sisi lain, laporan keuangan korporasi kuartal pertama berikut aksi merger dan akuisisi mendorong pergerakan harga individu.
Saham Unilever naik 1,8% setelah mengumumkan buyback saham senilai 6 miliar euro.
Di London, aksi merger dan akuisisi membantu indeks FTSE berakhir flat. Sementara itu, saham Shire menguat 4,6% setelah Takeda Pharmaceutical menyatakan kesepakatan untuk membeli grup tersebut senilai US$61,50 miliar.

Monday, May 7, 2018

Aksi Warren Buffett Dorong Saham Apple, Wall Street Kompak Menguat

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:46 PM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES - Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street kompak berakhir menguat pada perdagangan Senin (7/5/2018), didorong penguatan saham Apple selama enam hari berturut-turut serta lonjakan harga minyak ke level tertingginya sejak 2014.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 0,39% di level 24.357,32, indeks S&P 500 naik 0,35% di 2.672,63, sedangkan indeks Nasdaq Composite ditutup menguat 0,77% di level 7.265,21.
Indeks energi S&P berakhir 0,18% lebih tinggi, meskipun mengikis kenaikan yang lebih besar sebelumnya setelah Presiden AS Donald Trump mencuit bahwa pada Selasa (8/5/2018) ia akan mengumumkan keputusannya tentang apakah akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.
Trump telah mengancam akan menarik diri dari perjanjian tersebut, yang berisikan persetujuan Iran untuk membatasi aktivitas nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi, kecuali para delegasi Eropa memperbaiki apa yang Trump sebut kelemahan dalam perjanjian itu.
Saham energi reli pada awal sesi karena masalah bagi perusahaan minyak Venezuela PDVSA dan oleh keputusan yang membayangi apakah AS akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.
“Minyak telah terlihat baik untuk mengantisipasi pengumuman dari Trump. Pelaku pasar bersiap untuk yang terburuk,” kata Keith Lerner, chief market strategist di SunTrust Advisory Services, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, saham Apple bertambah 0,72%, memperpanjang kenaikannya sejak merilis laporan keuangannya pekan lalu dan setelah Berkshire Hathaway mengungkapkan telah menambah kepemilikan sahamnya pada pembuat iPhone tersebut.
Pada Senin (7/5/2018), pemilik Berkshire Hathaway Warren Buffett kepada CNBC mengungkapkan keinginannya untuk memiliki 100% saham itu.
“Buffett mengambil posisi besar di Apple, yang meyakinkan banyak orang,” kata Jack Ablin, Chief Investment Officer di Cresset Wealth Advisors. “Secara psikologis, pelaku pasar pekan lalu masuk dengan sedikit skeptis, tapi saya pikir kita melihatnya melunak pada akhir pekan dan selama akhir pekan.”
Kekhawatiran atas inflasi dan suku bunga, bersama dengan ketegangan geopolitik dan pengenaan tarif, sebelumnya membayangi musim laporan keuangan yang solid.
Hampir 80% dari 417 perusahaan pada S&P 500 yang telah merilis laporannya sejauh ini telah melampaui perkiraan laba, menurut Thomson Reuters I/B/E/S. Angka ini jauh di atas rata-rata jangka panjang sebesar 64% dan rata-rata sebesar 75% selama empat kuartal terakhir.

Sunday, May 6, 2018

Data Tenaga Kerja AS Tak Banyak Berpengaruh, Indeks Dolar Melemah

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:57 PM No comments
KONTAK PERAKSA FUTURES - Dolar Amerika Serikat bergerak pada kisaran level tertinggi tahun 2018 ini, pada Senin (7/5/2018) setelah data tenaga kerja dan upah AS tidak banyak mempengaruhi persepsi kekuatan perekonomian AS, meskipun kekhawatiran mengenai friksi perdagangan bisa mengaburkan outlook ekonomi.
Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya, terpantau melemah 0,1% atau 0,088 poin ke level 92,478 pada pukul 8.33 WIB,
Sebelumnya, indeks dolar dibuka menguat 0,02% atau 0,022 poin di posisi 92,588, setelah menyentuh level tertinggi di 2018 pada Jumat di posisi 92,90. Dolar menguat secara luas, mempertahankan kekuatannya setelah rilis data ekonomi AS yang bervariasi pada Jumat.
Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan jumlah lapangan kerja baru tumbuh sedikit lebih rendah dari perkiraan, sedangkan penghasilan per jam rata-rata, yang diamati dengan ketat untuk tanda-tanda tekanan inflasi, naik kurang dari perkiraan sebesar 0,1% pada bulan April,.
Sementara itu, tingkat pengangguran turun mendekati level terendah dalam 17,5 tahun terakhir sebesar 3,9%, meskipun sebagian didorong oleh warga AS yang meninggalkan angkatan kerja.
Dilansir Reuters, tidak ada yang mengubah persepsi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali, dan mungkin tiga kali lagi tahun ini.
Sebaliknya, data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cemerlang di Eropa tahun lalu kehilangan momentum, menyebabkan spekulan memangkas ekspektasi mata uang bahwa Bank Sentral Eropa akan mengurangi stimulusnya.
Mata uang euro terpantau berada pada posisi US$1,1962, tidak jauh dari level terendah empat bulan terakhir pada Jumat sebesar US$1,1910.
BACA JUGA : 

KONTAK PERKASA FUTURES – Rekomendasi Saham GJTL, HOKI & PTBA

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search