English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, May 15, 2018

Yield Obligasi Melesat, Indeks Tembus Level 93

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:07 PM No comments
PT KONTAK PERKASA - Indeks dolar Amerika Serikat mulai menyundul ke level 93, saat pasar merespons kenaikan tertinggi yield obligasi bertenor 10 tahun.
Indeks dolar AS pada perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (16/5/2018) ditutup menguat 0,60% ke level 93,219.
Sementara itu pada penutupan perdagangan 14 Mei, indeks dolar AS tercatat menguat 0,05% ke level 92,587.
Posisi indeks dolar AS yang menginjak level 93 merupakan tingkat tertinggi pada tahun ini. Indeks menggambarkan posisi dolar terhadap sejumlah mata uang utama lainnya.
Sementara itu dari data Bloomberg mengemukakan, level tertinggi pada tahun lalu mencapai angka 98 yang terjadi pada 16 Mei 2017.
Imbal hasil obligasi yang menguat dan kekhawatiran geopolitik yang meningkat disebut menjadi sentimen utama penguatan indeks dolar AS.
Peningkatan kekerasan di Timur Tengah dan adanya berita Korea Utara menunda KTT dengan Korea Selatan yang dijadwalkan pada hari Rabu juga membebani sentimen.
Indeks dolar AS
15 Mei     93,219
14 Mei     92,587
11 Mei     92,537
Sumber: Bloomberg
BACA JUGA : 

Data Tunjukkan Kejutan Lonjakan Pasokan, WTI Melemah

Monday, May 14, 2018

Pagi Ini Lanjutkan Pelemahan, Masih Dibayangi Inflasi & Dolar AS

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:33 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES - Pelemahan emas berlanjut setelah data inflasi April 2018 AS berada di bawah estimasi.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni pada penutupan perdagangan Senin (14/5/2018) melemah 0,19% ke US$1.318,2 per ounce. Sementara pagi ini, Selasa (15/5/2018), emas melemah 0,35% ke US$1.313,6 pada pk. 06.44 WIB.
Pelemahan harga emas berjangka di bursa Comex kontrak Juni tercatat mendominasi perdagangan sejak pekan lalu.
Turunnya harga emas tersebut juga dibayangi dengan indeks dolar AS yang menguat, karena ada kekhawatiran pasar bank sentral AS (Federakl Reserve) akan menerapkan kebijakan moneter yang ketat.
"Kami tidak mengharapkan Fed tetap hawkish terkait suku bunga," kata Naeem Aslam, kepala analis TF Global Markets seperti dikutip Bloomberg, Selasa (15/5/2018).
Indeks dolar AS yang mengukur uang terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada penutupan perdagangan Senin menguat 0,05% ke level 92,587.
Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sunday, May 13, 2018

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Ketegangan AS-China Mereda, Bursa Asia Naik

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:06 PM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES -  Bursa saham Asia bertahan pada kisaran level tertinggi satu bulan pada perdagangan Senin (14/5/2018) dengan tanda-tanda Amerika Serikat dan China menurunkan retorika perang perdagangan mereka.
Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau menguat tipis 0,07%, di jalur kenaikan selama tiga hari berturut-turut dan mendekati level tertinggi dalam satu bulan terakhir. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang tertekan 0,1%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3%.
Dilansir Reuters, sentimen investor diperkuat setelah Presiden AS Donald Trump berjanji untuk membantu perusahaan telekomunikasi China ZTE Corp untuk melanjutkan bisnis mereka di AS. JPMorgan menanggapi berita ini sebagai berita yang sangat positif.
ZTE menghentikan operasi utamanya awal bulan ini menyusul larangan terhadap perusahaan-perusahaan AS untuk memasok ke perusahaan tersebut setelah perusahaan asal China itu diketahui melanggar pembatasan ekspor AS dengan secara ilegal mengirim barang AS ke Iran.
Namun Trump mengulurkan tangan membantu pada hari Minggu saat dia mengatakan pada akun Twitternya bahwa dia dan Presiden Cina Xi Jinping bekerja sama mencari solusi untuk ZTE.
Secara terpisah, para pejabat AS sedang mempersiapkan pembicaraan di Washington dengan pejabat perdagangan China Liu He untuk menyelesaikan sengketa perdagangan yang meningkat.
"Fakta bahwa Trump sekarang sedang mencari resolusi bagi ZTE menandai hal terbaru dari pencairan hubungan Beijing-Washington. Ini menunjukkan bahwa Trump mungkin melihat peluang untuk kemajuan nyata dalam pembicaraan perdagangan, dan melunakkan posisi AS dengan China," kata JPMorgan dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.
"Trump juga membutuhkan China untuk tetap berada di depan menjelang pertemuannya dengan Kim Jong Un dan ini juga menunjukkan bahwa hingga pertemuan 12 Juni mendatang, sinyal dari AS pada perdagangan akan lebih positif,” tambah mereka.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah menjadwalkan penutupan dan pembongkaran lokasi uji coba bom nuklir negara tersebut minggu depan, menjelang pertemuan 12 Juni dengan Trump di Singapura.
Sebelumnya, AS mengatakan akan mencabut sanksi terhadap Pyongyang jika Korea Utara setuju untuk sepenuhnya menghentikan program senjata nuklirnya.

Thursday, May 10, 2018

Logam Mulia Sabet Kesempatan Saat Indeks Dolar AS Tertekan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:36 PM No comments
PT KONTAK PERKASA  –  Emas seperti mengambil kesempatan untuk melambungkan harganya di saat indeks dolar AS melemah cukup signifikan pada penutupan perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB.
Indeks dolar AS melemah setelah rilis kenaikan yang wajar dari harga konsumen pada April, hal ini meredakan kekhawatiran bank sentral AS ( Federal Reserve)  terkait kemungkinan menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan tahun ini.
Emas pun menguat cukup signifikan pada penutupan perdagangan Kamis, yaitu emas Comex untuk kontrak Juni mengalami peningkatan harga 0,71% ke US$1.322,3 per ounce,
Sementara pada pagi ini atau di awal perdagangan Jumat (11/5/2018), harga emas Comex  melemah tipis sebesar 0,08% ke US$1.321,3 per ounce.
Emas tmelesat setelah pasar menilai tekanan inflasi tidak terlalu mengkhawatirkan, mengingat rilis data harga konsumen AS April yang angkanya berada di bawah ekspektasi.
Logam mulia sebelumnya tertekan karena posisi dolar AS yang menguat dibayangi kemungkinan kenaikan suku bunga Fed. Dolar yang menguat mengurangi daya tarik emas.
"Fed bergantung pada data,” kata Naeem Aslam, kepala analis pasar TF Global Markets di London seperti dikutip Bloomberg, Jumat (11/5/2018).
Seperti diketahui, indeks dolar AS yang menunjukkan kekuatan mata uang tersebut terhadap sejumlah mata uang utama lainnya cukup signifikan pelemahannya yaitu sebesar 0,42% ke level 92,65. Pada Kamis, indeks dolar AS meninggalkan level 93.
Indeks dolar AS melemah, setelah rilis kenaikan harga konsumen yang meredakan kekhawatiran bank sentral AS Federal Reserve kemungkinan mungkin menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan tahun ini.
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan indeks harga konsumen naik 0,2% pada April di bawah perkiraan yang sebesar 0,3%.
"Inflasi akan naik tetapi peningatannya dalam level yang wajar," kata Eric Winograd, ekonom senior AllianceBernstein LP seperti dikutip Reuters, Jumat (11/5/2018).

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search