English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, October 9, 2018

Badai Michael Tutup Produksi, Harga Minyak Naik

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:47 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES –  Harga minyak mentah naik pada perdagangan Selasa (9/10/2018), ketika Badai Michael mengakibatkan ditutupnya lebih banyak platform minyak offshore.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November ditutup naik 67 sen di level US$74,96 per barel di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Desember menanjak US$1,09 dan berakhir di level US$85 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$10,19 terhadap WTI untuk bulan yang sama.
Dilansir Bloomberg, saat Badai Michael meluncur menuju Florida, sekitar 40% produksi minyak di Teluk Meksiko AS ditutup.
Sementara itu, International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa pasar global memasuki 'zona merah'. Secara global, pasokan dari Iran dan Venezuela telah menyusut, sehingga menciptakan "situasi berisiko" bagi ekonomi dunia, menurut Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol.
Birol membuat permohonan langsung kepada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen besar lainnya untuk meningkatkan output. Dia menyambut upaya Arab Saudi untuk meningkatkan produksi tetapi mengatakan pasokan mungkin akan tetap ketat.
Pada saat yang sama, minyak mentah cadangan di tangki Amerika mungkin meningkat untuk pekan ketiga berturut-turut, berdasarkan survei Bloomberg.
“Pasar berjuang dengan ekspektasi pengurangan ekspor Iran dikombinasikan dengan bukti fisik di AS bahwa persediaan meningkat,” ujar Kyle Cooper, seorang konsultan di Ion Energy Group LLC.

PT Kontak Perkasa : Dollar Akhirnya Melemah Terhadap Yen

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:12 AM No comments


PT Kontak Perkasa - Dolar merosot terhadap yen pada Selasa di tengah kecemasan yang mendidih tentang imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi, perang perdagangan Sino-AS, dan gejolak politik di Eropa.

Yen memperpanjang kenaikan terhadap greenback ke sesi keempat berturut-turut, datang dari terendah 11 bulan dari 114,55 yen per dolar yang dicapai pada Kamis pekan lalu.

"Kami harus memperhatikan dengan seksama dampak negatif pada pasar saham prospek ekonomi China dan suku bunga jangka panjang AS," kata Kumiko Ishikawa, analis senior di Sony Financial Holdings.

Dalam perdagangan Selasa, saham Asia terhuyung-huyung di sekitar posisi terendah 17-bulan karena China membiarkan mata uangnya tergelincir melewati benteng psikologis di tengah penurunan tajam di pasar saham domestik.

Pada akhir pekan, bank sentral China pindah untuk menyuntikkan lebih banyak likuiditas ke dalam sistem keuangan karena pembuat kebijakan khawatir tentang dampak ekonomi dari deretan perdagangan panas dengan Amerika Serikat.

Selama beberapa hari perdagangan sebelumnya, kenaikan hasil jangka panjang AS awalnya memberikan dukungan terhadap dolar terhadap yen, tetapi setelah itu suasana hati di pasar saham memburuk, mirip dengan apa yang terjadi pada Februari, kata Ishikawa.


baca
PT KONTAK PERKASA : Pasar Modal Asia Mixed, IMF Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Global

"Dolar / yen sedang dipengaruhi lebih banyak oleh pasar saham berbalik lebih rendah dari kenaikan hasil jangka panjang AS, yang mengarah ke penguatan yen," katanya.

Dolar melemah 0,2 persen menjadi 113,05 yen pada Selasa.

Terhadap sekeranjang rivalnya (= USD), greenback stabil pada 95.774, tidak jauh dari puncak tujuh minggu 96.127 yang dicapai pekan lalu.

news edited by PT Kontak Perkasa

Sunday, October 7, 2018

Brent Jatuh ke Bawah US$84/Barel

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:20 PM No comments
Brent Jatuh ke Bawah US$84/Barel
PT KONTAK PERKASA -  Harga minyak global melanjutkan pelemahan ke bawah US$84 per barel hari ini, Senin (8/10/2018).
Pelemahan berlanjut setelah Arab Saudi mengatakan dapat membuka kapasitas produksi cadangannya segera untuk mengimbangi penurunan ekspor minyak mentah Iran karena sanksi Amerika Serikat.
Minyak patokan global Brent untuk kontrak Desember 2018 terpantau melemah 1,05% atau 0,88 poin ke level US$83,28 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London pada pukul 8.34 WIB, setelah melemah hingga 2,5% dalam dua sesi perdagangan terakhir
Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November melemah 0,74% atau 0,55 poin ke posisi US$73,79 per barel di New York Mercantile Exchange.
Dilansir Bloomberg, Arab Saudi memompa sekitar 10,7 juta barel per hari dan dapat menambah kapasitas sebesar 1,3 juta, ungkap putra mahkota kerajaan dalam sebuah wawancara.
Sementara itu, pemerintahan Trump dikabarkan sedang melakukan pembicaraan dengan negara-negara yang ingin terus membeli minyak mentah Iran setelah sanksi dilanjutkan pada 4 November.
Reli minyak telah memudar setelah naik ke level tertinggi dalam empat tahun di atas US$86 per barel di London pekan lalu. Namun, para pelaku pasar masih khawatir bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutunya tidak meningkatkan output cukup cepat dan bahwa mereka mungkin tidak memiliki kapasitas untuk sepenuhnya menutupi penurunan ekspor Iran.
"Masalah kapasitas cadangan OPEC telah menjadi misteri pasar minyak terbesar untuk beberapa waktu dengan sebagian besar perdebatan berada pada Arab Saudi," ungkap Stephen Innes, kepala perdagangan Asia Pasifik di Oanda Corp, seperti dikutip Bloomberg.
“Masalahnya adalah kapasitasnya dengan cepat menurun karena permintaan Asia yang tak terpuaskan,” lanjutnya.

Thursday, October 4, 2018

Indeks Stoxx Anjlok Paling Tajam Dalam Satu Bulan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:05 PM No comments
Indeks Stoxx Anjlok Paling Tajam Dalam Satu Bulan
PT KONTAK PERKASA - Bursa saham eropa mencatat penurunan terbesar dalam satu bulan terakhir pada perdagangan Kamis (4/10/2018) karena pasar saham global berada di bawah tekanan akibat lonjakan imbal hasil obligasi.
Indeks acuan Stoxx Europe 600 ditutup melemah 1,08% atau 4,16 poin ke level 379,68, sementara indeks CAC 40 Perancis turun 1,5%, DAX Jerman turun 0,4%, dan FTSE melemah 1,2%.
Data pada hari Rabu menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa AS melaju ke level tertinggi 21 tahun pada bulan September, mengangkat imbal hasil obligasi Treasury AS ke level tertinggi sejak pertengahan 2011 dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS.
Kenaikan imbal hasil Treasury tersebut pada gilirannya juga meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah zona euro pada hari Kamis.
"Imbal hasil Treasury biasanya dilihat sebagai tingkat bebas risiko untuk berinvestasi, sehingga peningkatan cenderung negatif untuk kelas aset lainnya termasuk saham," kata Russ Mold, direktur investasi di AJ Bell, seperti dikutip Reuters.
Saham-saham defensif terkena dampak dari prospek kenaikan imbal hasil, yang membuat aliran dividen masih menjadi kurang menarik.
Saham perusahaan barang mewah Eropa juga termasuk yang terburuk karena masih adanya kekhawatiran atas perlambatan ekonomi di China. Saham Kering melemah 5,4%, sementara saingannya LVMH turun 4,9% dan Burberry Inggris turun 5,6%.
Sebaliknya, sektor keuangan cenderung mendapatkan keuntungan dari kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi karena dinilai membantu bank mendapatkan margin yang lebih besar pada bisnis pinjaman konvensional mereka.
Bank asal Jerman, Commerzbank dan Deutsche Bank naik masing-masing 3,5% dan 1,5%, karena imbal hasil obligasi Jerman bertenor 10 tahun mencapai level tinggi dalam 4,5 bulan.
Bank-bank Italia naik 1,1 persen karena investor memantau perkembangan di Roma. Pemerintah Italia berusaha untuk menyelesaikan rincian anggaran setelah mendapat resistensi dari Uni Eropa atas target defisitnya.

BACA JUGA : Imbal Hasil Obligasi Treasury AS Terus Menguat, Wall Street Tergelincir
PT KONTAK PERKASA

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search