English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Sunday, October 14, 2018

BURSA SAHAM 15 OKTOBER: Pukul 10.02 WIB: IHSG Naik 0,43%

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:29 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES  – Pergerakan IHSG diprediksi akan kembali ke level penguatan pascsditutup terjerembab dalam perdagangan akhir pekan kemarin.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.723,091 hingga 5.689,692.

Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5.789,285 hingga 5.822,079.
Berdasarkan indikator, MACD berada di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral. 

Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan diperkirakan IHSG cenderung  bergerak menguat tertahan diawal pekan dengan support resistance 5.706-5.800.

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ANTM, ASII, BBRI, BBNI, BBCA, MEDC.
Dia menjelaskan IHSG mengalami rebound secara teknikal dengan mencoba menutup gap down yang terbentuk pada hari Kamis.

Namun pergerakan terlihat tertahan pada resistance MA5 dengan Menipisnya ruang pergerakan penguatan Stochastic pada area middle oscillator. 


Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjut naik 0,43% atau 24,48 poin ke level 5.780,97 pada perdagangan pagi ini, Senin (15/10/2018).

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,52% atau 30,17 poin di level 5.786,66 pada perdagangan hari ini, Senin (15/10/2018).

baca juga : 

Kurs Jisdor Melemah ke 15.246, Dolar AS Tekan Spot Rupiah


Thursday, October 11, 2018

Volatilitas Merembes ke Energi, Harga Minyak Longsor

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:27 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES  – Harga minyak mentah mencatat penurunan terbesar dalam delapan pekan pada perdagangan Kamis (11/10/2018), saat sentimen penghindaran aset berisiko menjalar ke seluruh pasar global.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November ditutup anjlok sekitar 3% atau US$2,20 di level US$70,97 per barel di New York Mercantile Exchange, level terendah sejak dalam lebih dari dua pekan. Total volume yang diperdagangkan sekitar 21% di atas rata-rata 100 hari.
Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Desember anjlok US$2,83 dan mengakhiri sesi di level US$80,26 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$9,45 terhadap WTI untuk bulan yang sama.
Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kian tersungkur pada perdagangan Kamis di tengah tingginya volatilitas. Indeks S&P turun pada sesi perdagangan hari keenam berturut-turut, sedangkan Nasdaq mengakhiri sesi dengan penurunan sebesar 9,6% dari rekor level penutupan pada 29 Agustus.
Perusahaan-perusahaan AS semakin resah dengan dampak perang perdagangan yang sedang berlangsung. Masalah yang sama mendorong Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas ekspektasi pertumbuhan global.
Pada saat yang sama, jumlah stok minyak mentah domestik naik untuk pekan ketiga berturut-turut saat kilang-kilang menjalankan pemeliharaan musiman dan memroses lebih sedikit minyak, menurut data dari Energy Information Administration (EIA).
EIA melaporkan persediaan minyak mentah komersial domestik naik 5,99 juta barel pekan lalu, sedangkan utilisasi kilang turun ke level terendah sejak Maret.
Di sisi lain, stok pada Cadangan Minyak Strategis turun 1,31 juta barel. Sejumlah analis dalam survei Bloomberg telah memperkirakan kenaikan sebesar 2,8 juta barel dalam suplai minyak mentah.
“Volatilitas yang meningkat di pasar secara umum merembes ke energi, karena investor mengurangi aset berisiko,” kata Rob Thummel, managing director di Tortoise, seperti dikutip Bloomberg.
“Ketika Anda memiliki pasar ekuitas yang bergejolak, perdagangan yang menghindari aset berisiko pun terjadi dan Anda melihat kenaikan [stok minyak] ketiga berturut-turut, pada umumnya itu bukan resep yang baik untuk harga minyak mentah.”
Sebelumnya pada sesi tersebut, ukuran volatilitas pasar minyak menanjak ke level tertinggi sejak Juli.
Sementara itu, OPEC memangkas estimasi permintaan global untuk minyak mentah tahun depan akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi dan output yang lebih tinggi dari para saingan, seperti pengebor minyak shale AS.
Prospek OPEC datang di tengah tekanan pada kartel minyak ini untuk memompa lebih banyak minyak demi mengimbangi dampak dari sanksi Iran dan seruan dari Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan output.
BACA JUGA : 

Wall Street Kian Tersungkur di Tengah Volatilitas

Wednesday, October 10, 2018

Badai Michael Ancam Permintaan, Harga Minyak Anjlok

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:43 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURESHarga minyak mentah anjlok ketika efek Badai Michael mengancam akan memangkas permintaan bahan bakar di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS) Tenggara.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November diperdagangkan di level US$72,63 per barel pada pukul 4.59 sore waktu setempat, setelah berakhir anjlok 2,4% di level US$73,17 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu (10/10), level penutupan terendah sejak 27 September.
Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Desember anjlok US$1,91 dan berakhir di level US$83,09 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$10,06 terhadap WTI untuk bulan yang sama.
Meskipun Michael adalah badai terkuat untuk membuat yang menghantam daratan AS dalam seperempat abad, lintasannya menghindarkan sebagian besar platform minyak offshore. Permintaan bahan bakar di bagian tenggara mungkin turun 1 juta barel per hari, menurut Mizuho Securities.
Sementara itu, American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 9,75 juta barel pekan lalu. Itu akan menjadi kenaikam terbesar sejak Februari 2017, jika data Energy Information Administration (EIA) mengonfirmasikan hal itu.
“Faktor terbesar saat ini adalah dampak Badai Michael terhadap permintaan,” kata Michael Hiley, kepala perdagangan energi di LPS Partners, seperti dilansir Bloomberg.
Badai Michael membatasi produksi minyak offshore di Teluk sebesar 40%. Namun demikian, karena pangsa regional dari keseluruhan output Amerika menyusut menjadi sekitar 17% dari 32% persen pada tahun 2009, gangguan pasokan yang didorong cuaca kurang mengganggu pasar.
Permintaan bensin dan solar biasanya menurun akibat badai karena jalan-jalan tidak bisa dilewati dan stasiun pengisian tanpa listrik.
API juga dikabarkan melaporkan kenaikan persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma sebesar 2,25 juta barel pekan lalu. Adapun stok bensin naik dan minyak distilasi turun.
Survei Bloomberg menjelang rilis data pemerintah menunjukkan stok minyak mentah kemungkinan meningkat 2,8 juta barel. Persediaan di pusat penyimpanan utama di Cushing, Oklahoma, mungkin naik 800.000 barel pekan lalu, menurut perkiraan yang dihimpun oleh Bloomberg.
“Kita berada di saat ketika persediaan cenderung naik di tengah periode pemeliharaan kilang,” kata Bill O’Grady, kepala strategi pasar di Confluence Investment Management LLC.

Tuesday, October 9, 2018

Badai Michael Tutup Produksi, Harga Minyak Naik

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:47 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES –  Harga minyak mentah naik pada perdagangan Selasa (9/10/2018), ketika Badai Michael mengakibatkan ditutupnya lebih banyak platform minyak offshore.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November ditutup naik 67 sen di level US$74,96 per barel di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Desember menanjak US$1,09 dan berakhir di level US$85 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$10,19 terhadap WTI untuk bulan yang sama.
Dilansir Bloomberg, saat Badai Michael meluncur menuju Florida, sekitar 40% produksi minyak di Teluk Meksiko AS ditutup.
Sementara itu, International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa pasar global memasuki 'zona merah'. Secara global, pasokan dari Iran dan Venezuela telah menyusut, sehingga menciptakan "situasi berisiko" bagi ekonomi dunia, menurut Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol.
Birol membuat permohonan langsung kepada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen besar lainnya untuk meningkatkan output. Dia menyambut upaya Arab Saudi untuk meningkatkan produksi tetapi mengatakan pasokan mungkin akan tetap ketat.
Pada saat yang sama, minyak mentah cadangan di tangki Amerika mungkin meningkat untuk pekan ketiga berturut-turut, berdasarkan survei Bloomberg.
“Pasar berjuang dengan ekspektasi pengurangan ekspor Iran dikombinasikan dengan bukti fisik di AS bahwa persediaan meningkat,” ujar Kyle Cooper, seorang konsultan di Ion Energy Group LLC.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search