English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Wednesday, October 31, 2018

Ditutup Menguat, Wall Street Masih Catat Kinerja Bulanan Terburuk

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:15 PM No comments
Minyak Mentah Catat Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2016
PT KONTAK PERKASA - Bursa saham Amerika Serikat melanjutkan reli penguatan di hari kedua pada perdagangan Rabu (31/10/2018), meskipun indeks S&P 500 menutup bulan terburuknya dalam tujuh tahun terakhir.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 241.12 poin atau 0,97% ke level 25.115,76, indeks Standard & Poor’s 500 menguat 29,11 poin atau 1,09% ke 2.711,74 dan Nasdaq Composite menguat 144,25 poin atau 2,01% ke 7.305,90.
Indeks S&P 500 kehilangan 6,9% sepanjang Oktober, sementara Nasdaq turun 9,2%, pelemahan bulanan terbesar sejak November 2008. Sementara itu, Dow Jones kehilangan 5,1% bulan ini, persentase penurunan bulanan terbesar sejak Januari 2016.
Kekhawatiran meningkatnya suku bunga acuan, perselisihan dagang global, dan kemungkinan pelambatan laba emiten di AS telah meningkatkan kekhawatiran investor bulan ini, dengan sektor teknologi yang telah mendorong reli pasar mendapat pukulan terbesar.
"Orang-orang senang bulan Oktober berlalu," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel, seperti dikutip Reuters.
"Semua ketakutan yang muncul minggu lalu ditinggalkan di belakang sekarang. Saya tidak tahu apakah penguatan tersebut bertahan. Hanya saya, beberapa laporan keuangan emiten dalam beberapa hari ke depan dapat mengubah banyak hal," lanjutnya.
Pada hari Rabu, saham Facebook Inc naik 3,8% setelah raksasa media sosial itu mengatakan margin akan berhenti menyusut setelah 2019 karena biaya dari skandal mereda.
Indeks layanan komunikasi S&P, yang juga menampung Alphabet Inc dan Netflix Inc, naik 2,1%. Adapun sektor teknologi S&P berakhir menguat 2,4%.
Saham Amazon.com Inc dan Apple Inc, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan pada akhir perdagangan Kamis, juga menguat masing-masing 4,4% dan 2,6%.
Sementara itu, saham General Motors Co melonjak 9,1 persen untuk mencatat kenaikan satu hari terbesar mereka sejak akhir Mei, setelah produsen mobil nomor satu AS ini mencatat kinerja kuartal dan perkiraan laba setahun penuh yang kuat.


Tuesday, October 30, 2018

Data Ekonomi Mengecewakan, Bursa Eropa Masih Mampu Menguat Tipis

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:32 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa (30/10/2018), di tengah rilis data yang menunjukkan ekonomi zona euro tumbuh di bawah perkiraan pada kuartal ketiga.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat meskipun hanya 0,01% ke level 355,53, sedangkan indeks DAX Jerman turun 0,4% dan FTSE 100 Inggris naik 0,1%.

Dilansir Reuters, pertumbuhan ekonomi zona euro melambat menjadi 0,2% di kuartal ketiga, sedangkan tanda-tanda tekanan di Italia menjadi sorotan investor.

Sementara itu, laporan kinerja emiten menjadi sorotan, dengan kinerja yang kuat dari BP dan Volkswagen menjadi pendorong pada bursa Eropa. Adapun saham BP melonjak 2,2% setelah laba utama dari minyak melonjak ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Saham Volkswagen naik 3% setelah laba produsen mobil asal Jerman ini berada di atas perkiraan analis, di tengah tekanan di sektor otomotif menyusul penjualan mobil yang lebih lambat dan peraturan anti-emisi yang lebih ketat.

Di sisi lain, saham Geberit turun 9,3% setelah penyedia pasokan pipa di Swiss ini memangkas prospek penjualannya dan mengatakan lebih berhati-hati terhadap industri bangunan.

Analis UBS mengatakan penjualan perusahaan telah melambat ke level "mendekati stagnasi " dan bahwa margin Geberit "tidak sepenuhnya tahan terhadap upah/inflasi bahan baku dan pelemahan kurs.".

Sementara itu, saham Lufthansa jatuh 8,1% setelah maskapai Jerman tersebut mencatat laba kuartal ketiga di bawah ekspektasi dan menyatakan akan mencatat kenaikan jumlah penerbangan yang lebih rendah dari maskapai lain musim ini.

"Sedikit kekurangan dalam hasil Q3 bisa dimaafkan tetapi kami berharap perhatian untuk fkus pada tren yang memburuk dalam pendapatan unit dan biaya unit," tulis analis Liberum mengenai Lufthansa.

Saham Beiersdorf, yang memiliki merek kosmetik Nivea dan La Prairie, turun 2,2% setelah penjualan meleset dari ekspektasi. Rivalnya, Reckitt Benckiser juga melaporkan penjualan yang lebih lemah.


Monday, October 29, 2018

WTI Melemah di Bawah Level US$67

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:50 PM No comments

PT KONTAK PERKASA - Harga minyak mentah diperdagangkan di bawah level US$67 per barel pada perdagangan pagi ini, Selasa (30/10/2018).
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Desember 2018 terpantau melemah 0,55% atau 0,37 poin ke level US$66,67 per barel pada pukul 05.57 WIB di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak Brent kontrak Desember 2018 ditutup melemah 0,36% atau 0,28% ke level US$77,34 per barel di ICE Futures Exchange Eropa.
Dilansir Bloomberg, Rusia memperkirakan dapat mempertahankan tingkat output-nya di atas rekor pada era-Soviet atau meningkatkan produksi lebih lanjut, dan memperingatkan adanya potensi kekurangan pasokan.
Pernyataan tersebut hanya beberapa hari setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya mengisyaratkan mereka dapat memangkas produksi pada 2019.
Minyak telah merosot sekitar 12% dari level tertinggi dalam empat tahun terakhir di awal bulan ini karena pelemahan di pasar ekuitas global menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi di tengah peningkatan persediaan minyak mentah AS.
Dengan sanksi baru dari AS terhadap Iran yang akan berlaku penuh pekan depan, para pelaku pasar mencari tanda-tanda apakah OPEC dan mitra-mitranya mampu (dan berkeinginan) untuk meningkatkan produksi guna mengisi kemungkinan adanya celah pasokan.
"Saya memperkirakan investor akan mengambil sikap wait and see minggu ini sebelum kembalinya sanksi terhadap Iran dan pemilihan paruh waktu di AS," kata Makiko Tsugata, analis senior di Mizuho Securities Co., seperti dikutip Bloomberg., Senin (29/10/2018).
Makiko mengatakan, meskipun ada potensi penurunan ekspor Iran, kelebihan pasokan masih akan terjadi jika Arab Saudi dan Rusia meningkatkan produksi dan produksi AS terus meningkat.
Sementara itu, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan kepada wartawan di Istanbul, Turki, bahwa dia tidak melihat alasan untuk mengurangi produksi dan bahwa ada risiko defisit di pasar minyak.


Sunday, October 28, 2018

IHSG Diprediksi Bergerak di Level 5.760-5.840

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:35 PM No comments
Reliance Sekuritas: IHSG Diprediksi Bergerak di Level 5.760-5.840

KONTAK PERKASA FUTURES  - -Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG cenderung memerlukan konfirmasi break out resistance MA5 dan MA20 guna mencapai pengujian Bearish trend line.
Menurut Kepala Riset Lanjar Nafi hal tersebut membuat support resistance pada pekan depan berada dikisaran level 5.760-5.840.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya AKRA, ANTM, BWPT, INDY, ITMG, PGAS, TLKM, ELSA, INKP, PNLF, TKIM.
Secara teknikal, katanyq,IHSG bergerak terkonsolidasi positif meskipun tertahan pada resistance MA5 dan MA20 pada trend bearish jangka menengah. Indikator Stochastic bergerak golden-cross pada area jenuh jual dengan momentum flat pada indikator RSI menjadi signal penguatan tertahan.
Dalam perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,52% atau 29,95 poin ke level 5.784,92 dengan sektor infrastruktur (+1.09%) yang menjadi pemimpin penguatan diakhir pekan.
Saham TLKM (+2.82%) menjadi kontributor terbesar saham sektor infrastruktur menjelang penyampaian laporan keuangan kuartal ke-3 2018 dengan ekspektasi cukup optimis dengan ekspektasi pertumbuhan penjualan secara CAGR diatas rata-rata kompetitor.
Sektor keuangan (+0.70%) menjadi kontributor terbesar dalam penguatan IHSG dengan saham BBCA (+3.06%) naik lebih dari 3 persen seiring laporan kinerja keuangan kuartal ke-3 yang cukup baik. BBCA mengalami pendapatan bunga tumbuh +7.7% sebesar 33.36 triliun rupiah dengan pertumbuhan pinjaman +17,3% dengan Non Performing loan tidak berubah di kisaran 0,4% sehingga laba bersih tercatat naik +9.9% YoY dikuartal ketiga. Investor asing tercatat net buy 388.87 miliar rupiah meskipun rupiah terdepresiasi 0.19% kelevel Rp15.217 per USD.




economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search