English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Monday, January 28, 2019

Harga Emas Comex Melemah 0,2 Poin Pukul 11.55 WIB

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:30 PM No comments

PT KONTAK PERKASA - Harga emas Comex  bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (29/01/2019).
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Desember 2018 dibuka dengan pelemahan  0,06% atau 0,8 poin di level US$1.308,50 per troy ounce.
Pada pukul 07.22 WIB emas lanjut turun 0,04% atau 0,5 poin ke level US$1.308,80 per troy ounce.
Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak pada kisaran US$1.1308,20-US$1.309,60 per troy ounce.
Adapun pada perdagangan kemarin, Senin (28/01/2019)  harga emas ditutup naik 0,39% atau 5,10 poin di level US$1.309,30 per troy ounce.
Bagaimana pergerakan emas selanjutnya? Ikuti lajunya secara live di Bisnis.com:
 
12:22 WIB

Pukul 11.55 WIB: Spot Comex Melemah 0,2 Poin

Harga emas Comex melemah 0,2 poin atau 0,02% ke level US$1.309,10 per troy ounce.
Sepanjang perdagangan hari ini, spot Comex bergerak pada kisaran US$1.307,80-US$1.309,80 per troy ounce.
 
11:50 WIB

Pukul 11.34 WIB: Spot Comex Berbalik Melemah 0,1 Poin

Harga emas Comex melemah 0,1 poin atau 0,01% ke level US$1.309,20 per troy ounce.
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,03% atau 0,03 poin ke level 95,716 pada pukul 11.35 WIB.
 
10:17 WIB

Pukul 10.01 WIB: Spot Comex Berbalik Menguat 0,2 Poin

Harga emas Comex berbalik menguat 0,2 poin atau 0,02% ke level US$1.309,50 per troy ounce.
 
09:12 WIB

Pukul 8.51 WIB: Spot Comex Melemah 1,2 Poin

Harga emas Comex melemah 1,2 poin atau 0,09% ke level US$1.308,1 per troy ounce.
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,02% atau 0,023 poin ke level 95,769 pada pukul 08.52 WIB.

Sunday, January 27, 2019

Indosurya Sekuritas: IHSG Masih Tren Naik, Cermati Saham Pilihan Ini

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:29 PM No comments


KONTAK PERKASA FUTURES  - Indosurya Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diyakini masih dalam tren menguat dengan rentang pergerakan pada kisaran  6318 - 6542.  
William Surya Wijaya, Director Indosurya Bersinar Sekuritas menjelaskan pergerakan IHSG mengawali pekan terakhir di bulan pertama tahun 2019, sekaligus sepekan menjelang hari raya imlek, masih menunjukkan pola penguatan yang terlihat masih akan berlanjut.
Hal ini tentunya ditopang oleh beberapa faktor, diantaranya capital inflow yang masih terus berlangsung pada tahun berjalan, dan kondisi fundamental perekonomian yang masih relatif stabil yang terlihat dari data terlansir dan beberapa faktor lain.
Rekomendasi saham hari ini :

Friday, January 25, 2019

Minyak WTI Rebound, Harga Batu Bara Tergelincir

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:03 AM No comments

PT KONTAK PERKASA Harga batu bara di bursa ICE Newcastle tergelincir dan berakhir di zona merah pada perdagangan Kamis (24/1/2019).
Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif April 2019 turun 0,90 poin atau 0,89% dan ditutup di level US$100,40 per metrik ton, setelah mampu berakhir menguat 1,05 poin atau 1,05% di level US$101,30 per metrik ton pada perdagangan Rabu (23/1).
Harga batu bara di bursa ICE Rotterdam untuk kontrak teraktif Mei 2019 juga tergelincir bahkan berakhir anjlok 2,25% atau 1,90 poin di posisi 82,60 kemarin, setelah mampu naik 0,12% ke level 84,50 pada Rabu.
Adapun harga batu bara thermal untuk pengiriman Mei 2019 di Zhengzhou Commodity Exchange terus turun pada hari keempat dan ditutup melemah 0,63% atau 3,6 poin di level 572,4 yuan per metrik ton pada perdagangan Kamis.
Kontrak berjangka batu bara telah melemah setelah naik sekitar 5,5% pekan lalu, menyusul kecelakaan tambang di Shaanxi, China, pada 12 Januari sehingga mendorong pemeriksaan keselamatan yang lebih ketat dan pembatasan output.
“Ekspektasi suplai yang lebih ketat telah mereda, sementara konsumsi harian terlihat lesu,” jelas Huatai Futures dalam risetnya, seperti dikutip Bloomberg.
Konsumsi batu bara turun karena pabrik-pabrik di seluruh negeri tersebut secara bertahap ditutup untuk liburan Imlek yang akan dimulai pada 4 Februari.
Di sisi lain, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) berhasil rebound dan ditutup menguat didorong prospek penurunan pasokan menyusul ketidakstabilan di Venezuela, yang mengimbangi kenaikan output minyak shale AS.
Pada perdagangan Kamis (24/1), harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret berakhir menguat sekitar 1% atau 0,51 poin di level US$53,13 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah tertekan dua hari berturut-turut sebelumnya.
Namun minyak patokan global Brent, yang kurang terpengaruh oleh sentimen pasokan di Venezuela, ditutup turun 0,05 poin atau 0,08% di level US$61,09 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menentang tekanan AS dan negara-negara lain untuk menyerahkan kendali atas negaranya yang memegang cadangan minyak mentah terbesar di dunia.
Laporan Departemen Energi AS yang menunjukkan peningkatan terbesar dalam cadangan minyak mentah domestik sejak November dan rekor persediaan bensin sebagian besar diabaikan oleh investor.
"Ini adalah tentang pelaku pasar yang mengawasi kekhawatiran pasokan dari Venezuela," kata Marshall Steeves, analis pasar energi di Informa Economics IG di New York, seperti dikutip Bloomberg.
Pasar minyak mentah mencatat awal terbaik mereka dalam 18 tahun di tengah optimisme pengurangan produksi oleh Arab Saudi, Rusia dan produsen utama lainnya, meskipun sedikit goyah dalam beberapa hari terakhir karena data menunjukkan peningkatan produksi di AS dan melemahnya pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.
Presiden AS Donald Trump disebut sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Venezuela karena Maduro menghadapi salah satu tantangan terberat yang pernah ada pada masa pemerintahannya.
Sentimen bullish dapat pulih kembali jika Trump menindaklanjuti ancaman untuk memperluas sanksi terhadap anggota OPEC Venezuela, sehingga memaksa beberapa penyuling Pantai Teluk untuk mencari pasokan baru.
AS menambah tekanan pada rezim Maduro pada hari Rabu dengan mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu.
"Dengan AS sekarang jelas memihak oposisi, perubahan mungkin akan terjadi," kata Tamas Varga, seorang analis di PVM Oil Associates Ltd, seperti dikutip Bloomberg.
"Ini akan memberikan pukulan lebih lanjut ke penyuling AS yang mengandalkan minyak dari Venezuela yang masih tersedia dan karenanya akan menjadi bullish jangka pendek."
Pergerakan harga batu bara kontrak April 2019 di bursa Newcastle
Tanggal                                    
US$/MT
24 Januari
100,40
(-0,89%)
23 Januari
101,30
(+1,05%)
22 Januari
100,25
(+0,15%)
21 Januari
100,10
(-1,23%)
18 Januari
101,35
(+0,05%)
Sumber: Bloomberg


Wednesday, January 23, 2019

Tertekan Kinerja Emiten, Indeks Stoxx Europe Ditutup Lesu

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:54 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES  - Bursa saham Eropa lesu pada perdagangan Rabu (23/1/2019) karena serangkaian laporan keuangan perusahaan yang buruk menambah kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan global dan negosiasi perdagangan China-AS.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,06% atau 0,2 poin ke level 354,89 setelah berfluktuasi sepanjang sesi perdagangan dan bergerak pada kisaran 352,97-456,86.

Setelah mencapai level terandah dalam tahun pada bulan lalu, indeks Stoxx 600 telah mendapatkan kembali kekuatannya di tahun ini dengan investor terpikat kembali oleh valuasi saham yang murah, meskipun ketidakpastian mengenai berapa lama reboundbisa bertahan masih ada.

"Saya tidak begitu yakin bahwa rebound ini berkelanjutan, tanpa alur berita yang lebih positif, baik pada emiten perusahaan atau pada sengketa perdagangan AS-China," kata Stephane Ekolo, analis ekuitas di Tradition Securities, seperti dikutip Reuters.

Saham Metro Bank mencatat penurunan harga saham terdalam pada Rabu, merosot hampir 39% ke level terendah sepanjang masa.

Bank asal Inggris ini mengumumkan kenaikan tajam dalam paparan kredit perumahan berisiko tinggi dan mengatakan laba akan terpukul oleh pertumbuhan yang melambat.

Sementara itu, penurunan proyeksi laba oleh Ingenico mengirim saham emiten Prancis ini turun lebih dari 13% ke posisi terendah dalam enam tahun terakhir.

Keraguan mengenai pertumbuhan global yang disorot oleh Dana Moneter Internasional (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan pada 2019 terus membebani pasar saham.

"Pertumbuhan laba jelas akan melambat tahun ini, dan ekspektasi pasar mungkin masih terlalu tinggi, tetapi kami tidak melihat penurunan yang berarti dalam waktu dekat", tulis Paul Quinsee, kepala ekuitas global di J.P. Morgan Asset Management.

Perusahaan-perusahaan Eropa yang terdaftar pada indeks Stoxx 600 diproyeksikan mencatat kenaikan laba per saham rata-rata 4,8% pada kuartal keempat, turun dari ekspektasi 6% pekan lalu, menurut I/B/E/S Refinitiv.


economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search