English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Sunday, March 24, 2019

Harga Emas Antam Lebih Murah Rp 1.000 per Gram

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:51 PM No comments


PT KONTAK PERKASA Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam merosot Rp 1.000 menjadi Rp 666.000 per gram pada perdagangan Senin (25/3/2019).  Pada Sabtu,harga emas Antam berada di angka Rp 667.000 per gram.
Harga buyback emas Antam stabil di posisi Rp 594 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 594 ribu per gram.
Adapun Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.25 WIB, sebagian ukuran emas Antam masih tersedia.
Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.
Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 6.900.000. Adapun, ukuran 20 gram di angka Rp 13.250.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).


* Pecahan 0,5 gram Rp 357.500
* Pecahan 1 gram Rp 666.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.281.000
* Pecahan 3 gram Rp 1.900.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.150.000
* Pecahan 10 gram Rp 6.235.000
* Pecahan 25 gram Rp 15.480.000
* Pecahan 50 gram Rp 30.885.000
* Pecahan 100 gram Rp 61.700.000
* Pecahan 250 gram Rp 154.000.000
* Pecahan 500 gram Rp 307.800.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 615.600.000.


Wednesday, March 20, 2019

Harga Minyak Menguat Usai Pasokan AS Mengetat

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:22 PM No comments

PT KONTAK PERKASA - Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) menguat ke level tertinggi dalam empat bulan di atas USD 60 per barel.
Hal ini usai data pemerintah AS menunjukkan pengetatan pasokan minyak domestik, tetapi kenaikan dibatasi kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global karena perang dagang AS-China yang sedang berlangsung.
Harga minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik 80 sen atau 1,36 persen menjadi USD 59,83 per barel. Harga minyak WTI capai level tertinggi USD 60,12 per barel, tertinggi sejak 12 November.
Harga minyak WTI untuk kontrak lebih aktif pada bulan kedua naik 94 sen atau 1,6 persen menjadi USD 60,23 per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent menguat 89 sen atau 1,32 persen menjadi USD 68,50 per barel.
Harga minyak naik setelah the US Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan besar dan tak terduga untuk persediaan minyak mentah karena ekspor kuat dan permintaan penyulingan.
Stok turun 9,6 juta barel pada pekan lalu dibandingkan harapan analis untuk kenaikan 309.000 barel. Persediaan bensin dan sulingan turun lebih dari yang diharapkan. Stok bensin turun 4,6 juta barel, sementara persediaan sulingan merosot 4,1 juta barel.
"Laporan itu bullish karena persediaan minyak mentah yang besar, dan merupakan fungsi dari tingkat impor yang rendah dan volume ekspor tinggi," ujar Partner Again Capital LLC, John Kilduff.
"Inventaris secara keseluruhan menurun dalam minyak mentah dan produk olahan menekankan pasar yang mengetat," ia menambahkan.

Selanjutnya

Harga minyak mentah naik hampir sepertiga pada 2019. Hal ini didorong pengurangan pasokan di antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, serta sanksi AS terhadap eksportir minyak Iran dan Venezuela.
Menteri Energi Uni Emirat Arab mengharapkan OPEC selesaikan kerja sama jangka panjang dengan mitra non-OPEC pada Juni.
Lembaga pemeringkat S&P Global menaikkan asumsi harga minyak Brent kembali ke posisi USD 60 per barel pada perdagangan Rabu usai pemotongan produksi oleh OPEC dan Rusia.
Namun, perang dagang selama delapan bulan antara China dan AS telah mengkhawatirkan pasar global yang sudah khawatir dengan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi pada 2019.
Ada berbagai sinyal apakah kebuntuan antara dua ekonomi teratas dunia dapat segera diselesaikan.
Pemerintah AS mengumumkan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin berencana melakukan perjalanan ke China pada pekan depan untuk putaran pembicaraan perdagangan lainnya dengan para pejabat senior.
"Pembicaraan perdagangan AS-China terus hadirkan risiko untuk pasar minyak dan aset berisiko lainnya," ujar Strategist BNP Paribas, Harry Tchilinguirian.
Analis mengatakan, perlambatan ekonomi dapat segera mengurangi konsumsi bahan bakar dan menahan minyak mentah,
Survei Reuters menyatakan, kepercayaan bisnis di Asia bertahan di posisi terendah dalam tiga tahun pada kuartal I ketika perang dagang AS-China menekan ekonomi global yang sudah berada di jalur menurun.

Monday, March 18, 2019

Arah Harga Emas Pekan Ini Tergantung Keputusan Bank Sentral AS

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:36 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Mengutip kitco, Senin (18/3/2019), analis Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, pelemahan sebesar 1 persen pada Kamis pekan lalu menunjukkan bahwa pelaku pasar sepertinya belum terlalu yakin bahwa harga emas bakal akan terus melambung.  Meskipun Jumat harga emas kembali menguat tetapi kenaikannya masih terbatas. 
Selain itu, gerak bursa saham yang membaik membuat emas sebagai alternatif instrumen investasi juga tidak terlalu dilirik. Pada pekan lalu indeks acuan S&P 500 naik 3 persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Biasanya, harga emas akan terdongkrak jika investor melakukan aksi jua di bursa saham. 
"Saat ini hampir tidak ada kebutuhan akan safe haven sehingga, meskipun diperkirakan masih akan menguat, tetapi sepertinya belum akan terdongkrak tinggi," jelas Ole Hansen.
Pertanyaan selanjutnya, apa yang akan menjadi katalis atau pendorong harga emas pada pekan ini?
Sekali lagi, semua mata akan tertuju kepada keputusan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed). Pemangku kebijakan moneter tersebut akan mengadakan pertemuan pekan depan untuk menentukan arah kebijakan suku bunga. 
Ekonom berharap Bank Sentral AS mengungkapkan rencana secara jelas. "Proyeksi pertumbuhan ekonomi tampaknya akan direvisi turun," kata ekonom di Capital Economics
Meskipun bank sentral diperkirakan akan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi sehingga berdampak kepada kebijakan suku  bunga, Jasper Lawler, kepala penelitian di London Capital Group, mengatakan bahwa ia tidak mengharapkan Federal Reserve mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan.
Alasannya, Bank Sentral Eropa dua minggu lalu ketika itu mengejutkan pasar dengan mengeluarkan kebijakan yang tak terduga.
Untuk diketahui, pada pekan lalu, Bank Sentral Uni Eropa (ECB) memberikan sinyal adanya stimulus baru dan pemangkasan pertumbuhan ekonomi untuk Uni Eropa, serta pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi China dari 6,5 persen menjadi 6 persen untuk 2019.


BI Target Kumpulkan Devisa USD 17,6 Miliar dari Pariwisata Tahun Ini

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 1:16 AM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah menargetkan mampu mengumpulkan devisa sebesar USD 17,6 miliar tahun ini dari sektor pariwisata. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu sebesar 16 miliar.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya juga menargetkan mampu mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman). Di mana, tahun lalu hanya sebesar 16 juta wisatawan mancanegara.

"Target 20 juta kunjungan wisman. Devisa nya sekitar USD 17, 6 miliar," ujar Perry saat memberi keterangan pers di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin (18/3/2019).

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan angka tersebut sangat mungkin untuk dicapai. Pemerintah akan secara intensif melakukan promosi pariwisata melalui digital.

"Saya kira itu saja, kita sepakat dan lihat progress dari tahun lalu. Kita percaya ada di trackyang benar, digitalisasi promosi turis seperti IMF. Digitalisasi akan kita tingkatkan, target 20 juta bukan mustahil, angka konservatif. USD 17,6 miliar saya kira optimis. Ekonomi bagus, pariwisata bagus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jelasnya.

Sumber: Merdeka.com

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search