English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, May 2, 2019

4 Hal yang Sering Bikin Usaha Kecil Gagal

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:26 AM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES - Menjalankan bisnis bukan untuk menjadi lemah hati, karena kewirausahaan berkaitan erat dengan risiko. Pemilik bisnis harus memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko spesifik perusahaan sambil membawa produk atau layanan ke pasar dengan harga yang memenuhi tingkat permintaan konsumen.
Meskipun ada sejumlah usaha kecil di berbagai industri yang berkinerja baik dan terus menguntungkan, sebagian besar perusahaan gagal dalam 18 bulan pertama operasi. Tanpa strategi yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis, usaha kecil dapat mengalami kegagalan yang tak terelakkan.
Untuk melindungi bisnis baru atau yang sudah mapan agar tidak jatuh ke dalam perusahaan yang gagal, perlu untuk memahami apa yang dapat menyebabkan kegagalan bisnis dan bagaimana setiap hambatan dapat dikelola atau dihindari.
Alasan kegagalan paling umum dari usaha kecil adalah kurangnya modal atau pendanaan, mempertahankan tim manajemen yang tidak memadai, infrastruktur atau model bisnis yang salah, dan inisiatif pemasaran yang gagal.
Dikutip dari Laruno.id, berikut 4 alasan kegagalan paling umum dalam usaha kecil:

Dari sejumlah besar bisnis kecil yang gagal setiap tahun, hampir setengah dari pengusaha menyatakan kurangnya dana atau modal kerja adalah penyebabnya.
Dalam banyak kasus, pemilik bisnis sangat sadar berapa banyak uang yang diperlukan untuk menjaga operasi berjalan setiap hari, termasuk penggajian dana, membayar biaya overhead tetap dan beragam seperti sewa dan utilitas.
Namun, pemilik perusahaan yang gagal kurang selaras dengan berapa banyak pendapatan yang dihasilkan oleh penjualan produk atau layanan. Hubungan ini mengarah ke kekurangan pendanaan yang dengan cepat membuat usaha kecil tidak beroperasi.

Alasan umum lainnya usaha kecil gagal adalah kurangnya ketajaman bisnis yang dimiliki oleh tim manajemen atau pemilik bisnis.
Dalam beberapa kasus, pemilik bisnis adalah satu-satunya personel tingkat senior dalam suatu perusahaan, terutama ketika suatu bisnis berada pada tahun pertama atau kedua operasinya.
Meskipun pemilik bisnis mungkin memiliki keterampilan yang diperlukan untuk membuat dan menjual produk atau layanan yang layak, tetapi sering kali kurang memiliki skill untuk mengelola karyawan lain dengan sukses.
Tanpa tim manajemen yang berdedikasi, pemilik bisnis memiliki potensi lebih besar untuk salah mengelola aspek-aspek tertentu dari bisnis, apakah itu keuangan, perekrutan atau pemasaran.
Tim manajemen yang kuat adalah salah satu tambahan pertama yang perlu dilakukan oleh bisnis kecil untuk melanjutkan operasi ke masa depan.

Usaha kecil sering mengabaikan pentingnya perencanaan bisnis yang efektif sebelum memulai bisnis. Rencana bisnis yang sehat harus mencakup uraian yang jelas tentang bisnis, karyawan saat ini dan masa depan dan kebutuhan manajemen, peluang dan ancaman di pasar yang lebih luas, kebutuhan modal termasuk proyeksi arus kas dan berbagai anggaran, inisiatif pemasaran dan analisis pesaing.
Dengan demikian, bisnis yang tidak secara teratur meninjau rencana bisnis awal, atau yang tidak siap untuk beradaptasi dengan perubahan di pasar atau industri, peluang untuk gagal akan semakin besar.
Untuk menghindari perangkap terkait dengan rencana bisnis, seorang pengusaha harus memiliki pemahaman yang kuat tentang industri dan persaingannya sebelum memulai sebuah perusahaan.
Model dan infrastruktur pesifik perusahaan harus ditetapkan jauh sebelum produk atau layanan ditawarkan kepada publik, dan aliran pendapatan potensial harus diproyeksikan secara realistis jauh sebelumnya. Membuat dan mempertahankan rencana bisnis adalah kunci untuk menjalankan perusahaan yang sukses untuk jangka panjang.

Pemilik bisnis sering gagal untuk mempersiapkan kebutuhan pemasaran perusahaan dalam hal modal yang diperlukan dan jangkauan prospek yang akurat.
Ketika perusahaan meremehkan total biaya pemasaran awal, seringkali sulit untuk mendapatkan pembiayaan modal dari departemen bisnis lain untuk menutupi kekurangan tersebut.
Karena pemasaran merupakan aspek penting dari setiap bisnis, maka perlu bagi perusahaan untuk memastikan mereka telah menetapkan anggaran realistis untuk kebutuhan pemasaran saat ini dan masa depan.
Demikian pula, memiliki proyeksi realistis dalam hal jangkauan target sangat penting untuk keberhasilan pemasaran. Bisnis yang tidak memahami aspek-aspek strategi pemasaran yang sehat lebih cenderung gagal daripada perusahaan yang meluangkan waktu yang diperlukan untuk membuat kampanye yang efektif dan sukses.
Semoga Bermanfaat.

Tuesday, April 30, 2019

Harga Emas Antam Lebih Mahal Rp 2.500 per Gram

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:29 PM No comments

PT KONTAK PERKASA - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antamnaik Rp 2.500 ke posisi Rp 664.000 per gram pada perdagangan Rabu (1/5/2019). Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam dibanderol Rp 661.500 per gram.
Sementara untuk harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga naik Rp 2.000 menjadi Rp 586 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 586 ribu per gram.
Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.27 WIB, sebagian besar emas Antam masih tersedia. Hanya emas berukuran 3 gram, 250 gram 500 gram dan 1.000 per gram yang belum tersedia.
Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Untuk harga emas antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.
Sedangkan untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 6.880.000. Untuk ukuran 20 gram di posisi Rp 13.210.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen). 

Daftar Harga Emas Antam

* Pecahan 0,5 gram Rp 356.500
* Pecahan 1 gram Rp 664.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.277.000
* Pecahan 3 gram Rp 1.894.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.140.000
* Pecahan 10 gram Rp 6.215.000
* Pecahan 25 gram Rp 15.430.000
* Pecahan 50 gram Rp 30.785.000
* Pecahan 100 gram Rp 61.500.000
* Pecahan 250 gram Rp 153.500.000
* Pecahan 500 gram Rp 306.800.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 613.600.000

Monday, April 29, 2019

Bireuen Pernah Menjadi Ibu Kota RI, Benarkah?

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:51 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Tengah kembali digaungkan. Rencana ini semakin serius karena Pemprov Kalteng sudah menyiapkan lahan seluas 500 ribu hektare untuk menjadi lokasi pusat pemerintahan RI yang baru.
Jika rencana ini terlaksana, maka untuk kesekian kalinya Indonesia akan daftar baru ibu kota. Sebelumnya, buku sejarah mencatat, Yogyakarta dan Bukittinggi pernah menjadi ibu kota RI. Keduanya menjadi ibu kota saat negara dalam kondisi darurat dan di tengah ancaman kekuasaan kolonial.
Namun, tidak hanya dua kota itu, Kota Bireuen di Aceh dikabarkan juga pernah menjadi ibu kota RI selama sepekan. Kota ini memang tak tercatat di buku sejarah sebagai ibu kota RI, namun santer disebutkan bahwa Bireuen pernah menjadi ibu kota ketiga RI setelah Yogyakarta dan Bukittinggi.
Dalam versi yang banyak beredar dan dituliskan, ketika itu Presiden Sukarno berangkat ke Bireuen dengan menumpang pesawat Dakota. Pesawat udara khusus yang dipiloti Teuku Iskandar itu mendarat dengan mulus di lapangan terbang sipil Cot Gapu pada 16 Juni 1948.
Kedatangan rombongan disambut Gubernur Militer Aceh Tengku Daud Beureu’eh atau yang akrab disapa Abu Daud Beureueh serta alim ulama dan tokoh masyarakat.
Malam harinya di lapangan terbang Cot Gapu diselenggarakan leising (rapat umum) akbar. Presiden Sukarno berpidato berapi-api, membakar semangat juang rakyat di Keresidenan Bireuen yang datang membludak.
Selama sepekan kemudian, Presiden Sukarno menjalankan roda pemerintahan dari Bireuen. Dia menginap dan mengendalikan pemerintahan RI di kediaman Kolonel Hussein Joesoef, Panglima Divisi X Komandemen Sumatera, Langkat dan Tanah Karo, di Kantor Divisi X (Pendopo Bupati Bireuen sekarang).
Pemilihan Bireuen sebagai tempat pemerintahan sementara bukan hanya karena daerah ini termasuk paling aman, tetapi juga karena Bireuen merupakan pusat kemiliteran Aceh. Letaknya pun sangat strategis dalam mengatur strategi militer untuk memblokade serangan Belanda di Medan Area yang telah menguasai Sumatera Timur.
Namun, cerita tentang Bireuen ini masih menjadi perdebatan, apakah ketika itu Sukarno hanya sekadar mengadakan kunjungan biasa atau sedang menghindari pengejaran pasukan Belanda? Apalagi buku sejarah yang resmi beredar tak menyebutkan hal tersebut. Liputan6.com pun berusaha menelusuri bukti tertulis yang ada.

Sunday, April 28, 2019

WHO Uji Vaksin Malaria Pertama pada Anak

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:22 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES - Upaya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyediakan vaksin malaria tampaknya mulai membuahkan hasil. Jelang akhir April 2019 ini, tepatnya pada 23 April, WHO memulai program imunisasi malaria pada anak-anak di daerah berisiko tinggi malaria di Afrika. Dimulai dari Malawi untuk kemudian diikuti dengan Ghana dan Kenya.

Masing-masing anak menerima empat dosis imunisasi malaria. Tujuannya mencegah empat dari 10 kasus malaria.
"Ini adalah hal yang berani untuk dilakukan, tapi bukan berarti solusi mudah bagi masalah yang rumit," ujar Thomas Churcher, ahli malaria di Imperial College London pada Associated Press.

"Selama penggunaan vaksin tidak dicampuri dengan usaha lain seperti kebutuhan mendesak untuk menggunakan insektisida baru, maka ini adalah hal yang baik untuk dilakukan," lanjutnya, melansir laman The Scientist.


WHO merencanakan penggunaan vaksin malaria ini untuk melengkapi upaya pencegahan malaria sebelumnya seperti penggunaan kelambu dan semprotan nyamuk.

Vaksin yang dibuat oleh GSK ini merupakan vaksin pertama untuk memerangi parasit malaria. Meski efektivitasnya lebih rendah dibandingkan vaksin lainnya dan pemberian empat dosis vaksin akan menghadapi tantangan logistik, WHO berharap langkah ini bisa lebih meningkatkan pencegahan terhadap malaria. 


WHO berharap vaksin malaria ini bisa mempercepat usaha memerangi malaria yang setiap tahunnya memakan korban hingga 250 ribu anak di Afrika saja. Sementara, data 2016 memperkirakan ada 216 juta kasus malaria dengan 445 ribu kematian di 91 negara di dunia.

"Kami telah melihat keberhasilan penggunaan kelambu antimalaria serta cara lainnya untuk mengontrol malaria selama 15 tahun terakhir. Tapi program tersebut telah tertunda bahkan mengalami kemunduran di beberapa area. Kita perlu solusi baru untuk mengontrol persebaran malaria dan vaksin memberikan harapan baru untuk mencapai hal tersebut," ujar Director General WHO Tedros Adhanoom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan.

Program ini menargetkan sekitar 360 ribu anak untuk diimunisasi malaria setiap tahunnya.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search