English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, July 4, 2019

Harga Emas Antam Turun Lagi, Jadi Rp 709 Ribu per Gram

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 8:35 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam untuk perdagangan Jumat (5/7/2019) tercatat kembali turun Rp 2.000 per gram menjadi Rp 709 ribu per gram.
Hal serupa juga untuk harga buyback emas Antam yang turun Rp 2.000 menjadi Rp 638 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 638 ribu per gram.
Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 07.21 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.
Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.
Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.310.000. Sedangkan ukuran 20 gram dijual Rp 14.110.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
* Pecahan 0,5 gram Rp 379.000
* Pecahan 1 gram Rp 709.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.367.000
* Pecahan 3 gram Rp 2.029.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.365.000
* Pecahan 10 gram Rp 6.665.000
* Pecahan 25 gram Rp 16.555.000
* Pecahan 50 gram Rp 33.035.000
* Pecahan 100 gram Rp 66.000.000
* Pecahan 250 gram Rp 164.750.000
* Pecahan 500 gram Rp 329.300.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 658.600.000

BACA JUGA : Benarkah Perang Dagang Segera Berakhir, Dampaknya ke RI?
PT KONTAK PERKASA FUTURES 

Wednesday, July 3, 2019

Sinarmas Asset Management Catatkan DIRE di BEI

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:27 PM No comments

PT KONTAK PERKASA - Dana Investasi Real Estat (Dire) Simas Plaza Indonesia resmi dicatatkan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2019).
Dire Simas Plaza Indonesia dengan kode efek XSPI ini dibuka dengan harga Rp 500 per unit dengan unit penyertaan yang ditawarkan sekurang-kurangnya Rp 1 miliar dan sebanyak-banyaknya Rp 20,8 miliar dengan imbal hasil 6-8 persen per tahun. 
Direktur PT Sinarmas Asset Management, Jamial Salim menyatakan, penerbitan produk DIRE untuk berinvestasi jangka panjang pada aset portfolio aset real estate maupun aset lainnya yang dapat memberikan distribusi pendapatan yang relatif stabil.
"Peluncuran produk investasi ini dapat menambah produk investasi di bursa," tutur dia di Gedung BEI.
Adapun underlying aset DIRE ini adalah 95,37 persen saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) dan 100 persen saham PT Sarana Mitra Investama, yang memiliki saham di PT Plaza Lifestyle Prima, pengelola mall fX Sudirman. 
Alasan dipilihnya aset Plaza Indonesia lantaran beberapa pertimbangan, seperti aset yang ikonik yang berada di pusat kota Jakarta. 
Masa penawaran dilakukan pada 19-21 Juni 2019. Distribusi kepada investor akan dilaksanakan pada 3 Juli 2019. 
Secara sederhana, DIRE dapat diartikan sebagai kumpulan dana investor yang akan diinvestasikan ke aset properti baik secara langsung dengan membeli gedung maupun tidak langsung dengan membeli saham dan obligasi perusahaan properti.
Instrumen ini memiliki kewajiban untuk menginvestasikan minimal 80 persen dana kelolaannya ke properti di mana 50 persennya harus berbentuk aset real estate langsung.
Penerbitan DIRE di Indonesia bisa dibilang masih sepi ketimbang dengan instrumen investasi KIK jenis lainnya.
Ini merupakan DIRE ketiga yang akan dicatatkan di BEI,  dua sebelumnya merupakan milik PT Ciptadana Asset Management, yakni pertama DIRE berkode XCID yang dirilis pada 2012 dengan aset portofolio Solo Grand Mall dan kedua DIRE XCIS yang dirilis 29 Januari 2019 dengan aset portofolio Hotel Padjajaran Suites.

BACA JUGA ; 

Gubernur BI Paparkan 4 Sektor Potensial untuk Investasi di Indonesia

Tuesday, July 2, 2019

Kisah Bank dan Pekerja Melakukan Transformasi Digital

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:18 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES - Rasa cemas sempat melanda pikiran Fajar Adityo Ismantoro, salah satu Customer Service Officer (CSO) Bank Mandiri di kantor cabang Plaza Mandiri.
Akhir 2018, ia dan rekan-rekannya mendapat informasi dari kepala cabang tentang proyek awal Digital Banking yang akan berlokasi di tempat yang sama.
"Saya khawatir, apakah nanti saya akan dipindahkan ke unit atau divisi lain kalau nanti ada pengurangan staf di kantor cabang? Jika saya dipindahkan ke divisi legal, saya takut tak bisa menguasai bidang itu," ungkap Fajar yang mengawali profesinya sebagai teller pada 2009 di bank terbesar secara aset itu.
Sejak Bank Mandiri meluncurkan aplikasi mobile pertama di platform Blackberry pada 2011 silam, Fajar merasakan adanya perubahan sistem perekrutan karyawan di bank pelat merah itu.
"Dulu setelah saya bekerja satu tahun menjadi teller, saya langsung diangkat sebagai pegawai tetap. Akan tetapi, tahun berikutnya hingga sekarang, makin sulit bagi teller menjadi karyawan tetap," sebutnya.
Namun, kegelisahan Fajar tak berangsur lama setelah ia berkonsultasi dengan kepala cabang. Ia yakin jika posisinya cukup aman saat ini.
"Memang saat ini kami mulai mengalihkan nasabah alihkan ke digital, namun ada hal-hal yang tak bisa dipenuhi melalui digital. Banyak nasabah yang masih butuh konsultasi secara langsung dengan petugas bank, baik itu mengenai produk perbankan. Saya rasa perampingan (karyawan) itu ada tapi pegawai seperti teller dan CSO masih akan tetap dibutuhkan," ujar Fajar.
Sementara, Dandy Permana, salah satu teller  BCA di kantor cabang Thamrin tak merasa terancam karena yakin jika bank akan membekali ilmu bagi para karyawannya agar lebih sigap beradaptasi dengan digitalisasi perbankan.
Selain melayani nasabah bertransaksi, Dandy yang masih kuliah dan menjadi karyawan magang di bank swasta ini, mengaku jika ia dan rekan kerjanya juga harus bisa menawarkan produk perbankan.
"Jadi teller dan CSO juga ditargetkan cross-selling (berjualan) produk-produk seperti KPR, KKB, dan sebagainya," ujar dia.
Kecemasan Fajar dan pengalaman Dandy untukberjualan merupakan segelintir contoh yang tengah dialami para karyawan perbankan tanah air sebagai dampak disrupsi teknologi digital yang terjadi di industri perbankan.
Berdasarkan survei Digital Banking in Indonesia 2018 yang oleh PricewaterhouseCoopers (PwC), para pekerja di sektor perbankan sedang mengalami proses bisnis dan tim yang tidak fleksibel akibat minimnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang digital.
Manajemen  perbankan tak menyangkal jika perbankan mulai mengurangi biaya operasional perbankan,  terutama dalam pembukaan kantor cabang seiring dengan tuntutan bagi perbankan untuk dapat bertransformasi menjadi digital banking.
Direktur Operasional dan Bisnis Bank Mandiri Hery Gunardi mengakui, jika perampingan kantor cabang telah terjadi sejak tahun lalu.
Dibandingkan beberapa tahun lalu yang umumnya membuka 100-200 cabang, tahun lalu Bank Mandiri hanya membuka 50 kantor cabang. Adapun tahun ini, bank pelat merah itu hanya membuka 10 cabang.
Penyusutan ekspansi kantor cabang sejalan dengan transformasi perbankan digital, di mana Bank Mandiri telah mengurangi interaksi nasabah pada bank secara fisik dengan mengembangkan Mobile Apps atau Digital Channel.
Saat ini, Hery menuturkan, transaksi digital di Bank Mandiri telah mencapai 92 persen, sementara transaksi konvensional atau di kantor cabang sekitar 8 persen.
"Kami ingin menaikkan produktivitas,baik dari penghimpunan Dana PihakKetiga maupun kredit. Penghematan modal kerja dari sisi pembukaan cabang saja bisa berarti lebih dari Rp 100 miliar," ungkap Herry.
Berbeda dengan BCA yang masih ingin membuka kantor konvensional dan merekrut para teller. Presiden Direktur BCA, JahjaSetiaatmadja mengatakan, BCA masih akan tetap ekspansi membuka kantor cabang baru dan karyawan baru meski transaksi digital di BCA telah mencapai 98 persen saat ini
"Bank akan tetap membutuhkan teller danCSO, terutama transaksi besar di atas limit tertentu masih dilakukan di kantor cabang. Hal ini untuk melindungi nasabah dari kelalaian atau pihak-pihak yang mempunyai niat jahat," ungkap Jahja.

Pemerintah Telah Cairkan Rp 11,1 Triliun untuk Gaji ke-13 PNS

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:16 AM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Pemerintah telah mencairkan gaji ke-13 para Aparatur Sipil Negara (ASN). Hingga saat ini, anggaran yang telah dicairkan untuk gaji ke-13 tersebut mencapai Rp 11,1 triliun.
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Marwanto mengatakan, pada hari ini pemerintah memang telah mencairkan gaji ke-13 untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri dan Pensiunan.
"Pada tanggal 2 Juni (hari ini) gaji ke-13 telah dicairkan," ujar dia saat berbincang denganLiputan6.com di Jakarta, Selasa (2/7/2019).
Dia mengungkapkan, hingga pukul 10.00 WIB hari ini, hampir seluruh Satuan Kerja (Satker) kementerian/lembaga dan instansi pemerintah telah melakukan pencairan gaji ke-13 tersebut.
"Sampai dengan jam 10 pagi ini, 99,9 persen Satker Pemerintah Pusat di seluruh Indonesia telah mencairkan gaji ke-13," jelas dia.
Sementara untuk anggaran, ucap Marwanto, alokasi anggaran yang telah dicairkan untuk gaji ke-13 ini mencapai Rp 11,1 triliun.
"Jumlah dana gaji ke-13 yang sudah dicairkan sebesar Rp 11,1 triliun," kata dia.‎
sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mencairkan gaji ke-13 para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri serta pensiunan pada hari ini. Pencairan gaji PNS tersebut dilakukan sesuai dengan yang telah dijadwalkan semula.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti. Dia menyatakan, pencairan tersebut dilakukan Kemenkeu pada hari ini kepada satuan kerja (Satker) masing-masing instansi.
"Iya. Sudah dicairkan hari ini gaji ke-13 untuk ASN dan pensiunan," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Selasa (2/7/2019).
Dia mengungkapkan, gaji PNS ke-13 tersebut bukan hanya gaji pokok saja, tetapi juga ditambah tunjangan lain seperti tunjangan umum dan tunjangan kinerja. "Gaji plus tunjangan," lanjut dia.
Sementara untuk anggaran, lanjut Frans, Kemenkeu mengalokasikan dana gaji PNS ke-13 sebesar Rp 20 triliun. Angka tersebut untuk gaji ke-13 seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan. "(Anggaran) Rp 20 triliun," tandas dia.

BACA JUGA : 

Benarkah Perang Dagang Segera Berakhir, Dampaknya ke RI?

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search