English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Monday, July 22, 2019

Investor Menunggu Keputusan The Fed, Harga Emas Stabil

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:33 PM No comments

KONTAK PERKASA FUTURES  - Harga emas stabil pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), setelah mengalami penutunan yang tajam pada sesi sebelumnya.
Investor tengah menunggu keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) mengenai suku bunga yang akan berlangsung pada pertemuan akhir bukan Juli ini.
Mengutip CNBC, Selasa (23/7/2019), harga emas di pasar spot hanya bergeser naik tpis ke USD 1.427,9 per ounce. Harga logam mulia ini sempat menyentuh angka tertingg sejak Mei 2013 di USD 1.452,60 per ounce pada perdagangan Jumat lalu tetapi kemudian saat penutupan melemah 1,5 persen.
Sedangkan harga emas berjangka AS stabil di kisaran USD 1.428,7 per ounce.
"Harga emas stabil karena memang sebagian besar investor lebih memilih menahan diri sampai dengan pertemuan the Fed. Sebelumnya telah banyak kenaikan sehingga saat ini membentuk pola konsolidasi," jelas analis senior OANDA Edward Moya.
"Banyak pihak yakin bahwa the Fed bakal memangkas suku bunga 25 basis poin tetapi ada kubu yang percaya bahwa pemotongannya bisa mencapai 50 basis poin. Artinya memang saat ini ketidakastian tinggi," tambah dia.
Suku bunga yang lebih rendah akan memberikan beban kepada nilai tukar dolar AS sehingga memberikan tenaka kepada harga emas untuk terus menjulang.
The Fed diperkirakan akan mengumumkan keputusannya pada pertemuan 30-31 Juli.
Pasar juga mengharapkan sikap kebijakan yang dovish dari pertemuan Bank Sentral Eropa yang berlangsung pada Kamis depan.
Ketegangan politik di timur tengah juga menawarkan dukungan yang mendasari untuk emas, yang merupakan aset safe haven, untuk terus naik.
Inggris sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam krisis kapal tanker yang terjadi di Teluk pada hari Minggu kemarin. Ada beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan ketika sebuah rekaman muncul menunjukkan bahwa militer Iran menentang kapal perang Inggris.

Sunday, July 21, 2019

Headphone Termahal di Dunia, Harganya Rp 884 Juta

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 6:35 PM No comments

PT KONTAK PERKASA FUTURES -  Sama seperti handphone, harga headphone pun beraneka ragam sesuai kualitas. Ada yang murah seharga puluhan ribu, hingga earphone merk Apple yang harganya di atas Rp 500 ribu.
Berbeda dengan penikmat musik kasual, bagi pecinta dunia audio, kualitas kejernihan, ketajaman suara headphone adalah sesuatu yang serius dipantau. Tak heran ada perusahaan yang rela membuat headphone seharga puluhan bahkan ratusan juta.
Berdasarkan laporan Esquire, headphone termahal di dunia adalah merk Sennheiser HE 1 seharga 51 ribu pound sterling atau Rp 884 juta (1 pound sterling = Rp 17.342). Produsennya menyebut Sennheiser memadukan desain artistik dan teknologi.
Mulai dari desainnya, amplifier headphone ini berada di atas material gelas dan batu granit Carrara. Batu mewah itu digunakan Michelangelo dalam memahat.
Cukup dengan sebuah sentuhan, headphone canggih ini akan langsung aktif. Dengan audio range dari 8 Hz hingga 100 KHz, Sennheiser cocok bagi musik vinyl, CD, maupun data bersolusi tinggi.
Sennheiser HE 1 juga membawa tube dan transistor amplifier. Vacuum tubes itu mencegah suara structure-borne serta dikeliling quartz bulbs berkualitas tinggi yang mengalirkan ultra-high impulse fidelity alias reproduksi suara yang paripurna, termasuk dalam level distoris ultra-low.
Headphone ini tak bisa langsung dibeli di toko. Peminat harus memesan terlebih dahulu agar Sennheiser HE 1 dapat dibuat secara personal.
Peminat juga perlu membayar uang muka seharga 10 ribu pound sterling (Rp 173 juta). Begitu uang muka diterima, barulah pembuatannya diproses.

Thursday, July 18, 2019

Peretas Dapat Lacak Perangkat lewat Celah Keamanan pada Bluetooth

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 7:29 PM No comments


KONTAK PERKASA FUTURES - Temuan terbaru dari para peneliti Boston University yang disampaikan pada 19th Privacy Enhancing Technologies Symposium, di Stockholm, Swedia, menunjukkan suatu celah keamanan pada Bluetooth.
Celah ini, menurut temuan tersebut, berdampak pada perangkat Bluetooth yang berjalan pada sistem operasi Windows 10, iOS dan MacOS. Selain itu, jam tangan pintar Fitbit dan Apple Watch juga ikut terdampak. Demikian dikutip dari The Verge, Jumat (18/7/2019).
Disebutkan bahwa peretas dapat melacak perangkat dengan mengeksploitasi celah kelemahan Bluetooth Low Energy (BLE) tersebut dengan cara mengekstraksi token pengidentifikasi seperti jenis perangkat atau data lainnya yang dapat diidentifikasi.
BLE merupakan tipe Bluetooth yang relatif baru. Gagasan di balik BLE adalah untuk menghemat konsumsi daya tanpa mengurangi jangkauan komunikasi antarperangkat. Sebagian besar produsen perangkat mulai mengadopsi BLE pada perangkat buatannya pada 2012.
BLE menggunakan saluran publik tak terenkripsi untuk mengekspos keberadaannya ke perangkat lain di dekatnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penyambungan di antara dua perangkat. Inilah yang dapat dieksploitasi oleh peretas dan para peneliti, dalam percobaannya, berhasil melacak perangkat dengan memanfaatkan celah tersebut.

Bluetooth Supercepat

Diwartakan sebelumnya, Huawei berencana mengembangkan teknologi High Speed Bluetooth atau Bluetooth berkecepatan tinggi miliknya sendiri dan akan dikenalkan bersamaan dengan peluncuran Honor 20 Series di Tiongkok.
Dilansir dari Huawei Central, seorang blogger di Weibo menyatakan, Huawei bakal mengembangkan teknologi Bluetooth yang disebut X-BT AKA Super Bluetooth dan dipersenjatai chip Si1109.
Chip tersebut memiliki algoritma kecerdasan bautan yang secara otomatis mendeteksi kekuatan sinyal Bluetooth dan faktor lingkungannya.
Di waktu yang bersamaan, teknologi itu secara otomatis juga bisa menyesuaikan konsumsi daya berdasarkan penggunaannya. Contohnya, jika sinyal Bluetooth lemah, maka teknologi akan bekerja untuk meningkatkan kekuatan sinyal.
Kerennya, teknologi Bluetooth ini diperkirakan akan tetap terhubung dengan jarak sampai 138 meter tanpa adanya gangguan koneksi.

(Why/Ysl)

Wednesday, July 17, 2019

Kena Denda, Harta Bos Facebook Malah Tambah Rp 13,9 Triliun

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:48 PM No comments

PT KONTAK PERKASA - Baru saja, raksasa teknologi Facebook terkena denda USD 5 miliar atau sekitar Rp 70 triliun, dengan asumsi kurs USD 1 sama dengan Rp 13.951, terkait dengan skandal Cambridge Analytica. Dilaporkan, lebih dari 50 juta data pengguna digunakan tanpa izin.

Namun yang mengejutkan, nilai saham Facebook justru meroket sebesar 1 persen pada Jumat lalu, sesaat setelah pemberitaan denda oleh Federal Trade Commission (FTC) tersebut mencuat ke publik.

Mengutip Yahoo News, Kamis (18/7/2019), sebelumnya, harga saham Facebook pukul 03.45 waktu setempat berada di angka USD 202,31 dan bernilai USD 83 miliar atau Rp 1.159 triliun.

Setelah berita denda muncul, sekitar pukul 4 waktu setempat sahamnya naik jadi USD 204,87 per lembar dan bernilai USD 84,1 miliar atau Rp 1.174 triliun secara keseluruhan.

Itu artinya, nilai saham Facebook meroket lebih dari USD 1 miliar alias Rp 13,9 triliun hanya dalam waktu 30 menit.

Zuckerberg Pemegang Saham Terbesar Facebook

Saat ini bos Facebook Mark Zuckerberg memiliki saham Facebook sebesar 88,1 persen. Pada April 2019, Zuckerberg terhitung memiliki 410 juta lembar saham Facebook. Sebagai pemilik saham terbesar, tentu kenaikan 1 persen merupakan rejeki nomplok buat si bos Facebook.

Tentu saja, tujuan denda yang dikenakan FTC bukan untuk menaikkan nilai saham raksasa teknologi tersebut, melainkan sebagai hukuman karena Facebook tidak bisa mengendalikan data pengguna dengan baik.

Mengapa saham Facebook justru naik padahal perusahaan terlibat skandal? Ternyata, logikanya sederhana: perusahaan telah mempersiapkan keuangan tahunan dengan rinci termasuk dengan kemungkinan denda, dan para investor bereaksi positif karena realitanya sesuai dengan rencana.

Pada akhirnya, denda Rp 70 triliun mungkin saja tidak begitu besar bagi perusahaan yang nilainya ribuan triliun.




economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search