English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, October 3, 2019

Harga Emas Antam Melonjak Rp 7.000 per Gram

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 2:30 AM No comments
PT KONTAK PERKASA - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam naik Rp 7.000 per gram ke level Rp 762 ribu per gram, pada perdagangan Kamis (3/10/2019). Kemarin, harga emas Antam di posisi Rp 755 ribu per gram.
Demikian pula harga buyback emas Antam pada hari ini juga naik Rp 9.000 di harga Rp 685 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 685 ribu per gram.
Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 07.50 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.
Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.
Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 7.800.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram dijual Rp Rp 15.170.000.
Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
* Pecahan 0,5 gram Rp 405.500
* Pecahan 1 gram Rp 762.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.473.000
* Pecahan 3 gram Rp 2.188.000
* Pecahan 5 gram Rp 3.630.000
* Pecahan 10 gram Rp 7.195.000
* Pecahan 25 gram Rp 17.880.000
* Pecahan 50 gram Rp 35.685.000
* Pecahan 100 gram Rp 71.300.000
* Pecahan 250 gram Rp 177.750.000
* Pecahan 500 gram Rp 355.800.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 711.600.000.

Tuesday, October 1, 2019

Jet Antariksa Sanggup Terbang dari London ke Sydney dalam 4 Jam

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 9:35 PM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES - Salah satu hambatan dari perjalanan antarnegara adalah lamanya waktu penerbangan. Kecuali penumpang bisa membeli tiket kelas bisnis yang lebih nyaman sehingga lamanya penerbangan tidak membuat tubuh lelah.
Kabar baiknya, nanti bakal ada pesawat jet yang bisa terbang dengan kecepatan tinggi sehingga bisa mengurangi waktu tempuh perjalanan.
Agensi antariksa Inggris mengumumkan kemitraannya bersama dengan agensi antariksaAustralia terkait dengan pesawat jet dengan mesin antariksa.
Dikutip dari Ubergizmo, Rabu (2/10/2019), keduanya bermitra untuk menciptakan pesawat jet Space Bridge alias "jembatan angkasa" pertama di dunia.
Space Bridge bakal hadir menggunakan mesin Synergetic Air Breathing Rocket Engine (SABRE) dari Reaction Engine yang berpotensi mengurangi waktu tempuh dari London ke Sydney hingga 80 persen.
Dengan begitu, jika terbang menggunakan pesawat ini, waktu penerbangan menjadi 4 jam. Berdasarkan tes awal dari mesin Sabre, mereka menemukan, ketika dalam kondisi simulasi kecepatannya bisa mencapai Mach 3.3.
Kira-kira tiga kali kecepatan suara dan juga membuatnya 50 persen lebih cepat daripada kecepatan jelajah Concorde.
Pesawat ini juga mirip dengan kecepatan pesawat jet tercepat yang pernah dibuat, Lockheed R-71 Blackbird.
Namun demikian, sebelum hal ini terwujud, mungkin butuh waktu agak lama bagi kedua agensi antariksa untuk membuat pesawat supersonik tersebut jadi kenyataan.
Menurut Kepala Lembaga Antariksa Inggris Graham Turnock, "ketika kami bawa mesin roket Sabre ke pesawat bakal membuahkan hasil yang memungkinkan kita terbang dari London ke Australia dalam waktu empat jam."
Turnock lebih lanjut mengatakan, dirinya yakin teknologi ini bisa terwujud. "Kami bicara ini bisa diwujudkan pada tahun 2030an untuk layanan operasional." kata Turnock.
(Tin/Ysl)
BACA JUGA : AS Sanksi Eropa Akibat Subsidi Airbus, Potensi Perang Dagang?

Monday, September 30, 2019

Dolar AS Perkasa, Harga Emas Anjlok Hampir 2 Persen

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:01 PM No comments
PT KONTAK PERKASA  - Harga berbagai logam mulia pada perdagangan Senin (30/9) merosot tajam. Harga emas turun hampir 2 persen. Hal ini menunjukkan tren penurunan dalam satu bulan terakhir.
Merosotnya harga emas ini dipicu oleh semakin kuatnya Dolar AS akibat geopolitik AS yang dianggap mulai lancar.
Dikutip Liputan6.com dari laman CNBC, Selasa (1/10/2019), Harga emas merosot 1,8 persen menjadi USD 1,469.61 setelah dolar mencapai penguatan tertinggi. Ini sekaligus menjadikan Dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sebelumnya, harga emas sempat turun sekitar 2 persen ke level terendah sejak 6 Agustus di USD 1,465.90. Namun untuk kuartal ini, emas telah meningkat lebih dari 4 persen.
"Emas dan perak terus menurun terhadap dolar yang sedikit menguat dan lanskap geopolitik yang relatif lancar," kata analis INTL FCStone Edward Meir dalam sebuah catatan.
Hal itu juga yang membebani harga emas. Saham di bursa AS menguat setelah Washington memberhentikan laporan dari Jumat, yang mengatakan pemerintah AS sedang mempertimbangkan penghapusan perusahaan-perusahaan Cina dari bursa saham AS.
Investor juga mengawasi kebijakan moneter Federal Reserve AS. Bank sentral memangkas suku bunga awal September untuk kedua kalinya tahun ini.
"The Fed mengatakan mereka akan sangat berhati-hati tentang menurunkan suku bunga, yang diambil sebagai konfirmasi bahwa ada sedikit potensi pertumbuhan sebelum khawatir tentang resesi. Jadi orang-orang mundur dari ketakutan yang mendorong mereka membeli emas dalam jangka pendek, "kata Christian Group CPM.


Rupiah Diperkirakan Melemah pada Perdagangan di Awal Pekan Ini

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:08 AM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Senin ini. Pelemahan ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal.
Mengutip Bloomberg, Senin (30/9/2019), rupiah dibuka di angka 14.162 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Namun menjelang siang, rupiah kembali melemah ke 14,175 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.162 per dolar AS hingga 14.175 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 1,49 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Rererensi Jakarta interbak Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.174 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.197 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah diperkirakan masih melanjutkan pelemahan pada akhir pekan lalu.
"Dalam transaksi hari ini rupiah masih akan melemah akibat data eksternal yang masih mendominasi, terutama di AS dan Inggris," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dikutip dari Antara.
Dari eksternal, perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China yang belum mencapai titik temu. Selain itu, ada juga isu pemakzulan Presiden AS Donald Trump yang dituduh melakukan penyalahgunaan wewenang sehingga parlemen AS menyusun penyelidikan mosi tidak percaya.
Dari Inggris panasnya suhu politik menjelang keputusan Brexit dikhawatirkan menghasilkan keputusan yang tidak optimal. Bila Inggris keluar zona Euro tanpa sebuah kesepakatan yang baik, berpeluang memicu resesi di zona Euro.
Ibrahim memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran 14.165 per dolar AS hingga 14.200 per dolar AS.

Pemerintah Prediksi Rupiah Melemah ke 14.400 per Dolar AS di 2020
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan melemah pada tahun depan. Hal tersebut terjadi karena adanya gejolak ekonomi dunia.
Dalam pidato Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa target ekonomi masih akan tinggi, tetapi untuk nilai tukar rupiah akan melemah.
Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 adalah 5,3 persen. Sumber pertumbuhan ekonomi tahun depan ditekankan pada sektor konsumsi. 
"Pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya. Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat," ujar dia.
Jokowi menyebut nilai tukar rupiah akan melemah menuju 14.400 per dolar AS. Ia menyebut hal itu diakibatkan kondisi ekonomi global yang volatile alias penuh ketidakpastian.
Meski sedang ada disrupsi dagang, Jokowi yakin Indonesia akan tetap menjadi primadona investasi. Pasalnya, Indonesia memiliki telah mendapatkan citra positif dan iklim investasi akan terus dijaga.
"Pemerintah yakin investasi terus mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan perbaikan iklim investasi," ujar Jokowi.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search