English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Tuesday, June 17, 2014

WTI Naik Terkait Persediaan Minyak AS Pasca Kekerasan di Irak Merebak

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:18 PM No comments


Minyak mentah West Texas Intermediate naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari setelah adanya laporan industri yang menunjukkan stok minyak mentah AS menyusut dan setelah pasukan Irak bentrok dengan militan. Brent stabil di London.

WTI untuk pengiriman Juli naik sebanyak 42 sen menjadi $ 106,78 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 106,68 pada 1:00 siang waktu Sydney. Kontrak tersebut turun 54 sen menjadi $ 106,36 kemarin, yang merupakan penutupan terendah dalam empat hari. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 18 persen di atas rata-rata 100 hari. Harga telah meningkat 8,4 persen tahun ini.

Brent untuk pengiriman Agustus turun 14 sen menjadi $ 113,31 per barel di bursa ICE Futures Europe. Minyak mentah patokan Eropa tersebut diperdagangkan $ 7,10 lebih sebesar dibandingkan WTI untuk bulan yang sama. Penyebaran ditutup pada level $ 7,58 kemarin, terluas sejak 16 Mei.(frk)

Sumber: Bloomberg





Emas diperdagangkan di bawah level tertinggi dalam tiga minggu pagi ini sebelum Federal Reserve AS menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari-nya pada hari ini, sementara investor menimbang ketegangan yang terjadi di Irak dan Ukraina.


 
Logam untuk pengiriman segera berada di level $ 1,271.17 per ons pada 9:06 pagi di Singapura dari $ 1,270.58 kemarin, menurut Bloomberg generic pricing. Bullion naik ke $ 1.284.96 pada tanggal 16 Juni, yang merupakan tertinggi sejak 27 Mei, saat meningkatnya kekerasan di Irak dan memburuknya hubungan antara Ukraina dan Rusia.



Emas untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada $ 1,271.10 per ons di Comex dari $ 1272 kemarin, ketika harga emas berjangka mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam tujuh hari untuk memangkas reli terpanjang sejak Februari.



Perak untuk pengiriman segera diperdagangkan pada $ 19,7448 per ons dari $ 19,7453 kemarin.(frk)



Sumber : Bloomberg


Dolar pertahankan gain terhadap sebagian besar pair-nya pagi ini sebelum Federal Reserve menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari mereka hari ini setelah data yang dirilis kemarin meningkatkan prospek kenaikkan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan investor.

Kemarin, Index Bloomberg Dollar Spot ditutup pada level tertinggi dalam sepekan setelah indeks inflasi AS terakselerasi lebih cepat dari perkiraan. Yen berada di dekat level terendah satu minggu sebelum rilis laporan defisit perdagangan Jepang yang diperkirakan oleh para analis akan melebar. Mata uang Selandia Baru menghentikan penurunannya setelah Cooperative Group Ltd. eksportir susu terbesar di dunia yang berbasis di Auckland mengatakan bahwa harga susu bubuk mengalami kenaikan untuk pertama kalinya.

Index Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama lainnya sedikit berubah di 1,014.58 pada 08:27 pagi di Tokyo dibandingkan tingkat kemarin ketika naik 0,3 persen menjadi 1,014.57 - yang merupakan penutupan tertinggi sejak 10 Juni lalu.

Greenback diperdagangkan pada 102,17 yen dari posisi 102,15 yen kemarin dan sempat menyentuh 102,24 yen, tertinggi sejak 11 Juni. Terhadap euro, greenback tidak berubah pada level $ 1,3547. Selain itu, dolar Selandia Baru tidak berubah pada posisi 86.59 sen AS sejak kemarin ketika mata uang tersebut turun 0,2 persen. (frk)

Sumber: Bloomberg


Emas berjangka jatuh, menghentikan reli terpanjangnya sejak Februari lalu, terkait spekulasi bahwa The Fed akan lebih memangkas stimulus moneternya, meredam permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.
The Federal Open Market Committee(FOMC), yang memulai pertemuan dua hari hari ini, mengurangi laju pembelian obligasi bulanan sebesar $ 10 miliar masing-masing dari empat pertemuan terakhir. Para pejabat AS dan Iran bertemu di Wina seiring Presiden Barack Obama mengkaji terhadap pemberontakan oleh militan Sunni di Irak.
Emas telah turun 8% dalam 12 bulan terakhir seiring pasar ekuitas naik danThe Fed mengurangi stimulus moneternya. Bank sentral mungkin akan menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari pasar uang, mayoritas dari para ekonom mengatakan dalam sebuah survei Bloomberg News.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,3% untuk menetap di level $ 1.272 per ons pada pukul 1:37 siang di New York Comex. Harga naik dalam enam sesi sebelumnya, reli terpanjang sejak 18 Februari lalu, di tengah meningkatnya ketegangan di Irak.
Logam mulia naik 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011 silam seiring bank sentral membeli utang dan mengadakan biaya pinjaman mendekati nol%.(yds)

Sumber: Bloomberg
 

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search