English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, September 11, 2014



Indeks saham China menuju kerugian mingguan di tengah kecemasan data ekonomi beberapa hari ke depan yang mungkin akan menunjukkan tanda-tanda lebih dari perlambatan ekonomi.
Indeks Shanghai Composite turun sebesar 0,3 persen ke level 2.305,88 pukul 09:48 pagi waktu setempat. Indeks telah kehilangan sebesar 0,9 persen pekan ini pasca rilis laporan yang menunjukkan impor China menurun bulan lalu, pertumbuhan pasokan uang melambat dan harga produsen perpanjang penurunannya dalam 30 bulan terakhir.
Indeks CSI 300 tergelincir sebesar 0,4 persen menja ke level di 2,413.92. Indeks Hang Seng China Enterprises turun sebesar 0,2 persen. Indeks saham China-AS Bloomberg, indeks saham perusahaan China AS yang paling banyak diperdagangkan di AS, melemah sebesar 0,5 persen kemarin.
Badan Biro Statistik Nasional dijadwalkan akan merilis data output pabrik bulan Agustus, investasi dan penjualan ritel besok. Pinjaman yuan baru dan pembiayaan agregat mungkin akan dirilis hari hari ini.
Produksi industri diperkirakan meningkat sebesar 8,8 persen dari tahun sebelumnya, melambat dari ekspansi sebesar 9 persen pada Juli lalu, menurut perkiraan median dari survei Bloomberg. Penjualan ritel kemungkinan meningkat sebesar 12,1 persen sementarainvestasi aset tetap naik sebesar 16,9 persen pada periode Januari hingga Agustus, survei menunjukkan.(izr)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham Hong Kong Berayun Seiring Saham Tencent Meningkat

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 10:15 PM No comments


Bursa saham Hong Kong berayun antara keuntungan dan kerugian seiring saham Tencent Holdings Ltd memberikan dorongan terbesar untuk pasar financial Hong Kong, sementara saham Citic Ltd memimpin penurunan setelah dituntut oleh regulator sekuritas kota ini.
Indeks Hang Seng naik sebesar 0,1 persen ke level 24,695.74 pukul 09:36 pagi waktu Hong Kong setelah sebelumnya turun sebesar 0,2 persen. Indeks tersebut sedang menuju penurunan mingguan terbesarnya sebesar 2,2 persen, penurunan terbesar sejak April lalu. Indeks Hang Seng China Enterprises, juga dikenal sebagai indeks H-share, naik sebesar 0,3 persen ke level 11,069.56.
Indeks acuan H-share memangkas kenaikan pada kuartal ini sebesar 6,8 persen kemarin di tengah tanda-tanda ekonomi China kehilangan momentum. Riis data pekan ini menunjukkan impor menurun, sementara komentar dari Perdana Menteri Li Keqiang menunjukkan melambatnya ekspansi pasokan uang yang beredar. Indeks diperdagangkan pada 7,5 kali laba diperkirakan kemarin, dibandingkan dengan 11,3 kali untuk Indeks Hang Seng dan 16,7 kali untuk Indeks Standard & Poor 500.
Inflasi konsumen China turun ke level 4 bulan terendahnya sejak bulan Agustus lalu, sementara harga pabrik-gerbang memperpanjang penurunan sampai 30 bulan terakhir, sebuah laporan kemarin menunjukkan. Namun, kondisi untuk memperluas pemangkasan tingkat suku bunga, menurut analis China Securities Journal.
Kontrak pada Indeks S & P 500 menguat sebesar 0,1 persen. Indeks ekuitas naik sebesar 0,1 persen kemarin seiring rebound minyak mengimbangi kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik dan mungkin akan menaikan tingkat suku bunga. (knc)
Sumber : Bloomberg


Saham-saham Jepang berfluktuasi, pasca indeks Topix ditutup menguat selama empat hari terakhir untuk memperpanjang level enam tahun tertingginya kemarin, seiring saham produsen obat dan utilitas naik sementara perusahaan konstruksi melemah.
Topix naik kurang dari 0,1 persen ke level 1,311.75 pukul 09:04 di Tokyo pasca turun kurang dari 0,1 persen. Jumlah saham yang dan yang turun sama. Indeks, ditutup pada level tertingginya sejak Juli 2008 kemarin, naik sebesar 1,4 persen pekan ini. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,1 persen ke level 15,918.02 hari ini. Yen berada di level 107,08 per dolar setelah menyentuh level terendahnya sejak September 2008 lalu kemarin.
Indeks Toraku 25 hari, yang membandingkan jumlah saham yang naik dan saham turun di Topix, berada di level 123 kemarin, di atas level 120 beberapa pedagang mengatakan mengindikasikan bahwa saham bersiap untuk turun. Relative Strength Index (RSI) indeks Topix berada di level 66 kemarin, mendekati level level 70 bahwa beberapa investor melihat saham akan berbalik turun.
Presiden Barack Obama berjanji akan melancarkan serangan udara lebih lanjut terhadap ekstremis Negara Islam (ISIS) dan mengatakan AS akan bergabung dengan Uni Eropa dalam menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia atas dukungan yang terus menerus kepada kelompok separatis di Ukraina. (izr)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, September 10, 2014



Saham Asia menguat mengirim indeks acuan menuju kenaikan pertamanya dalam enam hari terakhir, pasca ekuitas AS rebound dan karena investor menunggu laporan inflasi China.
Indeks MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,1 persen ke level 146,87 pukul 09:02 di Tokyo, naik dari level empat pekan terendahnya. Indeks saham turun sebesar 1,6 persen dalam lima hari terakhir karena para investor menimbang prospek kebijakan moneter AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 16-17 September mendatang.
Indeks Topix Jepang menguat sebesar 0,5 persen. Indeks Australia S&P/ASX 200 naik sebesar 0,1 persen menjelang rilis laporan pekerjaan dan Indeks NZX 50 Selandia Baru melonjak sebesar 0,3 persen setelah bank sentral tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya. Indeks Kospi Korea Selatan turun sebesar 0,2 persen karena kembali ditransaksikan setelah libur selama tiga hari. Pasar financial China dan Hong Kong belum dibuka ketika berita ini diturunkan.
Indeks harga konsumen China naik sebesar 2,2 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya, menurut survei Bloomberg terhadap para ekonom. Laporan pertumbuhan kredit dalam perekonomian terbesar di Asia juga akan dirilis hari ini.
Indeks MSCI Asia Pacific Index ditransaksikan pada 13,6 kali estimasi laba pada penutupan terakhir, dibandingkan dengan 16,7 untuk S & P 500 dan 15,5 untuk Indeks Stoxx 600 Eropa. (izr)
Sumber: Bloomberg

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search