English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Thursday, August 15, 2019

MRT Jakarta Belajar Kelola Kereta Perkotaan dari Korea Selatan

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:46 AM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES  - PT MRT Jakarta menggandeng operator MRT Korea Selatan, Seoul Metro Corporation. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mengembangkan, meningkatkan kapasitas operasi dan pemeliharaan kereta api perkotaan.
Nota Kesepahaman antara PT MRT Jakarta dan Seoul Metro ditandatangani oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dan Chief Executive Officer Seoul Metro, Taeho Kim di Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Menurut William, kerja sama ini merupakan upaya pihaknya untuk meningkatkan kapasitas pelayanan MRT Jakarta. Sebagaimana diketahui Seoul Metro memiliki pengalaman cukup lama dalam mengoperasikan MRT.
"Seoul Metro ini adalah salah satu operator metro yang cukup tua dan mengoperasikan salah satu jaringan terbanyak, panjangnya lebih dari 300 km dan punya kecanggihan dalam teknologi, juga dalam tingkat pelayanannya yang baik," kata William.
Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi pengeksplorasian dalam pengembangan pengoperasian dan pengelolaan pusat kendali operasi (OCC), dan pengembangan kemampuan perawatan rolling stock dan depo.
Kerja sama juga mencakup pengembangan pengetahuan atas kemampuan SAMBA (Smart Automatic Mechanical Big data Analysis-system) dan smartstation, pengelolaan automatic fare collection (AFC), serta berbagai kegiatan knowledge sharing terkait lainnya.
Diharapkan, melalui kerja sama ini, MRT Jakarta dapat saling berbagi pengalaman terkait pengoperasian MRT. Dengan begitu kualitas pelayanan dan operasi MRT dapat terus meningkat.
"Jadi tujuan dari MoU signing hari ini adalah untuk bertukar pengalaman kemudian melihat hal-hal apa yg bisa kita pelajari dari pihak Seoul Metro," tegasnya.
Selain itu kerja sama tersebut juga untuk meningkatkan kapasitas MRT dalam menghadapi kejadian tak terduga, seperti padamnya listrik beberapa waktu lalu.
belum lama ini, Moda Raya Terpadu tersebut mogok karena kehilangan pasokan listrik. Kereta pun ada yang berhenti di jalur bawah tanah dengan penumpang terjebak di dalamnya.
"Yang bisa kita siapkan mungkin kita belajar dari mereka gitu kalau menghadapi situasi seperti (padam listrik) itu hal-hal apa yang bisa kita siapkan gitu ya," ujar dia.
Selain itu, melalui kerja sama tersebut MRT Jakarta juga akan belajar dari Seoul Metro bagaimana meningkatkan kapasitas dalam menghadapi gempa berkaitan dengan operasional MRT.
"Salah satunya kan kalau tadi misalnya soal gempa, kalau predictive maintenance kita sudah lakukan memang, tapi sekarang mungkin teknologi (Seoul Metro) itu akan membantu kita, jika terjadi gempa kita bisa lebih (siap)," tandasnya.
Reporter: Wilfridus Setu Embu
Sumber: Merdeka.com

Tuesday, August 13, 2019

Merapi Mengirim Awan Panas Lagi

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 11:12 PM No comments
PT KONTAK PERKASA - Hari ini Rabu (14/8/2019), gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas.  Awan panas yang menyertai guguran lava pijar itu terjadi jam 04.52 WIB hingga 950 meter ke arah hulu Sungai Gendol. Awan panas tersebut terlihat berguguran di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi kurang lebih 95.80 detik.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo menyampaikan, berdasar catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) awan panas guguran erupsi Gunung Merapi tersebut  tidak mengubah status level II atau waspada sejak 21 Mei 2018. Gunung ini mengalami erupsi tidak menerus.
"Melalui rekaman seismograf pada 10 Agustus 2019 terjadi 10 kali gempa guguran, satu kali gempa hembusan, satu kali gempa low frequency, satu kali gempa hybrid atau fase banyak dan dua kali gempa tektonik jauh," kata Agus, Rabu (14/8/2019).
Meskipun statusnya tidak dinaikkan namun Badan Geologi tetap merekomendasikan pendakian Gunung Merapi masih ditutup. Kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
Dalam radius 3 kilometer dari kawah, juga masih direkomendasikan untuk dikosongkan dari aktivitas penduduk. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana III diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.
"Kawasan rawan bencana (KRB) III gunung Merapi merupakan kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran bom vulkanik. Pada kawasan ini, siapa pun tidak direkomendasikan untuk membuat hunian tetap dan memanfaatkan wilayah untuk 
kepentingan komersial," kata Agus. 

Menperin Bocorkan Isi Aturan Turunan Perpres Mobil Listrik

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:11 AM No comments
KONTAK PERKASA FUTURES - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani peraturan presiden (Perpres) industri [mobil listrik](otomotif "") belum lama ini. Meski sudah ditandatangani, beberapa isi mengenai regulasi Perpres tersebut masih belum juga diumumkan ke publik.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, salah satu aturan turunan dari Perpres mobil listrik ini yaitu diantaranya mengatur Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan bermotor listrik (KBL) mobil salah satunya adalah Battery Electric Vehicle (BEV).

"Iya Perpres mengatur TKDN itu sudah diatur kemudian mengatur mengenai pembagian tugas di kementerian termasuk infrastrukturnya," kata Airlangga saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Untuk produksi awal wajib memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimum 35 persen. Ke depannya, dia berharap akan semakin luas lagi tingkat komponen dalam negerinya. "TDKN sampai 2023 itu 35 persen," imbiuhnya.

Dia menambahkan, dalam Perpres mobil listrik ini juga mengaktur mengenai insentif. Insentif ini pun merupakan perubahan dari revisi Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2013 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan sendiri telah memberikan beberapa insentif terkait pengembangan mobil listrik, di antaranya impor kendaraan listrik diberikan dalam jangka waktu tertentu, serta pemberian tax allowance bagi industri suku cadang.

Kemudian, pemberian tax holiday bagi integrasi kendaraan listrik dengan baterai, pemberiantax allowance bagi industri suku cadang, bea masuk ditanggung pemerintah untuk impor [mobil listrik](otomotif "") yang mendapatkan fasilitas, dan bahan bakunya, serta kemudahan impor untuk tujuan ekspor.

Untuk insentif pajak pada mobil, pemerintah akan memberikan keringanan pajak untuk kendaraan sedan, di mana sedan selama ini kena pajak lebih tinggi dari jenis kendaraan MPV. Sedangkan sedan selama ini merupakan pasar terbesar otomotif di global.
Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Monday, August 12, 2019

Simak, Cara Pertamina Hetikan Tumpahan Minyak di Laut Karawang

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 12:22 AM No comments
PT KONTAK PERKASA FUTURES - PT Pertamina Hulu Energi Off Shore North West Java (PHE ONWJ) menggunakan perusahaan well control kelas dunia, untuk mematikan sumur YYA-1 itu yakni Boots & Coots. Sumur YYA-1 ini sebelumnya terjadi kebocoran gas yang kemudian mengakibatkan tumpahan minyak.
VP Relations Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya ‎mengatakan, perusahaan asal Amerika Serikat ini sudah memiliki pengalaman dalam melakukan tindakan yang sama dengan skala jauh lebih besar di Teluk Meksiko.
‎‎"Tim itu bertugas untuk mematikan sumur. Itu ditargetkan sampe mati, seperti yang diumumkan 8-10 minggu," ‎kata Ifki, di Jakarta, Senin (12/8/2019).
Menurut Ifki, untuk mematikan sumur YYA-1, tim tersebut sedang melakukan pemboran dengan menggunakan mensin bor (rig) Shoehanah. Meksi didatangkan dari luar negeri, tim tersebut bekerja dibawah supervisi Pertamina.
‎"Itu dia ngebor dari rig Shoehanah sama krunya. Di bawah supervisi Pertamina mereka hanya melaksanakan keahliannya,"tuturnya.
Ifki mengungkapkan, sumur baru dibor secara miring menuju lokasi lubang sumur YYA-1 hingga mencapai titik kedalaman tanah tertentu untuk menutup sumur YYA-1.
Pengeboran sumur relief well YYA-1RW merupakan upaya PHE ONWJ untuk menghentikan kebocoran gas di sumur YYA-1. Langkah ini dilakukan setelah selama satu minggu terakhir melakukan survei untuk menentukan titik sumur dan penempatan menara bor (rig).
“Pemilihan lokasi pengeboran sumur baru itu telah melalui kajian keamanan dari tiga aspek yakni HSSE, subsurface, dan seabed survey,” tutur Ifki.
Setelah sumur baru YYA-1RW mencapai titik kedalaman sumur YYA-1 yang ditentukan, maka akan dipompakan lumpur berat dari sumur baru untuk mematikan sumur YYA-1 yan teletak di perairan laut Karawang Jawa Barat tersebut.
"Nanti, setelah sumur YYA-1 dinyatakan mati akan dilakukan monitoring selama 24 jam penuh sebelum dilanjutkan ke proses plug and abandon atau penutupan sumur secara permanen," tandasnya.
PT Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) berhasil mempercepat pengeboran sumur baru relief well (RW) YYA-1RW, yang berfungsi menutup sumur YYA-1.
VP Relations Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya menyatakan, hingga saat ini, PHE ONWJ telah melakukan pengeboran sumur baru YYA-1RW mencapai kedalaman sekitar 624 meter dari target 2.765 meter.
"Kami akan mengontrol sumur YYA-1 melalui sumur baru YYA-1RW ini, sehingga nanti bisa secepatnya menutup sumur agar tidak lagi menumpahkan minyak,” ujar Ifki Sukarya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).
Menurut Ifki, sumur baru dibor secara miring menuju lokasi lubang sumur YYA-1 hingga mencapai titik kedalaman tanah tertentu untuk menutup sumur YYA-1. Pengeboran sumur baru itu telah dimulai sejak Kamis (1/8/2019) pukul 14.00 WIB atau dua hari lebih cepat dari jadwal semula.
Pengeboran sumur relief well YYA-1RW merupakan upaya Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java untuk menghentikan gelembung gas di sumur YYA-1 setelah selama satu minggu terakhir melakukan survei untuk menentukan titik sumur dan penempatan menara bor (rig).
“Pemilihan lokasi pengeboran sumur baru itu telah melalui kajian keamanan dari tiga aspek yakni HSSE, subsurface, dan seabed survey,” imbuh Ifki.
Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java memakai perusahaan well control kelas dunia untuk mematikan sumur YYA-1 itu yakni Boots & Coots. Perusahaan asal AS itu berpengalaman dan telah terbukti menghentikan insiden serupa sumur YYA-1, dengan skala jauh lebih besar di Teluk Meksiko.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search