English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
STRIVE FOR SOLID FUTURES

Monday, January 8, 2018

LIVE HARGA EMAS 9 JANUARI: Meredup Tertekan Penguatan Dolar AS

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:19 PM No comments
PT Kontak Perkasa  | Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena penguatan dolar AS memberikan tekanan terhadap logam mulia.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, turun 1,9 dolar AS atau 0,14 persen, menjadi ditutup pada 1.320,40 dolar AS per ounce.
Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,4 persen menjadi 92,363 pada pukul 18.30 GMT, diperdagangkan di level tertinggi sejak 29 Desember.
Emas dan dolar AS sering bergerak berlawanan arah, karena dolar AS yang lebih kuat menumpulkan daya tarik investor yang menggunakan mata uang lainnya terhadap logam mulia.
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 14,1 sen atau 0,82 persen, menjadi menetap di 17,148 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik 1,2 dolar AS atau 0,12 persen menjadi ditutup di 976,4 dolar AS per ounce.

Sunday, January 7, 2018

Bursa Asia Diperkirakan Menguat Jelang Musim Laporan Kinerja Emiten

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:48 PM No comments
Kontak Perkasa Futures  | Bursa saham Asia diperkirakan akan melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari ini, Senin (8/1/2018) menyusul dimulainya musim laporan kinerja emiten pekan ini.
Dilansir Bloomberg, investor memperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi dan laba emiten akan cukup kuat untuk mendukung kenaikan harga saham pada bursa asia.
Kontrak pada saham Australia dan Hong Kong naik dalam perdagangan terakhir pecan lalu, sementara itu dengan pasar saham di Tokyo ditutup hari ini karena libur nasional. Samsung Electronics Co dan sejumlah peritel serta dan produsen asal Jepang ada di antara perusahaan-perusahaan yang merilis laporan keuangan pecan ini.
Dengan aset berisiko yang menikmati awal yang kuat di tahun 2018, laba perusahaan di Asia diperkirakan akan menentukan langkah pergerakan pasar saham kawasan ini. Di AS, indeks S&P 500 membukukan pecan terbaik sejak Desember 2016 karena investor lebih focus pada sentiment positif dari kebijakan pemangkasan pajak.
Investor juga akan mengamati laporan inflasi di AS dan China yang dijadwalkan keluar pecan ini, serta sejumlah kejelasan dari kebijakan di AS yang mungkin memberikan rincian mengenai laju pengetatan kebijakan moneter.
Data inflasi AS diperkirakan belum menunjukkan laju peningkatan, sehingga memberi sedikit alasan untuk memperdebatkan percepatan pengetatan moneter. Gubernur The Fed wilayah San Francisco John Williams dan New York Bill Dudley termasuk di antara pembuat kebijakan yang dijadwalkan untuk berbicara pekan ini.
Sementara itu, Korea Utara dan Korea Selatan dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan pada Selasa (9/1) untuk pertama kalinya sejak tahun 2015.
Data indeks harga produsen dan konsumen China dijadwalkan dirilis pada hari Rabu, sementara data jumlah uang beredar diperkirakan dalam dirilis beberapa hari mendatang. 


Thursday, January 4, 2018

OSO SEKURITAS: IHSG Mixed Menguat, Simak Saham Rekomendasi Berikut

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 5:36 PM No comments
PT Kontak Perkasa | Oso Sekuritas memprediksi IHSG bergerak mixed cenderung menguat terbatas di kisaran 6.214 - 6.314.
Tim analis Oso Sekuritas menyebutkan IHSG ditutup dengan candle bullish setelah menyentuh moving average. Stochastic, RSI bergerak netral dan MACD histogram bergerak ke arah negatif serta adanya peningkatan volume tipis.
"IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat 
terbatas di kisaran 6.214 - 6.314," tulis riset mereka.
Beberapa saham berpotensi naik yaitu : ADHI, ADRO, HRUM, INDF, ISAT, MAPI, MNCN, PTPP, WSKT dan WIKA.
Pada perdagangan hari Kamis (04/01), IHSG ditutup naik 0.65% ke level 6,292.32. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam 
teritori positif, dimana sektor pertambangan dan aneka industri memimpin penguatan masing-masing sebesar 1.64% dan 
1.52%. 
Saham-saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya : ADRO, UNTR, SMGR, ELSA, dan INDY. 
Kenaikan signifikan pada sektor pertambangan terjadi seiring meningkatnya konflik di negara Produksi utama minyak dunia 
(Iran). Konflik tersebut mengakibatkan kekhawatiran pasar akan pasokan minyak sehingga mendorong kenaikan harga secara signifikan diatas level US$ 60 perbarel.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) senilai Rp 263.38 miliar. Nilai tukar Rupiah terapresiasi 0.39% ke level Rp 13.422.

Wednesday, January 3, 2018

OSO SEKURITAS: IHSG Lanjut Melemah Hari Ini

Posted by PT KONTAK PERKASA FUTURES BALIKPAPAN On 4:09 PM No comments
PT Kontak Perkasa Balikpapan | Oso Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak melanjutkan pelemahan di kisaran 6.180 - 6.277.
Tim analis Oso Sekuritas menyebutkan IHSG ditutup anjlok sebesar 1.4% ke level 6,251. IHSG sudah terbentuk swing high indikasi sinyal sell.
Stochastic, RSI bergerak bearish dan MACD histogram bergerak ke arah negatif serta volume turun. 
"IHSG diperkirakan melanjutkan pelemahan di kisaran 6,180 - 6,277," tulis riset mereka. 
Adapun saham yang memiliki potensi kenaikan ditengah pelemahan IHSG yaitu : ACES, BKSL, CPIN, EXCL, JPFA, INDF, JSMR, PTRO, SMCB dan TINS.
Pada perdagangan hari Rabu (03/01), IHSG ditutup koreksi -1.38% ke level 6,251.48. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam zona merah, dimana sektor barang konsumsi dan manufaktur memimpin penurunan masing-masing sebesar 2.51% dan 2.11%. 
Saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya : TLKM, BBNI, UNTR, UNVR , dan HMSP.
Pada perdagangan hari kedua di tahun 2018, IHSG tertekan dikarenakan aksi ambil untung lanjutan dari para pelaku pasar 
serta mengantisipasi lonjakan anggaran subsidi energi tahun 2018. 

Pelaku.pasar khawatir anggaran tersebut akan meleset 
dari target awal pemerintah, terkait kenaikan dari komoditas Oil seiring penurunan pasokan global. 

Selainitu, adanya kenaikan pada harga Oil juga berpotensi meningkatkan resiko inflasi yang lebih tinggi ditahun ini.
Sementara itu, dari pasar komoditas, harga Oil telah menyentuh diatas level US$ 60 perbarel sejak akhir tahun 2017 lalu.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) senilai Rp 72.96 miliar. Nilai tukar Rupiah terapresiasi 0.29% ke 
level Rp 13,475.

economic calendar


Live Economic Calendar Powered by Investing.com - The Leading Financial Portal

Most Viewed






TOP PERFORMANCE

ucapan lebaran

Site search